
" Aku bisa gila..., apalagi melihat tubuh kekarnya, Sebenarnya dia itu cewek apa bukan sih, brrrr.... gemes deh ah lihatnya, bahkan semakin aku dekat dengan dia perasaan ku jadi naik turun bagai roler koster, Ya tuhan katakan siapa yang salah dalam mencinta..bahkan perasaan hawatir mencinta sesama jenis hilang saja dari angan angan ini" batin hati Aby saat ini.
"Jauh jauh dari hadapanku, tatapanmu membuat eneg ingin muntah"!. Albertina menyingkirkan kedua tangan Kiko yang berpaut di pigangnya saat ini.
" Ah...Mommy kejam sama Pappy, aku cuma ingin peluk" tutur Kiko membalikkan arah tubuhnya jadi saling memugungi.
" Aku tuh gak suka bau tubuhmu, sana...."
" Ya sudah kalau gitu aku pergi nih" ancam Kiko bangkit dari ranjang besar dalam ruangan tidur yang sudah temaram efek lampu tidur masih menyala.
Albert tak menghiraukan Kiko rasa dongkol masih memenuhi dadanya belum lagi rasa hampa mengingat Aby saat ini sudah tak di rumah ini.
" Mommy doakan semoga engkau bahagia Sayang, Mommy hanya berharap kau jadi sukses dan tak seperti kata Pappy mu saat ini, Bengkok', apa maksudnya dia? jelas jelas Aby bukan pecinta sesama jenis, Rey itu perempuan !, apa mereka tak melihat gunung kembar yang terpampang jelas pada dadanya, ya...walau ukuranya sangat mini copel, emang sih cara berpakaianya seperti lelaki tapi itukan tuntutan kerja. pada hal Rey itu anak yang baik sejak di tinggal kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan dia mampu menghidupi kedua adik kembarnya belum lagi menyekolahkanya merawatnya dengan penuh kasih sayang, salud Mommy lihatinya tapi suami bejatku malah berargumen gak jelas, lelah lelah"!. batin dan fikir Albert mengelana tak karuan hingga teriakan dari suaminya membubar bariskan lamunannya.
" Mommy....., tega ya sama Pappy " Kiko menghentakkan kedua kakinya di lantai bergantian seperti anak kecil meminta permen pada bundanya "hemmm... gak rela di cuekin, Mommy ..." Kiko megoyang goyangkan tubuh istrinya dengan pelan.
" Nauzubilah ni orang kelewat banget, semoga saja anak dalam kandunganku tak seperti Pappy nya, manjanya Amit amit tuju turunan" gumamnya dengan lirih pada dirinya sendiri. " Hemmm dasar Aleman, biang kerok masalah" ucap ku kembali.
" Mommy malah ngeledek Pappy, aa ....😠gak rela di giniin" sentaknya sambil menangis kejer.
" Kamu aja tega misahin anak dan ibu, sekarang giliran aku pisahin kamu dari baby yang ada dalam perut aku" Albert kemudian memugungi suaminya dan terlelap lena dalam buaian mimpi.
" Ya ampun di tinggal bobok lagi, jadi bumerang sendiri ni hati, Sebenarnya siapa yang hamil sih kok aku yang jadi sensi gini"!.batinya Kiko melihat istrinya kembali tidur. " belum juga larut malam, baru jam 21.15 mataku kok jadi ikut ngantuk sih?".
Akhirnya setelah drama sensian Merekapun terlelap dan saling memeluk terbuai mimpi.
Tok...tok...suara pintu kamar Asya terketuk untuk ke sekian kalinya. tok...tok...tok...
Asya mengulurkan kedua Kakinya ke atas lantai berjalan membukakan daun pintu yang terketuk oleh tamu malamnya.
Cklek....
" hai cinta, malam ini aku yang akan menemani tidurmu, tenang aja situasi sangat kondusif" ucap Eric mendorong tubuh Asya mundur, menutup mengunci pintu yang sudah ia lewati.
" Aku merindukanmu" bisiknya di sebelah telinga Asya.
"Kak...nanti ketahuan Mommy bagaimana?". elak Asya agar lepas dari pelukan Eric.
" Tenang aja cantik andai kata Kakak di suruh menikahimu saat ini juga Kakak siap kok" balas Eric.
Melihat pujaan hati di hadapanya membuat tubuhnya ingin saling berdekatan tanpa ada jarak atau sepasi sedikitpun. bibirnya tak kalah manja menyesapi rasa manis di bibir lawanya, tangan Eric juga tak mau diam dalam persekian detik sudah melepaskan balutan baju di tubuh Asya, penutup dadanya sendiripun lepas entah kemana, Erik membaringkan tubuh Asya di atas ranjang. setelah pautan bibir di seluruh tubuh Asya Eric mengeluarkan senjatanya dalam bokxer tanpa ia lepas semua.
" Ah...nikmat Asya, tapi baru ujung ini"
" akh....sakit Kak" pekik asya merasakan miliknya melahap senjata Eric .
" Sabar dulu ya baru juga separo milik Kakak tenggelam,dan auwh..nikmatnya Asyaku" Eric menekan kembali bokongnya hinga semua tenggelam di milik Asya.
Bersambung ya, jangan lupa like komen di bawah,Trimakasih juga sudah mau baca karya aku,