
Kak sakit sekali ini anu aku...hu ..hu..ðŸ˜.
Tenang Asya" ni Kak Eric Sudah belikan salep dan obat pereda sakit bohongnya. tanpa sepengetahuan Asya Eric sudah mahir akan pelajaran sek*s dan obat pencegah kehamilan, bahkan selama ini dia searching sama mbah geogle, walaupun perkututnya masih perjaka tapi otaknya telah terkontaminasi oleh hal hal berbau mesum dan tabu untuk di kuak.
Kakak.. mau ke kamar mandi susah jalan.
Eric langsung memeluk dan mengakat tubuh Asya ke tempat yang ia mau.
Sudah belum teriak Eric dari depan pintu kamar mandi sebab di suruh pergi oleh Asya.
Ia Kak". ucap Asya.
Tenang aja Asya sayang setelah pakai salep dan meminum obat semua akan baik baik saja"!. nanti Kakak yang akan pakaikan. Eric menaruh Asya di ranjang bigzisenya dan merentangkan kedua paha Asya lebar lebar untuk ia beri salep. tapi seketika otaknya treveling kembali saat melihat hutan tipis dan dan danau yang berserabut berwarna pink setengah memerah. dengan tangan yang sedikit gemetar ia memesukkan jari telunjuknya di danau itu kemudian memaju mundur kan.
Ahk...uhk...Oh... desyah Asya merasakan nikmat yang tak menyakiti. lanjutkan Kak racaunya.
Eric semakin berinisiatif memainkan lagi yang lainya, menyentuh pucuk dadanya Asya dan memilin serta meraupnya membuat gelenyar di seluruh tubuhnya. menyesap nya dengan penuh rasa haus bak bayi yang menemukan permen karet.
Bagaimana sekarang apakah ini masih sakit sayangku Asya"?. Eric menciumi seluruh tubuh Asya hingga ujung kaki tak tertinggal hingga berlabuh dalam gua itu dan menyesapnya serta memainkan lidahnya.
Asya yang di perlakukan seperti itu menjadi kualahan megelinjangkan tubuhnya dan menjambak rambut Eric membenamkanya di sana.
Ah...Jangan seperti itu Sayang, aku bisa mati kenikmatan.ucap Eric yang sudah merasai dedeknya bangun kembali dan ia tatih serta ia tunjukan ke mana arah tujuanya. kini dedeknya berhasil masuk secara keseluruhan dan ia hentakkan pelan sedikit demi sedikit.
Kenapa rasanya jadi lebih enak yang Ini dan buat aku ketagihan" batin Asya. oh... dan... kemana hilangnya sakitku tadi...akh...Asya bermonolog pada dirinya sendiri.
Eric makin menghentak dan megoyangkan pinggulnya mempercepat sega*manya hingga orgasemee tercapai di dalam sana tenang dan mengaliri anak sungai dengan cairan kental miliknya.
Eric meraup tubuh sek*si Asya menuju kamar mandi dan ia bersihkan tanpa memandang kekasihnya yang menahan rasa malu dalam hati, selesai membersihkan Eric memberi salep pada milik Asya.
Kini mereka sama sama kelelahan tapi sejenak Eric bangkit kembali mengambil obat yang sudah ia beli dan segelas air minum.
Asya sayang bangun dulu yuk minum obat biar milikmu tidak merasakan sakit"!.
Ah.. gak mau Kak Eric pahit"!. jawabnya Asya
Eric tak kalah akal diapun menyuapi dengan mulutnya, sini Sayang, Eric kembali memasukan pil itu ke mulutnya dan ia masukan ke dalam mulut Asya. minum air ini. perintahnya.
Asya hanya mengaguk menuruti perintah Eric.
Anak pintar" pujinya dan mengambil gelas minum itu setelah air nya tandas habis di minum Asya. sekarang kita tidur di Apartemen ini dan besok kita pulang ya.
Ia Kak jawabnya.
merekapun terlelap setelah ronde ke dua dalam penyatuan tubuh di atas gelora noda dosa.
sementara itu di rumah mewah kediaman Albert dan Kiko.
Tyo, Abi, Irfan, kalian lihat Asya dan Eric gak?. tanya Albert dari luar pintu kamar.
Ia deh Mommy cek dulu, bergadangnya jangan sampai pagi ya"!.
Oh ayolah Mom lagian besok hari libur ujian akhir juga sudah kelar tinggal nunggu raport dan ijasa akhir selesai, biarkanlah otak kami istirahat Mom"!. tutur Tyo ngeles.
Hmmm!!!. balas Albert dan menutup kembali kamar Tyo sambil megeleng kepalanya. Dasar anak anak kalau sudah game gak tau waktu. gerutu nya dalam hati. Albert mengecek kamar Asya dan Eric yang terkunci rapat dan mengira mereka sudah tertidur lelap. Albert kembali ke kamar miliknya, membuka daun pintu yang tertutup kemudian melihat sang suami tidur lelap di atas ranjang.
Pappy".... panggilnya mencoba membangunkan kekasih hatinya tapi tak merasakan adanya pergerakan. Albert hendak membaringkan tubuhnya tapi rasa mual kembali menyeruak ke dalam kerongkongan lambungnya serasa di aduk aduk. Iapun berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya hingga terkuras secara keseluruhan.
Kiko terbangun mendengar suara muntahan dari istrinya. menuju ke kamar mandi.
Mommy masuk anginkah"?. tanya nya dengan panik. kita kerumah sakit yuk biar di periksa Dokter Afred, atau Dokter Regina?.
Mommy gak apa apa sayang mungkin cuma masuk angin dan kelelahan". jawabnya sambil menepuk pugung tangan suami tercintanya.
Ya sudah kalau gitu kita ke ranjang dan biarkan Pappy mengelus perutmu" ajaknya menuntun sang istri ke tempat tidur.
Albert membaringkan tubuhnya dan menyingkap baju tidur bertali satu, nih Pap elus sudah.
Gak gitu juga kali Say" masak di suguhin kaca mata segitiga berenda dan warna kesukaan aku sih.
Terus musti bagaimana akunya sayang"?. ah kalau gitu aku mau kedapur saja, sana minggir"!..
Jangan.... ya Sudah Pappy elus ya"!. Kiko dengan siaga mengelus perut kecil rata nan mulus, tak menyia nyiakan kesempatan Kiko semakin menaikan baju istrinya dan melakukan pergumulan hebat tak kalah dengan anaknya. hingga terkapar tak berdaya ,mereka pun sama sama terlelap dengan tubuh polos dan berbagi selimut hingga pagi jam 5.30wib mata Albert kembali terbuka merasakan lapar yang teramat sangat.
Albert turun ke lantai bawah Setelah memakai pakaian lengkap dan membersihkan dirinya. .melihat para asisten rumah tangganya membersihkan rumahnya. Albert sengaja menyewa para ART untuk di pekerjakan pulang pergi kecuali seorang Mbok yang telah membesarkanya dan merawat Papa Suji hingga saat ini.
Pagi non"!. sapa si mbok.
Pagi Mbok". Albert membuka lemari pendingin dan melihat asinan mangga dan kedondong di dalam wadah makanan yang tertutup. ia pun mengambil dan memakanya dan di temani air dingin dalam botol kemasan.
Non pagi pagi makan asem asem nanti lambungnya sakit lo"!.
Gak mbok ' dari kemarin aku tuh mual terus. makan ini kok rasanya adem dan enak sampai ke hati"!. jawabnya.
Non jangan jangan hamil lagi"?.
Gak mungkin lah Mbok toh sudah lama aku gak Kb dan sejauh ini aman aman saja hampir lima tahun lo Mbok, terakhir setelah keguguran itu jadi rada trauma. Si Mbok ada ada saja.
Si mbok takjup melihat pemandangan di depanya karena selama ini hampir tidak pernah makan hingga lahap dengan alasan takut tubuhnya melar. Ya ampun dua tepak asinan tandas,batin si Mbok. Non mending di teslah dulu, asinan itu dua kotak besar dan cuaca masih terlalu pagi nanti melar lo tubuh.
Ya ampun aku kalap Mbok " teriaknya di meja makan pagi hari. ah...aku ke lantai atas dulu ya"!. pamitnya ke si Mbok.
Sampai Albert di kamar diapun ke kamar mandi mencari alat kehamilan yang biasa tersedia di laci bawah wastafel, Albert mulai menampung urinenya di dalam wadah sambil menunggu alat itu bekerja Albert berfikir kembali hari terakhir dan bulan Apa dia PMS. tapi tak jua menemukan jawabanya pasalnya jija tubuhnya terlalu kelelahan jadwal PMS maju mundur. Albert mengambil alat itu dan alangkah terkejutnya lima alat tes pack bergaris dua semua, "ya ampun kenapa hamil ?, mana anak anak sudah remaja bentar lagi kuliah, malu lah aku, " batinya dan membeesihkan alat alatnya tadi berharap tak ingin ada yang tahu.
*****
*Bersambung ya, jangan lupa like komen vote dan share ke teman teman kalian semua ya. Author sayang semua😘💞💕💞💕***DDB ✋✋✋**