Love Tragedy

Love Tragedy
Di kamar Rey!



Dengan amarah yang tersulut dan rasa ingin menhantam seseorang, Rey pergi dari mansion Kiko. jangan lupakan saat ini siapa yang ada di sampingnya, Aby kekasih hati yang lama ia idam idamkan. menyusuri jalan dalam gelap malam menuju rumah Rey dua lantai dengan fasilitas lengkap empat kamar dan memiliki kamar mandi masing masing ruang tamu dan ruang dapur yang minimalis, rumah warisan mendiang kedua orang tuanya.


Sesampainya di halaman rumah, Rey membukakan pintu mobil untuk Aby setelah ia sendiri turun dari mobil yang ia kendarai.


" Nah Aby kita sudah sampai ni di rumah Aku, ya walaupun tak sebagus rumahmu sih!".


" Hemm makasih banget ya Rey sudah mau nampung aku, aku janji setelah dapat rumah kontakan atau kos atau apartemen kosong gua bakal pindah dari sini."


" Sudah deh By anggap aja rumah sendiri, atau gini aja lu bayar ja ke gua , itung itung sewain tempat kosong tak terpakai".


merekapun menuju ke lantai dua dan melihat kondisi kamar yang akan Aby pakai, karena tmpatnya lama kosong jadi agak sedikit kotor.


" Kamu tunggu aja di sana biar ku bersihkan dahulu ok' buat dirimu senyaman mungkin" tutur Rey sambil membawa alat kebersihan tak berselang lama ruang kamar kosong itupun bersih begitu pula ranjang dan kasurnya yang sudah ia ganti seprai tak ketinggalan bantal juga guling. sayup sayup Rey mendengar adik kembarnya berbicara tanpa henti, " Aby" panggilnya dari kamar.


Abypun berjalan menanggapi suara panggilan dan di ikuti kedua adik Rey Rima dan Roni tak ketinggalan Aby menenteng tas rangselnya yang besar.


" Maaf kamarnya berwarna pink, jadi kesannya agak gerli" tutur Rey.


" Tak masalah kok Kak, dan trimakasih banyak sudah mau tolongin Aby" jawabnya yang khas dengan gaya sedikit gemulai. Aby menyerahkan uang lima jutanya ke Rey.


" Apa ini By?". Rey terperanggah menerima uluran tanganya dan menerima uang itu.


" Ini uang sewa kamar Aby, Aby tak ingin tinggal secara geratis, anggap saja uang muka" kata Aby sambil menggaruk tengkuk lehernya sendiri yang tidak terasa gatal.


" Baiklah akan aku terima, oh ya apakah kamu punya KTP atau tanda pengenal lainya siapa tahu nanti pak Rt minta data diri elu?.


"Ada" Abypun menegluarkan dompet besar miliknya berwarna merah muda kemudian mengambil data diri miliknya." ini Kak Rey ".


" Bentar aku copy dulu, dan untuk kalian para krucilku kenapa gak tidur ini tu sudah malam!". teriak Rey pada kedua adiknya.


" Hiiii Hore.... Kak Aby tinggal di sini, nanti kita bica main lagi ya! ". jawab Rima dan di angguki saudara kembarnya Roni.


" Nanti kalau ada waktu luang kita main PS ya Kak Aby" tutur Roni.


" Hei...hei....kalian malah asik ngobrol sendiri, nah sekarang malah ikut Si macan ke kamar. Oe...bocil sudah malam ini waktunya tidur untuk kalian, awas besok ketelatan bangun dan terlambat sekolah!."


" Pasti akan aku guyur dengan seember air dingin!". jawab Rima dan Roni bersamaan😊.


" Kalian meledek Ku?". bentak Rey.


" Ia ia Kaaak, selama ini kami tidak pernah kesiangan justru kak Rey yang selalu ketelatan ngantar kita sekolah, yakan Ron"


" Ia Rima kamu betul seratus untuk mu!".


" Ya... mereka M ngolokku!, tidur sana!". bentak Rey lagi.


Hingga akhirnya merekapun menurut dan turun ke lantai bawah menuju kamar mereka masing masing, " Maaf ya By, kurasa beberapa hari kedepan kamu harus terbiasa dengan suara teriakkan ku".


Aby tertawa melihat tingkah adik adik kecil Rey dan sok akrab denganya pada hal ketemu denganya juga baru beberapa kali, itupun kalau ada barang barang yang tertinggal di rumahnya.


" Pakai saja By, dan kamu bisa taruh baju bajumu di lemari sebelahnya lagi, anggap saja ini kamar milikmu". Aby menjawab dengan anggukan kepalanya dan menata baju bajunya dalam lemarinya, Rey menatap tiap gerak gerik Aby dan duduk manis di depan meja rias yang ada di kamar itu.


Cup....


Rey mencium pipi Aby.


"Apa yang kamu lakukan Kak, selalu begitu bertingkah semaumu ?".


Rey hanya tersenyum dan menikmati ciuman itu, " Aku tak tahu kenapa tubuhku selalu respek terhadapmu, melihatmu berdiri di hadapanku buatku ingin menerkammu, berrrr..." Rey menepuk nepuk pipinya sendiri," Ah...sebaiknya aku tak mendekatinya bisa hilaf hati dan tubuh ini" batinya lagi sambil meninggalkan kamar itu.


" Lanjutkan saja, Sebenarnya yang hatiku juga tak menentu terhadapmu Kak, bisa copot jantung ini kau perlakukan seperti itu" batin Aby. " Ingay By kamu lelaki normal, jangan menyukai sesama jenis" batinya menggerutu kakinya ia hentak hentakkan di lantai mencoba menetralisir perasaanya sendiri.


Rey meninggalkan kamar itu menuju kamarnya sendiri yang berhadapan dengan kamar miliknya, Rey kemudian mandi dan mengganti bajunya dengan baju dinas malam ini siap menjadi bodyguard salah satu selebritis yang menyewa jasanya untuk sebuah acara di Club X1, hingga waktu yang sudah di tentukan. Rey keluar dari kamar menuju ruang kerja kecil miliknya yang menjadi pembatas antara kamar tidur Aby. ia meng Copy kartu identitas milik Aby dan ingin mengembalikan ke Aby setelahnya.


Tok....tok...tok...


" By buka pintu nya " pinta Rey.


Cklek....daun pintupun terbuka lebar.


" Ada apa Kak" tanyanya dan melihat Rey mengunakan baju hitam dan celana kulit juga berwarna hitam tak lupa jaket dan topi yang berwarna senada,pres body Rey membuat Auranya semakin kuat sangar dan jigrak menurut Aby hingga jantungnya saat ini serasa akan meledak, sepasang matanya pun penuh damba " ini tuh cewek atau cowok sih, aah sebel bikin cenat cenut otakku" batinya.


" Aku tau saat ini kamu terpana olehku, dan satu lagi melihat tampilanmu begitu membuatku ingin memakanmu" tutur Rey melihat Aby dengan kaos polos berwarna biru dan celana boxer hitam di atas paha belum lagi aroma sabun setelah mandi, dengan handuk kecil di atas kepalanya.


"Makan aku" jawab Aby keceplosa lalu menutup bibirnya dengan kedua tanganya.


Rey mendorong tubuhnya ke belakang pintu dan melumyat bibir Aby dengan bringas, menyesap menggigit kecil mengapsen tiap rongga kala Aby membuka sedikit mulutnya. Mambuat yang di bawah sana menegang. raut wajah Abypun memerah menahan gejolak dalam tubuhnya sendiri.


" Emh...ah...Kak" Aby melepas pautan itu dan tak ingin hilaf.


Rey menatap Arloji di lengan kirinya menujukan waktu 21.00. "Aku pergi dulu ya, titip kedua adikku dan Ini kartu pengenalmu" tuturnya kemudian mengecup lagi bibir sexy Aby." hati hati di rumah".


" Kak ..mau kemana?".


" Apakah lu menghawatirkanku, oh so swet" balas Rey.


" Di tanya malah ...?".


" Aku dinas malam, menjadi satpam komplek" candanya dan terkekeh sendiri, " jika kamu lapar cari saja makanan di lemari pendingin biasanya Bik mindun menyimpankan masakanya di wadah tepak di sana, aku tinggal dulu ya da...."!.


Aby menggelengkan kepalanya melihat Rey pergi hingga tubuhnya tak terlihat lagi.


" Gila...bisa...gila...aku!". teriak Aby dan membanting tubuhnya di ranjang empuk yang sudah jadi miliknya saat ini.


****


Bersambung