Love Tragedy

Love Tragedy
Episod 18 Rey dan Aby.



" Halo By, masak apa siang ini?", Rey bertanya sambil melingkarkan satu lenganya di leher Aby. " Masak agak banyak donk, sekalian buat adik adikku!".


" Minta saja sama Kak Tyo, diakan yang kaya dan banyak duit kali kali aja di traktirin, akukan miskin bahkan ku rasa namaku juga bakal di keluarin dari keluarga besar". Aby membuang muka seraya mencebikkan bibirnya mencoba melepas satu tangan Rey yang bertengger di lehernya.


Rey mengedipkan sebelah matanya setelah melihat Eric tersenyum melihat reaksi sang adik yang cemburu dan nampak amarahnya di raut wajah Aby adik kesayanganya.


Rey makin ingin menggoda Aby, ia menatap wajah Aby di sebelah tubuhnya dan melipat kedua tangan di depan dadanya membuat Aby salah tingkah.


" Katakan berapa anak yang kau ingin dariku, atau kita bercinta saja di dapur ini agar rasa cemburumu itu hilang dari hatimu ini?", Rey mengelus dada Aby yang berada di samping nya. Rey kemudian membalikan topi dan "Cup". Ciuman Rey mendarat di pipi Aby membuatnya salah tingkah.


Eric mendengar perkataan random Rey membuatnya merinding dan membayangkan Asya yang ia cap sebagai miliknya. Eric keluar dari area dapur kemudian menghubungi Asya.


" Apa maksudmu meminta anak?". tanya Aby dengan bibir yang sudah penuh senyuman. "Katakan apakah kau mencintaiku,hem...?". Aby mengatakan pertanyaan itu dengan wajah yang ia tundukan berusaha menyembunyikan rasa malu teramat sangat.


" Apakah itu suatu pernyataanmu atau pertanyaan, ayolah.. kau dan aku sudah lama bekerja sama walaupun bidang kita berbeda dan kau tau isi hatiku tanpa harus ku ungkapkan lagi baby!".


" Kau tahu titik lemahku, maksudku aku bukan pria yang... ,aku hanya remaja lemah gemulai dan kau laki laki kuat gagah dan sempurna, lihatlah otot otot itu!".Aby menujuk otot six pec di perut Rey dengan jari telunjuknya." Aku juga bukan pecinta sesama jenis,jadi aku....".


Tyo mendengar suara adik bungsunya setelah selesai menyelesaikan kenakalanya di kamar mandi.


" Ha...ha...ha..., alamat di tolak ni, gini saja kalau kamu tidak mau biar aku saja yang maju, wajah Rey juga gak jelek jelek amat". suara bariton Tyo membuat Aby kian mengeram penuh kekesalan.


" Kakak....jangan mengejekku!".


" Kalian membuatku kesal saja,sebaiknya ku jemput saja adik adikku,By pikirkan tawaranku tadi ". Rey kemudian pergi meninggalkan area dapur di gantikan perang kecil kecilan antara Aby dam Tyo.


Rima dan Roni menunggu di depan pintu gerbang sekolah sembari memakan cemilan yang di belinya di kantin sekolah.


Tin...tin... Rey menyalakan klakson mobil Roni dan Rima bergegas menghampiri.


" Kak ... tumben telat jemput kita?..". Roni menyapa di dalam mobil dengan mulut penuh berisi makanan.


" Ia Kak, Kakak kelupaan ya atau ke asikan pacaran sama Kak Aby?". Rima ikut meledek Kakanya.


Rey hanya tersenyum melihat tingkah kedua adiknya.


" Kami setuju Kak, bukanya apa kalian cocok kok, pasangan tiada duanya" ,rayu Rima yang mempunyai maksud di balik kata setuju itu.


Roni hendak mengatakan maksud hatinya tapi di tutup mulutnya oleh Rima.


" Sebenarnya...af...itu...emm".


Rima memicingkan kedua matanya supaya Roni tutup mulut.


" Ada apa sih kok rahasia rahasian ama Kak Rey? ". Rey melihat kedua adik bertengkaran dari kaca spion mobil.


" Baik baik Rima cerita tapi janji Kak Rey di larang marah!.


" Ia janji dulu" Roni ikut menyela.


" Tadi pagi kami itu..apasih gimana ceritainya" Rima gugup setengah mati.


" Jadi gini tadi pagi kami di kasih uang jajan sama Kak Aby, dua ratus ribu. seratus buat Rima dan seratus lagi buat aku, eh ketemu Kak Tyo juga Kak Eric,mereka juga ngasih seratus seratus jadi uang kami ada tiga ratus, rencana kami sih mau di tabung aja, jadi beli jajan secukupnya aja, apa lagi kalau besok di kasih wa....ah bisa cepat kaya kita!". Rima dan Roni bertos ria.


" Maksud kalian, oh... Kak Rey tahu kalian mau malakin teman teman Kakak?".


" Gak gak gak, bukan gitu konsepnya, Rima gak bakal malak tapi menerima jika di beri kan mubazir kalau nolak Ning Rey! ". Rima berkelakar sedangkan Roni manggut manggut tanda setuju.


" Ya ampun adik, otak kalian, ckckck... baru juga naik kelas enam, uang aja nomer satu. Kak Rey malu kalau sampai adik adik Kakak meminta minta uang jajan ke orang lain, masih kurang apa pemberian Kak Rey? ".


" Kurang Kak kurang banyak, masa ia lima puluh ribu seminggu berdua lagi, kapan bisa nabungnya?".


" Ia Rima kau benar!".Roni menyetujui ucapan adiknya itu.


" Sekarang dengar, emang kalian gak ingin kuliah sekolah yang tinggi?, jangan jadi macam Kak Rey jadi tukang pukul sana sini yang ada musuh banyak, kalian mau Kak Rey mati muda?".


" Ngak..!". jawab Roni dan Rima serentak.


Tanpa terasa mobilpun sudah berhenti di depan teras rumah, Roni dan Rima turun dengan raut muka sedih juga cemberut menekuk wajah seolah membawa gumpalan awan hitam yang begitu berat