Love Tragedy

Love Tragedy
Episod 22 ReyAby



Eric tak menyangka bahwa Aby si adik paling imut dan terkesan klemak klemek itu berani ambil start duluan, dulu Eric mengira di antara pria tengil dialah orang yang paling nackal dan badas begitu juga Tyo sang Kakak.


Eric menyadari setidaknya rasa cinta dan nafsu itu sangat tipis perbedaanya, Eric tersenyum sendiri di atas meja makan itu sambil berdecak sendiri.


" Gila man", Eric keceplosan berbicara sendiri dengan suara lirih.


"Plak" suara roti bakar terlempar di wajah Eric dan Tyo sang Kakaklah tersangka utamanya.


" Auch...apa sih Kak?, Kau kira wajahku ini tong sampah lempar makanan sesukamu?". Eric mengeluh.


" Pagi pagi sudah gila sendiri, hello are you sick?, hemm baru pindah kemari Rey sakit, sekarang lo,apa kita mesti cari bass camp lain ya?".Tyo sedikit berceletuk.


" Oh..come on bro, gua hanya period kenapa harus di permasalahkan, Btw uang sewa kontrak sudah gua habiskan, jadi jangan berharap lo minta lagi" Rey bangkit dari kursi dan memanggil kedua adiknya untuk ia antar ke sekolah.


Rey masih berjalan mengakang merasakan perih pada bagian area sensitifnya." Ah... harusnya kemarin aku tuntaskan hasratku jadi sakitnya tidak nagung seperti ini " lirihnya.


Tanpa ia sadari dua bocil di belakangnya menarik cardigan yang ia pakai.


"Kak...Kakak, maafkan kami ya dengan peristiwa kemarin, percayalah Kak kami ini ingin menjadi adikmu yang patuh!". Rima memeluk setengah tubuh Rey.


" Roni juga Kak,Roni janji kelak jika sudah dewasa Roni yang akan menjadi tulang pugung bagi keluarga kita,kami juga janji tidak akan membantah apa yang Kakak nasehatkan untuk kami".


Merekapun berpelukan seperti adegan teletabis di acara film ke sukaan anak anak. Di akhiri dengan Rey mengantar kedua adiknya ke sekolah pagi itu.


-


-


-


Mata Eric meihat dan memindai keberadaan Aby sang adik yang kembali istirahat di kamarnya.


Ribuan pertanyaan mengendap di kepalanya ingin ia keluarkan, setelah melihat keberadaan Tyo yang asik dengan para pegawainya mengerjakan game serta piranti lunaknya, Eric melangkahkan kakinya ke atas menuju kamar sang adik.


Tok...tok...,pintupun langsung Eric buka tanpa menunggu pemiliknya menjawab.


Dan benar sesuai dugaanya saat ia singkap ranjang Aby dari selimut bad cover bergambar wyni the poh nampak darah yang mengering di sana meskipun tak banyak, Eric tahu dan juga mengerti darah apa itu.


Aby keluar dari kamar mandi memakai handuk yang ia lilitkan di pigangnya, terkejut melihat kehadiran Kakaknya di sana yang sudah duduk manis sambil menertawakan wajah Aby.


"Katakan berapa ronde kau bergulat denganya?, apakah kau mem per kos sanya atau bagaimana cerita dengan ku, gua tau sapa Rey. Dia wanita tangguh dan keras,gak mungkin lo lakuin saat ia sadar,ternyata adik gua udah dewasa bukan lagi remaja, ckckck..., wajahmu seolah membodohiku, ku kira amatir taunya pro?".Wajah Eric nampak antusias.


" Begitu banyak pertanyaanmu Kak lalu aku harus jawab yang mana, dan tolong minggir dari sana gua mau ngebersihin noda yang Kakak tanyakan, satu lagi aku tidak mem per Kos sanya tapi akulah yang ia per kos sax,semalam Rey teler dan masuk ke kamarku!. Aby menjawab dengan membawa gunting ke arah Eric.


Eric turun dari ranjang Aby kemudian melhat apa yang akan di kerjakan. Aby megunting noda di seprei itu untuk ia bingkai sebagai tanda miliknya.


Eric berdecih dan membatin ternyata orang kembar itu kelakuanya kurang lebih sama. Bahkan hal yang dulu ia lakukan kini juga di lakukan oleh saudara sedarahnya.


"Apa sich yang sebenarnya Kakak sembunyi kan dariku?, hingga kau tertawa tawa sendiri?", tanya Aby yang kedua tanganya sibuj menggunting seprainya.


" Aku merasa seperti dejavu,dan lihat kini tongkatmu sudah tak per ja ka lagi?". Dengan usil Eric menyambar handuk yang melilit pigangnya.


" Akhirnya adik lo bangun juga gak hibernasi?.tanya Eric dengan tawanya