Love Tragedy

Love Tragedy
Episode 20 Aby dan Rey.



Bijaklah dalam membaca karena episod ini agak menegangkan dan tidak layak untuk di bawah umur,jadi siapkan mental dan sabun byur....seger...😸.


Tok...tok...tok..


" Aby tolong aku!". Suara Rey berbisik tak ingin membuat para penghuni terbangun dari tidur,berharap pintu di depan tubuhnya terbuka dan benar saja tak sampai lima menit pintupun terbuka.


Dengan kaos putih tipis serta celana boxer bergambar alfatar rambut acak acakan, mata sayu tersenyum membuka daun pintu.


Ceklek....


" Ada apa Kak?".


Rey mendorong Aby dengan tubuhnya kemudian menguncinyanya, ia meraup bibir Aby dengan penuh naf su serta melu mat lembut, Aby pasrah dan mencoba menikmatinya hingga naf su nya sendiri terpancing.


" Kak...hemfff..." Aby tak dapat berucap lagi karena tubuhnya di kukung di bawah tubuh Rey, bahkan saat ini bibirnya seolah menjadi bengkak.


Rey bertindak agresif menci um seluruh tubuh Aby,kepalanya masuk dalam kaosnya,memberi tato di seluruh tubuh dan menggigit kecil, Aby di buat kelabakan olehnya bahkan adik kecil yang telah lama herbinasi terbangun tegak tanpa babibu.


" Kak sadar!, jangan seperti ini, bisa bisa aku lepas kontrol Kak,hem...oh."


"Aku menginginkan mu By, lepas ya?", jemari Rey hendak melepas celana boxer milik Aby.


"Jangan Kak, sadar Kak".


Rey tak mengindahkan kata Aby bahkan saat ini seolah dirinya tersesat ingin meneguk rasa nikmat sesaat itu.


Rey ingin segera masuk dalam rasa itu namun rasa sakit melanda miliknya, Aby tak kalah kelabakan saat miliknya juga terasa perih.


Rey kemudian pingsan, Aby makin panik di buatnya,ia berlari mengakat tubuh Rey ke dalam kamar miliknya,setelah Aby memakai bajunya kembali sedangkan Rey ia tutup dengan selimut nya.


" Rey bangun ", Aby memberi minyak kayu putih di pelipis kening Rey serta di tengah hidung agar terhirup dan membuatnya sadar, Aby memijit seluruh kaki dan tangan Rey sambil ia gosok.


Rey lamat lamat terbangun dan meminta agar Aby tidur di sampingnya.


" Just sleep oke!'.


" Hemmm..." Rey mengaguk kepalanya tanda setuju.


-


-


Ke esokan pagi Rey bangun terlebih dahulu,menatap telapak tangan yang melingkar pada pigangnya serta nafas hangat menerpa di wajahnya.


Rey mencoba mengingat peristiwa semalam yang ia kira hanya mimpi saja, ia tersenyum sembari meraba wajah Aby.


" Pedo fil,Rey kamu gila mempermainkanya" ucapnya berbisik dan menyembunyikan wajah di dada Aby.


Aby yang berpura pura tertidur menjadi tersenyum juga dan mengeratkan pelukan tubuhnya," hemm... kau yang ku kira ga y tak tahu malu dan sok berani ternyata....ckckckck...sekarang lihat wajah yang sembunyi ini milik siapa?.Virgin!!, dalam mimpi pun aku tak mengira, maaf ku kira kau lelaki setengah wanita yang telah ter..., ah kotornya otakku" Aby berbicara dalam hati bahkan wajahnya yang tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya.


Rey kemudian melepas kedua tangan Aby yang melingkar di pinggangnya dan hendak pergi ke kamar mandi.


" Hei...kau mau ke mana Baby, bukankah hari ini kita sama sama tidak mempunyai jadwal job?". tanya Aby seolah tak rela jika pelukan nya di lepas.


" aku...aku...mau itu?".


" Jangan random seperti itu, atau jika di perlukan kita ulang kembali peristiwa semalam dan biarkan aku yang di atasmu bagaimana? ".Aby tersenyum kembali meunjukan baby fase miliknya.


" Aku ingin pee..,bukan hal random itu, ah...kau". Rey berjalan meninggalkan selimut miliknya dan terkejut melihat tubuhnya polos tanpa benang, wajahnya kembali random.


Aby yang melihat itu tersenyum dan melihatnya dengan sangat antusias hingga bentakan itu mengagetkanya.


" What your looking to eyes, damt..ah ****"


" Sorry " Aby kembali tersenyum senyum sendiri.


Rey berlari ke kamar mandinya dengan cepat menahan rasa perih di dalam sana akibat kelakuanya semalam.


" Jangan mengeluh Rey, itu salahmu sendiri ah... bahkan sesaat itu telah melepaskan milikmu, jangan mengeluh bahkan rasa pukulan itu lebih sakit, fight Rey ". Di dalam kamar mandi itu Rey mengguyur kepalanya di bawah shower sambil berbicara sendiri. " This is what you want!,jadi hentikan keluhanmu".


Setelah Rey ke kamar mandi miliknya Aby kemudian ke kamarnya sendiri setelah merapikan ranjang hangat yang semalam ia tiduri bersama kekasihnya.


Aby sangat bahagia bahkan seolah seluruh cahaya rembulan terpupuk di wajahnya, seusai ia mandi dan berbenah ia kemudian turun ingin memasak sarapan pagi ini untuk semua.