
Nah aku up date lagi ya, biar episod makin banyak. siapa tau setelah banyak up date baru banyak pula yang baca. selamat membaca ya peopel๐๐๐ . tapinya jangan lupa like komen vote dan share ke teman kalian biar banyak yanh baca.
Setelah Liya membuat pulau di pugung Albert.
Liya kamu bisa gak menghias roti bronisnya biar terlihat seperti kue tart yang asli"!.
Waduh Kak Albert ", bukanya apa yang les membuat kue itukan Kakak bukan aku, gini aja deh aku lanjutin bikin telur gabusnya sama para ART,nah untuk menghias kue urusan Kakak aja ya.
Baiklah jika begitu dan Maaf sudah merepotkanmu.
Hemmm Kakak ini lucu yang ULTAH anakku yang repot malah situ, bahkan dari bayi malah Kak Al yang repot ngurus Asya.
Habisnya semenjak Aku pindah sini anak anak di mansion Mama maria semua, aku juga ingin punya anak cewek Liya". jadi Asya lah yang jadi pelampiasanku hehehe..๐,tawa Albert dengan penuh tanda tanya.
Oo jadi maksud Kakak anakku sebagai boneka mainan, bahkan aku sendiri iri. siapa yang jadi Mamanya?. kalau sama Kak Al aja hari hari di telponin sedangkan sama aku boro boro telpon malah aku yang sering menghubungi Asya. itupun kadang tidak di angkat. hemmm jelous akulah"!!.
Sabar Sayang", kamu mau tahu Asya itu sudah ku anggap menantuku sendiri, tutur Albert membuat Liya terkejut.
Apa"??. kenapa bisa seperti itu dan dan siapa yang jadi pasangannya?. Tyo, Eric atau Abi yang mana beri tahu aku Kak.!!
Nanti kamu bisa lihat sendiri siapa penggemar Asya. Albert menghias Kue Tart itu sebagus mungkin.
tara akhirnya selesai " kata Albert dengan bangga. Liya tolong kamu selesaikan semuanya ya", sepertinya aku butuh istirahat dulu, kepala aku serasa nyut nyutan.
Silahkan Kak " tenang saja semua biar aku yang handel. jawab Liya kemudian melihat Albert ke kamar tidurnya.
Sore harinya merekapun pulang ke rumah Kiko untuk menghadiri acara barbeqiu serta ulang tahun Asya.
Kiko masuk ke dalam rumah melihat rumahnya di hiasi dengan pernak pernik membuatnya geli sendiri pasalnya warna pink megelitik matanya untuk selalu melihat dan terpana.
Jo lihat kelakuan istriku yang mendamba anak cewek sampai sampai anakmu di pakai mainan olehnya"๐
Kadang aku sendiri bingung Bos" sejak kecil Asya lebih betah di sini dari pada di rumah aku Papanya. bahkan sampai saat ini kalau tidak aku larang mungkin dia tak akan pulang ke rumahnya sendiri.
Kamu betul Jody " setiap kali dia menginap sini pasti saja jadwalku menabung di kurangi, istriku lebih memilih tidur dengan Asya. makanya biarlah dia jadi menantuku.
Bukanya apa Bos ini itu masalah hati dan jodoh. aku tak mau jadi Papa yang maksa anaknya untuk menjalani kehidupan percintaanya di bawah tekanan. woles aja Bos, toh kalau jodoh gak ke mana!.
Benar katamu Jo". ya sudahlah aku mau mencari istriku. pamitnya dan memanggil Albert tapi tak ada jawaban kemudian Kiko mencarinya di kamarnya.
ceklek....suara pintu kamar terbuka Kikopun langsung masuk ke dalam.
Ya ampun Sayang ini tuh masih sore baru juga jam empat" kok malah bergumul dengan selimut?. Kiko langsung menyambar bibir mungil istrinya.
Pappy sepertinya aku gak enak body nih, dari tadi perutku serasa di aduk dan bulir bulir keringat dingin berjatuhan.
Mommy sini biar Pap cek" ,Kiko menyentuh kening istrinya dengan telapak tangan tapi normal saja, sudah minum obat masuk angin.
Sudah di kerok sama Liya tadi tapi gak ada perubahan, kalau obat gak ah" Pap tau sendiri aku itu paling gak suka obat.
Kiko mebangunkan istrinya kemudian memangku di kedua pahanya.
Ada apasih"?. atau kita periksa saja ke dokter, ah tidak tidak kita panggil Dokter keluarga laganan kita saja biar ke sini dan memeriksa tubuhmu.
Ia Sebaiknya begitu saja" hari ini aku tak mau ke mana mana Pap. kok tumben jam segini sudah pulang?.
Aaah...jangan mancing harimau tidur Sayang "!. Kiko merasa geli saat istrinya menciumi leher dan tengkuknya serta mengendus aroma ketiaknya.
Kamu kok wangi banget sih Pap".
Mom Pappy belum mandi Sayang ini masih basah keringat bau asem semua". Pappy tadi cepat pulang solanya di bantu Eric. kerjaan yang setumpuk dan segunung jadi cepat selesai.
Mommy heran dengan itu anak, masalah sekolah aja malasnya nauzubilah, tapi kalau masalah kerjaan tok cer. kok sama ya seperti aku.
Kamukan Mommy nya Sayang." Kiko mengecup bibir Albert berkali kali.
Pap ehem ehem yuk!".
Tapi Pappy belum mandi Sayang ".
Kok jadi nafsuan gini, tubuh masih asem gini di bilang harum wah ada yang salah ni dengan istriku." gumamnya dalam hati. Kiko pun pasrah apa saja yang di lakuin istrinya di atas tubuhnya.
Ah...Oh... cukup Beb kamu sudah membangunkan dia yang sedang terlelap. ucap Kiko sambil merem melek matanya kala adiknya masuk ke dalam mulut istrinya.
Ehm...ini di luar ekspektasiku Pap, bahkan rasa pusingku tadi hilang entah ke mana?.
Mom siap ya aku langsung aja". Adik yang tadi menegangpun ia masukkan ke dalam gua gelap nan nikmat, saling manghentak dan mengubah berbagai gaya membuat lagu desah manja dalam ruangan kedap suara tanpa menyadari bahwa Kiko tadi tak menutup pintu kamarnya dengan rapat hingga sepasang mata mengintai di balik pintu.
Eric yang tadi ingin mencari Mommy di kamar lantai atas terhenti setelah mendengar jeritan maut dan ******* manja. rasa hati Eric semakin penasaran apa yang di lakukan oleh kedua orang tuanya hingga matanya ternoda oleh adegan panas sang kedua orang tua lakukan. Eric kemudian turun ke bawah setelah puas melihat dan mengintip di balik pintu.
Malamya Semua kumpul dan berpesta memakan hidangan yang sudah tersedia para Art di sibukan membakar daging,ikan,ayam,serta beberapa sea food lainya. tiga keluarga menjadi satu bercengkerama bercanda dan melepas rindu setelah sekain minggu tak bertemu.
Tak terasa malampun semakin larut pesta ultah Asyapun meriah walaupun hanya pihak keluarga saja yang datang tanpa di hadiri teman teman sekolah nya. Karena Asya adalah sosok yang tidak suka akan keramaian. karena besok hari minggu jadi merekapun asyik dengan acara masing masing.
Kami pulang dulu ya Kak Albert " pamit keluarga Liya dan Jody.
hati hati di jalan ya" ucap Albert dan Kiko. mengantar hingga ke halaman parkir mobil melihat mereka berlalu tanpa terlihat.
Kiko, Albert Mama Maria dan Papa Ridho pulang dulu ya ke mansion kasian Pak supir sudah menunggu dari tadi.
Al kira Mama dan Papa nginap sini !.
Lain kali saja Sayang, hari ini Papa mu ingin cepat pulang dan istirahat.
Ya sudah kalau begitu hati hati Pa Ma. ucap Kiko.
Hingga rumahpun kini menjadi sepi hanya meninggalkan putra putranya dan itupun di kamar masing masing.
Pappy Mommy Eric mau jalan jalan dulu ya mumpung malam minggu malamnya anak muda.
Lha Asya ikut juga"?. kok di belakang mu?.
Ia Mommy Asya pinginlah sekali kali jalan malam mingguan, nanti malam Asya nginap sini ya Mommy!.
Boleh aja tapi Bobok sendiri" malam ini Khusus buat Om ya. ucap Kiko tersenyum nakal ke arah istrinya.
Ok" Om toh Asya sudah besar kok. tenang saja.๐๐.
Baiklah kalau begitu kita jalan jalan dulu ya Mom Pap.
Hati hati di jalan. ucap Albert dan Kiko.
Eric menjalankan Motornya dan berkeliling di kota menyusuri keramain. hingga tibalah mereka di kafe pinggir kafe. memesan minuman sambil menikmati angin laut yang berdesir lembut.
Kak semakin malam suasana sini makin ramai saja ya"?.
Ia Asya yang cantik" karena di sini itu tempat nongkrong anak muda mudi berkumpul apa lagi malam minggu begini". tangan Eric merangkul pinggang Asya dengan mesra dan menyenderkan kepala pada sebelah bahunya.
Kak habis ini kita ke mana?.
Ke apartemen Kakak donk ada sesuatu yang ingin Kakak kasih ke kamu di ultahmu yang ke 17 ini.
Beneran nih" mau kasih apa sih jadi penasaran.
Eric menyetuh jemari Asya dan melingkarkan jarinya bak cincin ia sematkan di jari manis milik Asya.
Setelah menghabiskan minuman dan membayarnya mereka pergi ke Apartemen milik Eric.
Setelah berkendara selama setengah jam kurang lebih mereka sampai di Apartemen mewah milik Eric, menaiki liff ke lantai 27 .
Eric memasukkan kartu ciffnya dan menombol nomor sandi rahasia. pintu pun terbuka lebar.
Masuk yuk Asya cantik." Eric menarik jemari Asya. masuk ke dalam Apartemen nya.
****
Bersambung DDBโ