
Rey kembali ke dalam kediaman setelah mengantarkan kedua adiknya di sekolah juga Aby.
Melihat kembali rumahnya dari arah depan rumah. " Oh my rumah peninggalan mu sudah tampak tua Mam Dad, haruskah aku renov kembali dan sedikit merubah warna di sebelah sana." ucap Ray pada diri sendiri kemudian menelpon Runi.
📱 " Halo Runi lo di mana? ". tanya ku sambil memainkan kunci mobil.
📲 " gua lagi di luar negeri emang kenapa?, kalau lo nanya jadwal kemungkinan dua hari ini lo kosong deh manfaatin masa libur lo, eh... tapi malam lo di tunggu ngawal si cantika Artis kawakan anak orang kaya untuk acara geramy award apa gitu?".
📱" ya sudah Kak Runi kalau gitu gua mau lanjutin mimpi indah gue, btw kejar terus Mister jhon gua dukung".
📲 " Lo emang tahu hati gua besti, ya sudah gua putus ni telpon." balas Runi.
"Akhirnya gua dapat libur dadakan buat mewarnai tembok di sebelah sana yang terlihat kusam, sebaiknya gua beli cat dulu di toko habis itu mimpi dulu biar fres ntar malam" kata Rey pada dirinya sendiri. Rey pun mengendari kembali mobilnya dan membeli apa yang ia inginkan kemudian menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya. Rey memakai baju kaos putih kebesaran dan melepaskan celana pajangnya juga Bra yang menyesakkan dada menurutnya, hingga tersisa ****** ***** bergambar hello kity, tak menunggu lama ia pun terlelap setelah memasang jam beker di sebelah narkas untuk menjemput waktu kepulangan sekolah kedua dobel R nya.
Tak terasa waktu bergulir jam 11.00 siang. Tyo, Eric, Aby dan juga Irfan ingin pergi ke rumah Rey merayakan hari kelulusan mereka, bagi mereka rumah Rey adalah bascam terbaik sejauh ini selain jauh dari tetangga dan rindangnya pepohonan membuat area itu terlihat sejuk dan asri, melajukan motornya dengan kecepatan rata rata hingga sampailah mereka di depan rumah itu membawa banyak cemilan beberapa minuman kaleng soff drink dan sayuran mentah serta daging dagingan ayam, ikan , dan sapi, malam ini rencananya mereka ingin memasak besar besaran untuk acara mereka.
Mereka masuk bersamaan setelah Aby membuka pintu dengan kunci duplikat yang di berikan Rey.
" Ke mana ni orang kok sepi?" tanya Irfan menuju dapur dan memasukkan semua belanjaanya ke lemari pendingin.
Tyo kemudian naik ke lantai atas mengikiti Aby menuju kamarnya dan ingin sedikit mengintip kamar Rey.
" Jadi kamu tinggal di kamar ini By yang bersebelahan langsung dengan kamar Rey" tanya Tyo.
" Walaupun tak sebesar milik ku di rumah Oma dan Mam tapi ini cukup untuk ku, bahkan sewanya saja murah, cukuplah di kantong aku" ujar Aby sambil meganti baju seragamnya dengan baju rumahan jelana pendek dan kaos tak berlengan.
" hemm cobalah sekali kali ikut ngegym sama Kakak coba lihat ke mana perginya ototmu, kau terlalu kurus untuk ukuranmu By."
" Tak apalah kurus yang penting sehat toh makanku juga banyak, bagiku dari pada olah raga mending kerja, apa lagi dapet duit belum keringat capeknya😊"
" Hemm dasar mata duitan, ngomong masalah duit tadi si irfan titip nih duit untuk Ray bayaran untuk tokoh animasi yang ia gambar pada gremerku, bentar aku ke kamarnya dulu ya By" pamit Tyo meninju gemas adiknya tanpa menyakiti.
Aby terdorong oleh salam pamit Kakaknya" selalu gitu semaumu sendiri, sakit tau Kak Tyo". Aby mengelus pangkal lenganya yang terasa sakit.
*
*
*
Tok...tok...tok..suara ketukan pintu dari luar kamar Rey.
" Mana nih anak kok gak di buka sih, ah.. sebaiknya aku langsung masuk saja itupun jika tak di kunci" batin Tyo membuka pintu dan ternyata terbuka.
" Ya elah jam segini masih mimpi"!. Tyo melihat lamat lamat wajah Rey dan menyingkap selimut yang ia pakai. " Wao... pemandangan indah ini mah". kuda mata Tyo membelalak melihat kaos yang tersingkap ke atas dan melihat ****** ***** pink bergambar hello kity belum lagi perut rata milik Rey membuatnya ingin tertawa namun juga ingin menyentuhnya. " gunung kembar kecil, dan ****** ***** yang kekanak kanakan, coba ah lihat isinya"! , batin Tyo penasaran. " wao wao lebat... ah.. tato kecebong di pangkal pahanya" Tyopun tertawa lirih di samping tubuh Rey yang berbaring tepat di sebah ranjang nya membuat Rey terbangun.
" Auwh.... sakit atu Ning Rey, ya ampun mata indahku" Tyo melihat bekas sikutan di matanya dan membiru sambil menahan sakitnya.
"Ngapain lo masuk kamar gua dan ngintipin tubuhku" sahut Rey dengan lantang.
" Aku tuh cuma mau tau lo itu cewek atau cowok, kadang aku tu berfikir lo transgender kualitas tinggi habis muka lo kayak Kay pop korea."
" Jangan puji aku setelah nya kau hempaskan ke bumi, jangan juga beri tahu kawan dan adikmu jika aku ini cewek ngerti gak lo kalau tak Krek..." Rey kemudian seolah memotong lehernya sendiri.
" Gua mau rahasiain ini asal lo kerja di tempat ngegym gue nanti gua bayar dua kali lipat dari tempat lo kerja saat ini gimana?".
" Selalu modus, minggir gua mau ke kamar mandi"!. Reypun melangkahi kepala Tyo yang berbaring di kasurnya.
" Ya ampun Rey, bisa sawan ntar gua lu langkahin ni kepala" tegur Tyo. " nih cewek g ada ahlak ya emang" batinya kemudian berdiri melihat lemari kaca milim Rey penuh dengan teropi dan mendali olah raga pencak silat, taekwondo, muangtai dan semua jenis olah raga berbau kekerasan. " gila ni cewek bisa hancur kepala gua macam semangka pecah di tanganya" batin Tyo, matanya kemudian tetalihkan oleh lukisan kebersamaan keluarga kecil milik Rey. " gambarnya emang luar biasa bahkan lukisan kecil ini seolah menghipnotis kedua mataku" batinya.
Setelah Rey keluar dari kamar mandi terdengarlah ketukan pintu dari luar kamar. Tyo membukakan pintu ternyata Eric dan Aby ikut masuk ke kamar Rey. Rey kemudian memakai rompi jaket hitam dan celana jeans di atas lutut.
Tyo melihat Rey yang tak terlihat malu memaki baju tanpa bra di buat terkagum, " bagus selain maskulin juga cuwek, 1000 banding satu cewek ginian kira kira milik siapa nanti". batin Tyo bermonolog.
" Bah.. kalian malah reunian di kamarku"!. ujar Rey.
" Aku cuma ngasih tau makanan sudah jadi ayo makan sama sama, eh... malah terkejut lihat sabuk hitam dan berbagai mendalimu ini, Lho kok ada foto cewek cantik terpajang di sana, siapa itu Kak Rey? ". tanya Eric.
" Mantan cewek gua" jawab Rey dengan entengnya, " Nah kalo lo By, masuk ke kamar gua rindu ya?".
" emmm anu aku....itu...mau ...cari Kak Tyo" jawab Aby dengan gagu.
Rey memandang wajah Aby seolah ingin memakanya saat itu juga.
" Hei...hei...liurmu menetes tu, jangan tatap adik gua seperti itu ntar lari dia, dan ini uang bayaran gambar kemarin" Tyo memberi bungkusan amplop coklat ke Rey kemudian di terima Rey dan ia masukkan ke brangkas.
" Alhamdulilah rezeki anak soleh" ujar Rey.
" Gak lo itung dulu?".
" Gua mah percaya sama lo Tyo" balas Rey.
Mereka pun turun ke lantai bawah dan melihat meja makan penuh makanan. Akhirnya merapun bersantap siang bersama.
****
Maaf ya kawan up date nya lama, habis nunggu pembaca kayak nunggu jualan takjil di bulan puasa😀😱, sekalian othor promoin agar baca karya ku yang lainya, Trimakasih sudah setia di sini.