Love Tragedy

Love Tragedy
Memperhatikan!!.



Pagi pagi buta Rey pulang dari tempat kerjanya waktu setempat masih jam 02.30 dini hari. Rey melempar jaketnya sembarang arah, berjalan menuju arah dapur membuat air teh hangat dalam mug bergambar foto keluarganya untuk ia minum, sambil menenteng mug ia mengecek kamar tidur kedua adik kembarnya.


Cklek....pintu pun terbuka melihat lagi kedua adiknya sedang tertidur lelap, ada ribuan rasa damai dalam hati Rey. ia meletakan cangkir mugnya pada narkas sebelah kepala Ranjang. Rima dan Roni sembunyi di balik selimut dan ranjang masing masing yang bersebelahan.


" Kakak doakan semoga kelak masa depan kalian cerah dan segala apa cita cita kalian tergapai" ucap Rey mengusap pucuk kepala adiknya lalu mengecup nya penuh sayang satu persatu. Rey kemudian pergi dari kamar adiknya dan masih membawa cangkir mugnya untuk ia habiskan dalam isinya, " Teh hangat ini membuatku semangat kembali, ku harap kalian juga mendoakan aku walaupun kalian sudah tidak di dunia ini Pa Ma. berikan ratusan bahkan ribuan penyemangat hidupku walaupun dalam mimpi mimpiku". tutur Rey menatap bingkai foto besar keluarga miliknya tertempel pada ruang dinding .


Rey kemudian mematikan semua lampu dan naik ke lantai atas.


Aku kini tak sendiri ada dia di depan kamarku, walaupun aku sering menjahilinya dan mengambil ke untungan setiap ada kesempatan tapi dia tetap tak pernah marah dengan sungguh sungguh, aah ... aku jadi ingin menghampiri nya sejenak. batinku pun berkecamuk, maju mundur dengan rasa ragu dan malu.


Cklek... Akupun akhirnya membuka pintu kamarnya karena tak kuat akan godaan, ku tatap wajah polosnya yang terlelap dan mencari kehangatan di balik selimut tebalnya.


" Maaf meganggumu, aku hanya ingin mensuportmu walaupun saat ini lo terlelap dalam mimpi, jujur aku menyukaimu tak perduli apapun kekurangan lo, tetaplah semangat jalani hidup lo, jadikan motifasi hidup semua makian Papa lo yang gak ada ahlaknya, apapun masalah yang saat ini ataupun nanti lo hadapi ingat gua di sisi lo." ucapku dan mengecup keningnya. " bodohlah orang bilang aku cewek agresif, karena aku paling tidak suka hal yang terlalu di tutupi, aku lebih suka apa adanya" batinku lagi. Akupun akhirnya masuk dalam kamarku sendiri dan mengistirahatkan tubuhku setelah membersihkanya.


Aby membuka kedua pelupuk matanya tadi dia hanya berpura pura tidur pada hal dia habis mengambil air minum di dalam dispenser yang terletak di dapur sebelum kepulangan Rey.


" Aku berterima kasih banyak atas rasa yang kau punya terhadapku Rey, tapi Maaf aku bukan pecinta sesama jenis. sekarang malah sikapmu tambah semakin manis ke aku, aku jadi bingung mesti bagaimana bersikap" batinku lalu melanjutkan mimpi yang sempat terjeda.


Ke esokan pagi Rima dan Roni masuk dalam kamar Rey dan membangunkanya.


" Kak...bangun, siang Kak nanti kami bisa telat ke sekolah" ucap mereka bergantian sambil megoyang goyangkan tubuhku yang berlindung pada selimut winny the pooh kesukaanku.


" hemmm...jam berapa sekarang Sayang? tanyaku pada kedua adikku.


" jam 6.10 pagi, ayo Kak bikinin kami sarapan, kami sudah membuat minuman hangatnya" kata Rima menarik selimutku.


Akupun terduduk sambil berkata" Nyawaku masih kembali 50% sabarlah dulu" dan di ikuti oleh mereka secara bersama karena hampir tiap pagi aku mengatakanya.😊, baiklah minggir kalian Kakak mau ke kamar mandi dulu. lima menit kemudian akupun turun ke dapur dan memasakan mereka, nasi goreng sosis dan beberapa lauk yang praktis seperti telur dan naged. " Makanlah" ucapku pada kedua adikku.


" Boleh aku bergabung Kak?". tanya Aby yang sudah berpakaian lengkap anak SMA, mengingatkanku kembali bahwa dia masih remaja tak seperti ku yang sudah sedikit dewasa. " Kok melamun sih?". ucap Aby kembali.


" ia cuma mengambil rapot dan ijasah kelulusan setelahnya aku pulang ke rumah". jawab Aby.


"Bukankah sekolah lo deket dan searah dengan adikku? bagaimana jika kita berangkat bersama".


" Ia Kak Aby sekalian kencan dengan Kak Rey" celetuk Roni.


" Jika kalian ingin berpacaran kami merestui kok Kak" kata Rima yang tak mau kalah.


" Ha...." akupun terheran oleh kata kata kedua adikku." kalian masih kelas 6 SD,baru juga naik eh ngomong nya, ya ampun adik adik Kakak"!.


Mereka cepat cepat sarapan paginya dan menuju mobil Rey yang di fasilitasi oleh kantor.


" Kak Rey' Aby ikutan boleh?".


"Apa sih yang gak buat lo, tapi duduk di depan aja ya, soalnya dabel R itu gak bisa dipisahkan.


" ok' siap" jawab Aby.


Tak lama setelah mengantar kedua adiknya Rey mengantar Aby juga.


" Trimakasih ya Kak Rey, nanti gak usah jemput aku, aku bakal nebeng sama Kak Tyo" pesanku padanya.


****


Bersambung gaes, Trimakasih banyak sudah mau mampir ke sini, salam sehat selalu