Love Tragedy

Love Tragedy
Kerja kerja.



Mobil Rey melesat jauh menuju kota XD dan di dalam mobil hanya suara musik MLTR pop nan sendu yang mengalun merdu tanpa ada perbincangan pada dua insan itu.


" Akhirnya kita sampai turun yuk". ajak Rey pada Aby yang dari tadi memoncongkan bibirnya. Rey keluar terlebih dahulu baru Aby yang meminta di layani, membukakan pintu begitu juga seatbellnya.


" Jangan cemberut terus donk macan, jangan buat libidoku naik dan memper*ko*sa mu saat ini juga" ucapnya dengan senyum smriknya ia menggoda Aby.😉 tak lupa sebelah matanya mengedip.


" Aku tak tertarik dengan sesama jenis, dan hentikan tingkah lakumu ke tubuhku ini, enak saja memegang sesuka hatimu". marahnya dengan ucapan sinis memanah siapapun yang mendengarnya belum lagi tatapan jengkel penuh amarah.


" Oh ayolah ini jaman now, bebas donk siapa aja yang kita suka.". Dari sebelah mana coba jiwa laki lakiku berada? ,matanya emang butuh kaca mata tapi...well aku suka yang kayak gini. batinya.


" Minggir aku mau lewat, jangan curi curi kesempatan ya, aku gak suka orang yang lebih tua dari aku". runtuknya ke Rey.


Cup...cup...


lagi lagi Rey menyentuh paksa wajahnya dengan kedua tanganya dan menciumi seluruh pipi Aby.


" Lagi...iih..gemes, Rey lepaskan jorok tau liurmu menempel di seluruh wajah mulusku, gak sukaa.. "!. teriaknya dalam mobil dan mendorong tubuh Rey ke depan agar ia bisa lari secepat mungkin.


Rey tertawa melihat Aby lari dan menyembunyikan wajahnya sambil menipas nipas wajahnya yang sedikit ke panasan. "jangan kau tutupi perasaanmu terhadapku macan, biar ke ujung langitpun kau sembunyi aku akan mengejarmu". teriaknya dengan bahagia.


" Aku gak suka denganmu...." balas Aby dan berlari ke halaman lokasi syuting sambil melihat para model yang mengantri untuk ia make up.


Rey tersenyum melihat tingkah Aby belum lagi penolakanya, " hemm semakin kau tolak aku jadi semakin gencar aku ingin mengejarmu". batinya, Rey kemudian membawa dan menurunkan semua peralatan dari dalam mobil, berat ya berat tapi semua sudah menjadi hal biasa baginya," demi hari esok", ucapnya menyemangati diri sendiri." Kerja kerja" .ucapnya lagi.


Sementara itu Eric dan Asya kembali juga ke rumah besar Mommynya. dengan diam diam mereka berdua masuk dan kembali ke kamarnya masing masing mengunci kamar dan mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang. terlelap dalam lelah dan kesunyian.


Di kamar Tyo masih tetap seperti semalam berantakan dengan kabel kabel PS miliknya dan juga laptop yang masih menyala begitu juga layar Lcd. mereka terlelap dalam mimpi setelah jam tiga subuh selesai mendisain gramer miliknya yang akan ia luncingkan dalam bulan ini.


Albert masih sembunyi dalam ketiak suaminya yang menjadi candu saat ini alasanya mengurangi rasa mual dalam perutnya.


Jam 09.00 pagi, Kiko yang tidur terlelap membangunkan dirinya dan ingin melihat aktifitas anak anaknya karena momen mereka berkumpul bisa di hitung dengan jari. mungkin dalam satu bulan hanya empat kali. melepaskan pelukan istrinya menaruh jemari Albert dengan pelan supaya tidak membangunkannya dan mengecup keningnya kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah pergulatanya semalam.


Albert ikut terbangun setelah di tinggal suaminya pergi ke dalam kamar mandi, rasa mual itu kembali menyeruak dalam kerongkonganya dan mendorong seluruh isi perutnya untuk keluar saat ini. membuka paksa pintu yang tertutup menuju toilet dan mengeluarkan isi perutnya.


Kiko yang masih telanjang menyiram tubuhnya dengan cepat membilas busa sabun mandi, kemudian menepuk pungung istrinya.


" Kamu kenapa sayang"?. ucapnya memijit pelan tengkuk sang istri. " kita periksa ke dokter saja habis ini ya"!. ajaknya.


" Ya ampun Pap bisa bisanya kamu telanjang gini dan membiarkan si otongmu kesana kemari, jangan goda aku pagi ini". kata Albert sambil membasuh mulutnya dan berkumur menghilangkan bekas muntahanya. lalu memijit keningnya melihat suaminya di depan cermin.


" Aku gak menggodamu Mom tapi initu reflek melihatmu yang muntah muntah dari tadi malam, apakah kamu pusing?". tanyanya.


" Ia Pap mungkin dengan tidur saja aku jadi enakkan." jawab Albert terus mengistirahatkan ke atas ranjang.


Kiko melilitkan handuknya ke pinggulnya dan menutupi area sensitifnya dan berjalan ke balkon menelpon seseorang tanpa setahu istrinya kemudian memakai baju celana, lalu Kiko turun ke bawah dan membuatkan susu hangat kesukaan istrinya. " Sayang bangun donk minum nih susu buatan aku, enak lo" bujuknya.


" Hemmm... Pap jangan dekatkan gelas itu, ini tu buat aku tambah mual" tutur Albert sambil membekap mulut dan hidungnya sendiri.


" Aneh deh sayang, ini tu kesukaan kamu dan hampir every day kamu minum".


"Pengecualian untuk saat ini Pap, aku benar benar gak tahan, Pappy minum aja ya sendiri Mommy mau balik tidur aja"!.


" Kamukan tau kalau aku itu gak suka susu buatan dan sukanya cuma milik kamu", jawab Kiko ambigu.


"Sudah deh mending sekarang tidur sama aku dan kita pelukan lagi"!.


" Ya boleh asal kita kuda kudaan seperti semalam".


"Jangan donk kepalaku serasa pecah dan berdenyut ni belum lagi perut aku".


" Ya sudah, mendingan saat ini kamu rehat dulu dan aku ke bawah dulu untuk sarapan, nanti selesai Pappy ke sini lagi oke"!. Kiko mebelai rambut istrinya dan mengecup kembali kening sang istri.


****


Kalau sudah baca jangan lupa like,komen, share,dan giff kalian, trimakasih banyak sudah mau mampir ke karya ini ya, Author sayang semua💕💕💕💕💕