Love Tragedy

Love Tragedy
Episod 17. Aby dan Rey.



Setelah lama vakum dengan berbagai alasan akhirnya gua lanjutin ni cerita sampai 100 episod lebih semoga banyak yang suka ya. Semoga banyak pembaca yang mau koment di sini ya gaes.


Rumah yang Rey cat dan bersihkan menjadi lebih indah dan nampak asri, beberapa pot bunga ia singkirkan dan ia jadikan satu di kelompok bunga, sedangkan halaman kecil dengan pohon mangga yang selalu berbuah lebat ia buatkan ayunan untuk kedua adiknya. Selain itu setiap jalan setapak yang berada di kebun belakang ia belikan beberap pohon buah cangkokan seperti leci, kelengkeng, sawo dan masih banyak lainya tak tagung tagung koceknya ia gelontorkan untuk tanaman itu.


Suasa yang sepi di rumahnya setelah semua pergi ke sekolah benar benar ia manfaatkan untuk menata ruang halaman dan rumahnya,bahkan Rey tak tagung tagung membenahi semua atap gasebo belakang rumah ia cat sedemikian rupa.


"Pak Rambo bawa saja semua peralatan dapur dan beberapa kursi serta semua prabotan di sana yang sudah tak seberapa layak dan ini untuk Pak Rambo!". Rey memberi beberapa lembar uang ke Pak Rambo.


" Ini semua untuk saya ning, barang barang ini masih bagus kenapa ning buang?, tapi ya sudah berarti ini rejeki untuk saya dan anak anak". Kekeh Pak Rambo, pada hal nama sebenarya Joko tapi karena perawakan hitam dan besar gempal, Rey memanggilnya dengan Rambo.


Tak teras jam bergulir siang Rey bergegas mandi membersihkan tubuhnya dan segera menjemput kedua adik kembarnya.


Selesai ritual mandi Rey memakai jubah mandinya dan berjalan ke lantai bawah mengambil air minum pelepas dahaganya.


Kedua paha mulus dan putih terpampang jelas karena jubah mandinya sangat pendek sekitar satu jengkal dari atas bok'kong.


" Busyeet ngiler ngiler dah gua kalau seperti ini, ah si AA ikut bangun lagi, sadar Tyo dia milik adik lo bukan milik lo!". Tyo melipir dan menghampiri Rey dengan wajah tengilnya.


" Setan lo, bagaimana ceritanya lo masuk sini, semua engsel pintu gua ganti dengan kartu dan gua pasang alaram, bisa bisanya lo nylonong kemari!". Rey menyibak ke belakang rambut berpotongan bob tersebut dengan wajah terkeju.


" Hi...hi..hi... Maaf, justru yang begituan memudahkanku masuk dari pada kunci manual,lo tau otak gua bahkan darimana otak adik gua turun ya dari gua lah".


" Lo sendiri?".


"Gak' Eric dan Aby sedang belanja ke Alfatrimi gantikan pasokan makanan lo yang semalam kita pakai pesta".


" Oh.., ya sudah gue mau ngejemput adik adik gue dulu ya".


" telang?".


" Ya elah otak lo,' noh si jonomu ikut bangun, kamar mandi taukan tempatnya? ". Rey naik ke lantai dua dan memakai pakaian lengkapnya.


Eric dan Aby kemudian masuk dan membawa barang belanjaan miliknya, belum lagi irfan yang membawa beberapa Laptop serta anak buahnya juga membawa berkotak kotak alat sepeti kabel,cctv, ac dan alat pemasangan wifi.


Rumah yang tadi sudah bersih dan kamar yang sudah Rey renof menjadi berantakan kembali, Rey berencana tiga kamar akan ia sewakan dan di atas untuk ia tinggali toh di sana juga ada tiga kamar lainya,satu untuk Rey,satu Aby dan satunya untuk adik kembar kesayanganya.


Rey keluar dari kamarnya setelah memakai kaos hitam dan celana jins belelnya tak lupa topi kesayanganya.


Rey tercenung melihat ke lantai bawah ramai orang dan tampak berantakan.


" What the ****...it's damt". makinya dengan kencang. " Tyo....!", teriaknya memanggil.


Tyo yang sedang enak enakan memanjakan AA dengan sentuhan serta sabun di kamar mandi jadi terganggu oleh suara panggilan itu, hingga tak melanjutkanya.


" Damt', apa sih cewek kok bar bar gitu, jadi hilang minatku padanya". batin Tyo kemudian keluar dari kamar mandi dan menuju arah panggillan itu.


" Hei kalian ingin membuat bascamp di rumahku, oh...oh.. kurang miskin apa aku ya Tuhan, pada hal kamar itu ingin aku sewakan bukan untuk ini, kalian tahu aku ini fakir miskin anak yatim piatu dan bisa bisanya kalian berbuat ini pada ku?". Rey yang tadi marah merubah siasatnya menjadi wanita menyedihkan.


" Berapa yang kau inginkan cepat katakan jangan tunjukkan wajah menyedihkan mu itu" ,Sahut Tyo mengintrupsi keluhan Rey.


Rey mendekati Tyo dan membisikan harga, " lima puluh juta setahun lain dengan listrik dan wifi serta biaya pemeliharaan lainya, tak luput makan dan tidurmu" Rey tersenyum penuh.


" Kau ingin memerasku untuk ketiga ruang kosong itu?". Tyo mendengus kesal.


" Oh ayolah kau bilioner uangmu tak akan habis supuluh keturunan tujupuluh tanjakan dan seratus prosotan, kasihanilah fakir miskin ini". Rey tersenyum semrik menyembunyikan akal bulusnya.


" Baik baik hentikan rengekanmu seperti wanita kurang belaian itu dengan syarat tak ada batasan waktu dalam aku bekerja dan juga kawasan bawah ini jadi kantorku sekarang!". Tyo duduk di sofa pajang dan melipat kaki yang kemudian ia tumpukan begitu pula kedua lengan yang ia apitkan di depan dadanya. mode Big Bosspun ia tunjukan.


" Ok deal", jawab Rey memberikan tangan kananya untuk menjabat tangan Tyo begitu pula Tyo, mereka berjabat tangan dengan kuat akan tetapi Rey mempermainkan Tyo dengan mengelus telapak jemarinya menggunakan jari telunjuk Rey dengan lembut, alhasil AA kembali bangkit dalam pangkal paha Tyo,Tyo berlari kembali ke arah kamar mandi sambil menggeram. Rey tersenyum melihat kelemahan temanya itu.


Di sisi lain Eric dan Aby memandang dengan wajah bingung, akan tetapi Aby cenderung ke arah jutek dengan hati yang mendidih.