LOVE TRIANGLE

LOVE TRIANGLE
Episode 12



Rafa sebenarnya tahu kalau kemarin Damar memperhatikan Alya dari jauh. Karena Rafa kemarin berniat untuk menjemput Alya di kantor. Tetapi Alya sudah pulang dengan naik sepeda motor. Dan pikir Rafa, Alya pulang dengan Ojek Online.


Damar lalu keluar kamarnya dan ikut sarapan bersama.


" Damar..., adikmu sedang apa di kamar, ini sudah siang loh? " Cepat kamu susul ke kamarnya ! " kata Mama Damar


" Rafa sudah berangkat kayaknya mah..." kata Damar sambil menyendok makanannya


" Sudahlah nggak usah mikirin anak bandel itu, terserah dia mau ngapain... Ya sudah mah, Damar, papa berangkat duluan ya" kata papa Rafa.


" Iya pah" kata Damar dan Mama nya. Sedangkan mamanya mengantarkan papa Damar sampai depan pintu.


#Dirumah Bu Endang


Setiap pagi Bu Endang selalu menyiapkan kue yang akan di jual keliling kampung. Dan tak lupa juga menyiapkan sarapan dan bekalnya Alya.


" Nak Alya sudah siang, takutnya nanti di jalan sudah tidak ada bis lewat" seru Bu Endang dari dapur.


" Iya bu ini Alya mau sarapan" kata Alya keluar dari kamarnya


" Silahkan nak Alya sarapan. Maaf ya seadanya dan ini bekal makan siang nak Alya" ucap Bu Endang


"Deg..." hati Alya tersentuh mendengar kata-kata Bu Alya. Karena selama ini Alya tidak pernah membawa bekal selama kuliah dan terakhir kali bawa bekal mungkin waktu dia TK. Alya pun hanya diam dan melanjutkan makannya.


"Nak Alya hari ini saya anterin nak Alya ya ke kantor. Takutnya Nak Alya tidak tahu arah ke kantor" kata Bu Endang.


" Terimakasih Bu Endang, Bu Endang baik banget sama aku" kata Alya.


Bu Endang pun hanya tersenyum


Setelah mereka selasai siap-siap dan sarapan. Mereka menuju Halte dan menunggu Bis. Sudah 15 menitan akhirnya ada bis yang lewat. Lalu mereka naik bis sampai terminal. Setelah dari terminal mereka naik angkutan umum dulu untuk sampai PT. Darent.


#Di dalam Angkot


"Bu kue yang ini saya bawa ke kantor ya.... Barangkali di kantor ada yang mau beli." kata Alya sambil menunjuk keranjang kue yang kecil.


" Terimakasih Nak Alya.... Tapi ibu nggak mau nanti Nak Alya kerepotan atau bahkan di marahi atasan Nak Alya" kata Bu Endang sambil memegang tangan Alya


" Tidak apa-apa buk..." ucap Alya


Meskipun Alya baru pertama kali naik bis umum dan angkutan umum. Alya tidak menunjukkan kalau dia tidak nyaman di dalamnya. Karena Alya tidak mau Bu Alya tersinggung.


Setelah sampai di depan PT. Darent. Bu Alya pun ikut turun. Untuk mengantarkan Alya sampai depan pagar. Alya pun tidak malu saat Bu Endang mengantarnya. Karena Alya berpikir saat ini Alya ikut Bu Endang dan harus menganggap Bu Alya seperti ibunya sendiri.


" Nak Alya hati-hati ya kerjanya dan terimakasih Nak Alya sudah bantuin Ibu" kata Bu Endang


" Iya Bu sama-sama..." kata Alya sambil mencium tangan Bu Endang


Mobil Damar pun melaju melewati Alya dan Bu Endang. Lalu Damar melihat mereka berdua. Damar berpikir apa ini penyebabnya papa tidak suka dengan Alya. Karena Alya bukan anak orang yang berada. Tetapi Damar juga heran kenapa saat melihat Alya. Damar tidak asing dan seperti pernah kenal sebelumnya.


" Aduh Damar kenapa kamu mikirin perempuan pacar adikmu sendiri sih ! gumam Damar sambil menepuk kedua pipinya.


Alya pun masuk ke kantor. Dan di depan lobi kantor ada orang yang menyapa.


" Mbak-mbak.... Mbaknya itu bawa apa di keranjang" tanya seorang laki-laki pegawai PT. Darent


" ohh, Ini kue pak, saya ingin jualan kue Pak...." kata Alya sambil senyum takut


" Berapaan mbak? Saya mau beli 5" tanya Pegawai tersebut


" 5000 an Pak.... ini Pak.... jadi totalnya Rp. 25.000." kata Alya


Beberapa pegawai yang lewat melihat kalau Alya sedang berjualan kue. Mereka menghampiri Alya dan membeli beberapa kue Alya. Mereka membeli kue karena ada beberapa yang belum sarapan dan malas kalau harus membeli ke Kantin. Karena jarak yang agak jauh.


Tiba-tiba


" Ada apa ini... Kenapa berkerumun di sini !! Ayo pada buyar..." teriak Indra


" Iya pak" kata para pegawai tersebut


Indra pun melihat Alya duduk di bawah menjual kue-kuenya.


" Alya kamu harus tau disini tidak boleh berjualan apapun termasuk kue !!! Kalau mau jualan di pasar bukan di kantor !!" bentak Indra pada Alya


Alya pun tidak bisa menjawab kata-kata Indra. Alya hampir meneteskan air mata karena di marahin Indra di depan umum. Beberapa pegawai melihat kejadian itu tak terkecuali Sarah.


Setelah memarahi Alya, Indra pun berjalan masuk dan menuju ruangannya.


" Bangun Al, jangan duduk di bawah" kata Sarah sambil memengang pundak Alya. Alya pun hanya bisa diam dan mengusap air matanya.


" Alya apa yang terjadi pada loe Al? Kenapa loe jualan kue kaya gini? tanya Sarah keheranan.


" Nggak apa-apa" jawab Alya singkat


Sarah pun mengerti, Alya tidak bisa di ganggu dulu. Mereka pun berpisah dan berjalan menuju ruangan masing-masing. Sebelum ke ruangan Alya mampir ke kantin dulu. Barangkali kantin mengijinkan dia menitipkan kuenya disana untuk di jual.


" Permisi Buk..." sapa Alya pada salah satu pemilik kios


" Iya mbak, Ada yang bisa saya bantu" kata Ibu tersebut


" Buk boleh nggak saya menitipkan kue saya ini di kios ibu" tanya Alya


" Boleh mbak, tetapi nanti kalau tidak laku dijual sampai jam pulang. Mbaknya bawa lagi ya..." jawan ibu kantin


" iya buk nanti jam pulang saya ambil kesini" kata Alya senang


" Ini mbaknya jual berapaan kuenya" tanya Ibu kantin


" 5000 an buk per biji " kata Alya


" Oke" kata Ibu kantin


" Terimaksih buk" kata Alya


Ibu kantin hanya tersenyum kepada Alya. Ibu kantin tersebut heran. Baru pertama kali ini ada pegawai yang berjualan di PT. Darent. Karena setau Ibu nya mayoritas pegawainya anak orang berada.


Alya dan Sarah bekerja dengan sungguh di PT. Darent agar nilainya tinggi nantinya. Mereka tidak menyerah meskipun ada beberapa pegawai disana sering mengomel karena ada kerjaan mereka yang salah.


Saat jam istirahat tiba Sarah langsung menyusul Alya ke ruangannya. Alya pun tersenyum kepada sahabatnya yang menjemputnya dan mereka berdua berjalan bersama menuju kantin.


Setelah di kantin dan menemukan tempat duduk di ujung Sarah pun memesan makanan. Berbeda dengan Alya yang membuka kotak makannya bekal dari Bu Endang.


" Al boleh nggak gue tanya sama loe?" tanya Sarah serius


" Boleh" jawab Alya singkat sambil membuka kotak makanannya


" Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa ada yang beda dengan diri loe. Kaya bukan Alya yang sebelum-sebelumnya" kata Sarah


" Gue berubah gimana loh, gue nggak ngerti maksud loe" kata Alya cuek


" Oke langsung saja ya.. Loe kenapa jualan kue terus bawa bekal sekarang. Selama gue kenal loe, loe nggak pernah berjualan apa lagi bawa bekal kaya gini. Dan herannya gue loe bawa bekal lauknya cuma telor dan nasi doank. " kata Sarah


"Sar apa salah aku nglakuin itu semua. Kan gue disini gak ngrugiin siapa-siapa sih kenapa loe yang heran" ucap Alya yang menyendok bekalnya.


Alya pun juga harus melakukan ini semua demi papanya. Terpaksa tidak terpaksa. Alya berpikir orang tuanya pasti ingin yang terbaiknya buat dirinya.


Suasana jadi hening. Lalu...


" Sar jujur ya gue disuruh mandiri sama papa gue. Dan itu semua harus totalitas. Semua CC gue di blokir. Dan gue nggak boleh pulang ke rumah dulu selama gue magang disini. Awalnya gue berat nglakuin ini semua tapi mau gimana lagi. Untung gue masih ada tabungan Sar" curhat Alya


" Ooo begitu... gue jadi lega sekarang. Gue takut keluarga loe bangkrut Al..." kata Alya


" Aduh-aduh jangan sampek lah Sar" ucap Alya.


Gaess tungguin terus ya...


Ceritanya ini masih panjang....


BIGHUG DARI AKUUUU ♡_♡