
Nahkan akhirnya banyak yang sukaππ lope lope dah,mampir juga ke karayaku satunya, Aku kamu dan dia, kalau bagi pemula yang baca ini baca juga novel ketiga si kembar, dannjuga maaf pengetujanya masih dalam pembenahan, ibarat belahar tinggal nunggu nilai masih di gantung. ya sudah cus aja baca karya yang ini. selamat membaca πππ.
Setelah ritual makan bersama Oma Maria dan Opa Ridho si kembar ke kamar mereka masing masing.
"Oma habis makan ini Eric mau ke kantor Papa ya?, kasian Papa kerjaanya numpuk dan gak ada yang bantuin".
"Ia sayang hati hati ya di jalan,tapi sebelum kamu ke sana selesaikan dulu tugas sekolah mu!". Kata Maria.
" Siap Nyonya Ratu yang cantik dan bijaksana sekarang Eric cucu kesayangan Oma ke kamar dulu ya".Eric mengeser kursi yang ia duduki dan berangsur ke kamar tidurnya.
"Tyo juga Oma,mau ke kamar". Pamitnya begitu pula di susul oleh Aby. Maria melihat ketiga cucunya berlalu pergi meninggalkan ruangan meja makan.
" Pa tak terasa cucu kita sudah semakin besar ya, tak terasa mereka sudah lepas dari buaian kita, waktu seolah begitu cepat".Maria.
"Ia Ma tak terasa juga uban kita semakin banyak dan wajah ini semakin berkeriput,belum lagi gigi bergoyang dan terakhir gerak tubuh kita sudah mulai melambat". Ucap Ridho.
"Tapi rudal Papa tetep aja gedenya, dan jika di bandingkan gerutuanmu yang tak sesuai itu membuat aku semakin malu". Gurau maria.
" Kalau tanpa penunjang mana bisa seperti itu Ma' biar di kata olah raga tiap hari". Balas Ridho.
Mereka pun tertawa cekikikan mambahas sesuatu yang sangat radom di atas meja meja makan,tapi justru hal inilah menjadi bahan candaan penyemangat hidup tua keduanya.
Di kamar Eric terjadi sedikit ke gaduhan perebutan kunci motor di antara ke tiganya.
"Ayo Bi tangkap"!. Ucap Tyo melemparkan kunci motor, Abipun dengan siaga menangkapnya.
"Apa sih mau kalian?", bentak Eric.
"Sudah kita bilang,elo boleh ke tempat Bokap asal mulut lo di saring dan di filter supaya tidak bercerita rahasia kita ke Dad". Bentak Tyo.
Eric berlari mengambil kunci itu di tangan Aby tapi dengan cepat Aby melemparkan kembali ke arah Tyo dan di tangkapnya.
"Kalian ini, jangan buat aku emosi tingkat naruto!", bentak Eric.
"Promise for as,jangan jadi ember macam emak emak di pasar", kata Tyo dan di anggukin oleh Abi.
" Hem...you right brother" sambil Aby mengagukan kepalanya.
Di saat mereka asik berdebat HP milik Eric berbunyi dan sangat nyaring.
"Diam dulu" ,ucap Eric membentak kemudian mengakat dan menyambungkan sambungan teleponnya. Eric menempelkan jari telunjuknya di bibirnya menyuruh supaya kedua saudaranya diam untuk sesaat.
"Hallo calon istri, ada apa menelpon kanda".πdengan senyum bahagianya dia menjawab sambungan telpon miliknya.
"Iih Kakak jangan panggil aku gitu donk,malu tau". jawaban Asya, "Kak siang ini kekantor Papa gak?".Tanya nya kemudian.
"Ih.. mesranya manggil calon mertua dengan sebutan Papa,jadi berasa sudah nikah aja kita.π". Emuah Eric memberi ciuman pada HP miliknya sendiri.
"Ka...k jangan gitu ih ntar aku tembak tau rasa atau ku panah jarak jauh bisa mati di tempat baru nyahok". Asya membalasnya dengan jantung yang terpompa tak karuan merasakan hati yang sedang berbunga bunga.
"Jangankan di tembak dan di panah, di sakiti oleh rasa rindu tak bertemu denganmu pun sudah sering aku laluiπ, apa lagi kalau ada turnamen luar negeri atau luar kota tanpa mengajaku sedih dinda", keluhnya.
Membuat kefua saudara seolah ingin muntah saat itu juga. Abi dan Tyo saling berbisik.
"Dek sabar kita itu sedang ngontrak saat ini, jadi siap siap jadi obat nyamukkek,ojek online atau pengirim bahan kontruksi". Bisik Tyo di telinga adiknya dan Abipun tertawa ngakak.
" Ya itukan salah Kak Irfan,katanya biar kak irfan saha yang mengantar, jadi ya gak bisa ajak Kak Eric, terus bagaimana bisa gak jemput Asya ke rumah sekarang? ".
Eric tak menyia nyiakan kesempatan di deoan mata, "Siap calon istri tercintaku", rayunya hingga membuat Asya makin tak karuan dengan rasa di dalam hatinya saat ini. " Sepertinya besok Asya akan ke dokter jantung cek up, lusanya baru tanding".
"Lho memang kenapa?, sekarang lagi sakit gak enak badan atau bagaimana cerita saja sana Kakak". tutur Eric.
" Gak juga sich ini ,Kak tiap kali aku deket sama Kakak Eric jantungku jadi berdegup kencang dan gelisah hingga keringat dingin keluar dari tubuhku bahkan wajahku bersemu merah". ucap Asya dengan Polos.
"Ya sudah gak usah ke dokter sakitmu itu obatnya ada sama aku,tenang saja aku lebuh tahu dari pada dokter ituπ", mata elang Eric berganti menatap dua saudara yang meledek ke arah kedua saudaranya saat membentak keras secara bersamaan.
" Virus cinta itu Asya.. ". ucap Tyo dan Abi bersamaan yang menguping pembicaraan mereka kemudian tertawa cekikikan.
" Dasar lu ya, jahara tenggelam saja dalam sungai ", maki Eric yang kaget ketika teriakan mereka memekakan gendang telinga miliknya.
Asya yang tersipu langsung mematikan sambungan telponya kemudian men chat sebuah pesan karena tak ingin melanjutkan pembicaraan.
"π¨Aku tunggu di rumah, cepatlah ke mari
atau Kakak Irfan saja yang mengantarku."
Eric kemudian membaca pesan itu dan membalasnya.
"π© Sabar sayang 15 menit Kanda sudah sampai di rumah Dinda".
Eric mengejar Saudaranya ke kamar Abi yang sedang mengetik surat perjanjian.
"Baca ini dan tanda tangani,setelah itu baru kami berikan kunci motormu". ucap Tyo dengan tegas.
Eric membaca lembaran kertas itu dengan sangat hati hati sebelum membubuhi tanda tangannya.
Isi suray perjanjian.
Saya berjanji akan menutup mulut dan tidak mengumbar apa yang sudah kami ketahui dari saudara kami bertiga terutama rahasia skill masing masing dan bila ada salah satu dari kami yang ingkar, maka saya berkewajiban memberi uang jajan sebesar 10 juta di bagi 2 setiap bulan selama sayu tahun.
itulah isi perjanjian itu.
"Kak Tyo ini perampokan namanya, gaji aku aja sama Daddy cuma 12 juta perbulan"!. bisa kere aku".Maki Eric.
"Makanya jaga omongan elu.Cepat tanda tangan'. ucap Tyo dan Abi bersamaan memaksa Eric, yang tidak mau membubuhkan tanda tangannya. Dan dengan terpaksa Abi mengambil ibu jari Eric yang sudah di sahut paksa lenganya oleh Tyo.
" Kak lepasin ancrit", maki Eric. "Sekarang aku tanya?,kalian juga tanda tangan gak di kertas seperti itu?".
" Kami sudah tanda tangan ini lihat". kata Abi.
"Ya sudah kalau begitu mana kunci motor aku"?. Eric menautkan kedua alisnya meminta paksa.
"Ya di atas meja belajar mu sableng". Ucap Abi.
"Bodohnya aku gak periksa dulu ke dalam kamar, dan akhirnya terperdayakan aku!". batinya dan berlari ke kamar mengambil kunci motor lalu mau menjemput gadis pujaan hati. "Ah yang penting sekarang jemput belahan jiwa dulu",lirihnya menuruni anak tangga sambil bersiul ria.
*****
Bersambung sampai besok DDBβββ Author sayang semuaππππ