Love Tragedy

Love Tragedy
Kangenan



Up date lagi ya,tapi sepertinya masih sepi, pada hal lanjutannya kisah si kembar tiga ada di sini. Ya semoga saja banyak yang tau. jangan lupa like komen dan share, kasih vote juga,hadir mu selalu ku nanti di karyaku.


Sesampainya mereka di rumah masing masing.


"Ya ampun Bi lama betul turunnya,capek nih ngakang di atas motor". Kata Tyo menunggui adiknya duduk di belakang motor untuk ia suruh segera turun dengan posisi mebelakangi pugungnya.


" Sabar Kak ini lagi turun, gak sabar amat ". Abi mengeluh perkataan Tyo


" Bi nanti siang kerjakan PR aku ya?,sore boleh,malam juga boleh,terserah kapan lah yang penting selesai dan besok bisa aku bisa kumpulkan tugas terakhir sekolah ini". Kata Eric memerintah adik nya.


" Taruh meja belajarku aja,tapi jangan lupa transferanya, tanggal tua jadi ngarep nih", Abi.


"Dasar otak encer,gak di pakai otak udang kamu suruh Aby mengerjakan.Kenapa gak lo kerjakan sendiri!".Tyo.


"Biarlah suka suka aku" jawab Erik. Kemudian nenelpon Daddy nya.


πŸ“² tuu...ut" Dad lagi di mana?."


πŸ“±" Daddy sedang meeting,lima menit lagi kamu langsung sini aja, tolong cek kerjaan Daddy di atas meja, tandai jika sudah sih selesai di cek, nanti Dad tinggal bubuhin tanda tangan". ucap Kiko.


πŸ“² "Dad Om Jody di ruangannyakan?". Tanya Eric.


πŸ“±" Memangnya kenapa? di sini yang jadi Daddy kamu itu aku atau asisten Jody sih?". Keluh Kiko di ujung telpon.


πŸ“² " Ya Daddy lah,tapi kan calon mertua aku om JodyπŸ˜€, lagi PDKT nih jadi pepet terus depan belakang". Eric menjawab perkataan Kiko dengan senyum tengil khas milik Eric.


πŸ“±"Ya ampun Anak SMA aja baru mau lulus, kerjaan belum punya, hidup masih di mansion Oma, Kakakmu juga masih jomblo, bisa bisanya minta kawin sekarang.". Jawab Kiko di ujung telepon yang suaranya telah ia load speaker di dalam ruang kantornya, hingga Joy yang duduk di sofa ruang kantor tersenyum sambil megelengkan kepalanya.


"Dasar Buah jatuh tak jauh dari pohonya!" ucap Jody sambil tersenyum😊 berdecih dan menggelengkan kepalanya ke kiri kanan.


πŸ“² " Kakak itu gak jomblo tauk Dad, gebetanya aja artis yang lagi naik daun bahkan mereka sering ngedat." Bisiknya lirih takut jika Tyo mendengar.


πŸ“±"Ya sudah, selesai pulang sekolah langsung ke kantor Daddy ya btw kapan pulang kerumah Mom, dia sangat merindukan kalian ".


πŸ“² " Nanti hari minggu kita mau barbeqiu tempat Mom, kami juga sudah rindu".Kemudia Maria berteriak dari depan halaman rumah.


"Woe... masuk rumah dulu, salam dulu ke Oma ". teriak Maria ke ketiga cucu kesayanganya yang sok sibuk.


Saat kecil hingga remaja ketiga cucunya Ia asuh atas permintaanya dengan berbagai alasan salah satunya, tidak mau mansion sebesar ini sepi seperti tak berpenghuni, apa lagi semenjak eyang buyut Hambali meninggal perasaan Maria serasa kosong,tapi jika ketiga cucunya hadir di sampingnya seolah membuat jiwanya muda kembali,karena Oma satu ini mempunyai karakter jiwa yang enerjik.


πŸ“² "Dad Make up all art itu lagi di gandrungi lho di dunia fasion bahkan Abi itu gajinya fantastic,sekali dapat job panggilan!". Jawab Eric kemudian mulutnya di bekap oleh Abi yang tak ingin rahasianya di kuak.


Aby membekap mulut Eric dan memicingkan ke dua kelopak matanya.


Tyo juga cepat cepat menyahut Hp Eric dan mematikan,takutnya pembicaraanya semakin melebar ke mana mana, terutama membahas hobi Tyo bermain saham dan membuka kantornya sendiri membuat cipta karya geammer yang saat ini juga lagi di gandrungi para kalangan anak muda.


Kiko yang merasa sabungan telponnya terputus hanya bisa berdecih dan menggerutu" Dasar anak anak muda sekarang! ".


Setelah mendengar Oma Maria memanggil merekapun segera masuk ke dalam mansion dan makan siang bersama.


-


-


Di dalam kantor Kiko.


"Siap siap saja kita nikahkan mereka Jody", kata Kiko sambil membaca fail yang akan di gunakan untuk rapat siang ini.


"Gak yakin perasaan ku kalau hal itu Bos,tau sendiri anak perempuanku bagaimana, dia yang punya kegemaran menembak dan bela diri,bahkan minggu depan dia ke luar negeri ikut turnamen lagi,sepertinya tomboynya sebelas dua belas dengan istriku". Sahut Joy.


"Walah ujung ujung juga minta Eric menemani ke lokasi bukanya apa?, yang aku takutkan itu, kejadian lampau kamu dan Liya terulang kembali, kamu mau?". Ujar Kiko yang sudah tak muda lagi.


"Sebenarnya Eric itu mengharap punya adik perempuan Bos,tapi sampai sekarang tak jua Bos bikinkan!".Sahut Jody.


"Bikin tiap malam Jo.Sayang nya sudah berapa kali istriku ke guguran, jadi bilang dokter bikin aja tiap hari tapi jangan terlalu di harapkan biar sang ibu tidak meras setres dan terbebani,kamu tahu sendiri hamil pertama tiga orang".


"Ya sudah Bos ayo kita ke ruang rapat sekarang sudah waktu nya" ajak Jody sang asisten.


Merekapun keluar dari ruangan Kiko dan berjalan menuju ruangan meeting yang sebentar lagi akan di laksanankan,mereka berjalan beriringan membahas apa apa saja yang akan mereka rencanakan,hal itu membuat para pekerja bawahan makin terpesona oleh aura maskulin keduanya.


****


Bersambung biar dikit yang penting up date ya gaes


DDBβœ‹βœ‹βœ‹