Love Tragedy

Love Tragedy
Episod 21 Reaby



Pagi itu setelah Aby mengetahui bahwa Rey seorang perempuan hatinya kian berbunga bunga,pada hal selama ini ia menyangkal rasa sukanya,ia takut menjadi tak terarah.


Sudah di cap lelaki payah oleh Kiko sang Ayah, belum lagi penyuka sesama jenis. Aby berulang kembali memikirkan rasa sukanya terhadap Rey yang ia anggap lelaki jadi jadaian, hem namun nyatanya dia seorang gadis bahkan semalam sudah ia perawani,eh salah tanda kutip Reylah yang berusaha memperjakainya,walaupun adiknya belum terpuaskan bahkan rasa perihlah yang mendominasi keduanya.


Pagi ini dengan senyum ceria miliknya Aby malah memasak segala isi yang ada di dalam lemari pendingin,sebagai rasa suka citanya.


Begitu lah Aby,jika di titik terendah dia bisa menangis sejadi jadinya,maka di saat rasa bahagia membubung di hati maka rasa positif mendominasi dan rasa ingin berkreasilah yang akan ia luapkan.


Pagi ini di meja dapur penuh dengan masakan Aby,ada roti bakar,ayam kecap,nasi goreng,salad sayur,salad buah,sepageti, bahkan mejanya hampir penuh oleh karyanya.


Roni dan Rima takjub melihat meja yang penuh dengan hidangan.


" Pagi Kak Aby, sepertinya ada pesta besar pagi ini?". Roni berkata sambil mengambil kotak bekal miliknya dan adiknya.


" Wah Kak Aby masak banyak, bolehkah Rima ikut sarapan?".Rima kemudian mengambil peralatan makanya dan ia susun rapi di atas meja.


Tak lama Tyo dan Eric keluar dari kamar tidurnya.


"Hai adik ku sayang, rajin amat. Gila sepagi ini sudah berbagai hidangan kau masak?, membuatku jadi lapar!". Tyo berkata di samping Aby sedangkan tanganya ia lingkarkan di kedua bahu adiknya itu.


" Ckckck, mimpi apa aku semalam,si bongsor masak banyak,layak di makan gak ni?". Eric mengejek plus memuji bakat adiknya, tangan Eric mengambil sedikit makanan itu dan mencicipinya.


" Kalian menginap di sini?,lalu bagaimana dengan Mama Albert dan Daddy Kiko?, apa Nenek juga memperbolehkan?".Ujar Aby sambil mencuci peralatan masaknya.


" Tenang saja sebentar lagi kita akan memiliki adik lagi jadi mereka sedang konsentrasi menjaga Mama selama masa kehamilan!'. Terang Tyo.


" Kita bebas". Eric tak mau kalah akan hal ini. " BTW ada acara apa sih kok masak segini banyak?, mau hajatan lo?".


" Enggak cuma lagi suntuk aja, dari pada kagak ada kerjaan". Bohong Aby yang tertangkap mata Eric kala muncul senyum tersembunyi itu muncul.


" Lo gak ngeracuni kita kan?, awas aja kalau kita di buat sakit,bakal gua kutuk keturunan lo tujuh turunan". Ujar Eric. " Nih kita kekaparan soalnya semalam kerja parodi".


Roni dan Rima terpana melihat ketiga pemuda kembar ini baradu debat di depan mereka,apalagi ketampanan di wajah mereka sama.


Eric dan Tyo terbelalak tak percaya dengan perkataan Aby pasalnya selama ini dialah yang anti dengan adegan fisik,jangan kan Gym lari sepuluh meter aja sudah ngap


ngapan.


" Serius lo, sejak kapan lo jadi beda gini, yakin lo adik gue?".Sahut Tyo.


Eric menggelengkan kepalanya seolah tak percaya kemudian berbicara pada Roni dan Rima. " Apakah kalian juga kembar seperti kami?. Kakak tahu kalian takjub pada kami bahkan wajah kalian terlihat sangat antusias!".


" Apa ia Kakak Kakak ini kembar, kok tiga?, apakah kalian di dalam perut juga bertengkar dan pukul pukulan?".Tanya Rima.


" Apakah kalian juga saling memaki jika sedang bertengkar seperti aku dan Rima? ". Tanya Roni.


" Ia, di rumah ini ada peratura yang pantang di larang, salah satunya di larang mengumpat dan berkata kasar. Cih..pada hal kalau Kak Rey sudah kesal dia orang pertama yang mengumpat walau dengan suara pelan tapi kami mendengar ".Rima menjelaskan sambil memasukan roti bakar dalam mulutnya.


" Di larang keras boros atau kami di jual pada toko kami membeli jajan!". Kata Roni seketika membuat tawa Tyo, Eric menggelgar kecuali Aby yang hanya tersenyum.


Abypun mendekat ke arah kedua anak kecil itu," Simpan ini, belilah sesuai keperluan kalian,membeli boleh boros jangan oke?". Aby menyerahkan uang dua lembar merah pada mereka berdua.


" Tidak Kak uang yang kemarin masih banyak,jangan buat hukuman kami bertambah" ucap Rima dan di setujui Kakaknya.


"Ayolah jangan menolak pemberian Kakak". Aby yang tak menerima penolakan memasukkan uang itu ke dalam tas kedua nya.


Tak berselang lama Rey turun dari kamarnya yang berada di lantai dua dengan langkah agak sedikit mengakang karena rasa risih dan nyeri di ujung pangkal pahanya. wajahnya pun sedikit meringis.


" Hai kau baik baik saja Rey? ", tanya Tyo.


Eric yang merubah pandanganya ke arah Rey jadi tersenyum, ia tahu kenapa jalanya seperti itu, bahkan di otaknya sudah penuh dengan Asa wanita nya. " Ternyata dia meminta ikut Gym untuk semua hal ini,dasar Aby diam tapi menghanyutkan".