
Sore hari Rey bersiap pergi mengawal artis yang sudah menyewa jasanya,dengan memakai baju serba berwarna hitam bak seorang bodyguard ia menuruni tangga ke lantai satu yang sudah Tyo rubah menjadi kantor miliknya.
" Hmm...kurasa rumahku kini menjadi asing bagiku,bahkan suara mesin kantor berdecit, beberapa orang berlalu lalang serasa akulah penumpang di sini" batin Rey, hingga suara panggilan anak kecil menyadarkanku kembali dan menatap kedua adikku di dapur sedang membuat minuman dingin untuk mereka sendiri. Tapi dengan kondisi seperti ini ramai dengan para pekerja dan juga ku hadiran Eric,Tyo serta kawan kawanya seolah rumah ini kembali hidup,belum sempat aku menuruni anak tangga melihat arah kamar Aby yang pitunya terbuka sedikit membuatku ingin menjahilinya,akupun masuk kemudian menguncinyanya.nampak suasana kamar gelap gulita dan Aby bergulung di kasur, akupun mengambil kesempatan kala ku lihat dada bidang tanpa pakaian nampak polos, rambut yang acak kadul serta celana boxer bergambar kucing. cup...ku kecup bibirnya lembut dan membuatku nagih, ku coba menghimpit tubuhnya di bawah ku, ingin melihat wajah polosnya yang selalu membuatku candu".
" Sesak hemm....,lepasin jangan seperti ini?".Keluhnya.
"Aku sengaja menutup matanya kemudian ku goda dengan men*cium seluruh wajahnya lagi tanpa henti, bodoh amat dengan persepsinya yang penting aku puas melihatnya saat ini dam't ada sesuatu di bawah sana yang berdiri tegak menusuk walaupun terhalang celana miliknya dan milikku, auch.. terasa geli dan risih" ,keluhku.
" Rey.. apa yang kau lakukan di atasku?".
" Menggodamu tapi kenapa senjatamu ikut bangkit?,kau terang* sang?, baru juga hompimpa!". aku kemudian duduk di samping tubuhnya yang tertutup selimut.
"Maaf daya sensifitasku sangat tinggi makanya jangan bermain main denganku!". Aby membuka kedua pupil matanya sembari tersenyum nakal.
"Kurasa Sekarang kamu tertular penyakit mesumku, hihihi.... tapi sepertinya aku juga sangat menyukainya".
" Rapi amat Kak Rey,mau ke mana?". Aby kemudian duduk dan menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang, sembari menguap dan mengusap kelopak matanya. Rey yang melihat itu membuatnya ingin melumyat bibir merah milik Aby.
"Kamu makin **** jika seperti ini, aku mau kerja dulu baby tolong awasi kedua adikku dulu mungkin nanti jam dua malam aku sudah pulang, titip mereka ya, cup". Aku mengecunya kembali dan mengacak rambutnya.
Aby di buat keki dan jangan tanyakan debaran jantungnya yang berpicu dua kali lebih cepat dari biasanya. " Sial aku di buatnya terpesona oleh auranya, macho and so sweet, bagaimana bisa aku tak cemburu, oh ya ampun, apa benar aku mulai jatuh hati padanya?", gumamnya di dalam hati.
Rey berlalu kemudian meninggalkan area kamar Aby.
-
-
Sesuai arahan kini Rey menjadi pengawal untuk salah satu artis kawakan ternama bernama Tatia,tanpa Rey sadari akal busuk sang artis yang ingin memiliki Rey sebagai pengawal serta penghangat ranjangnya menyusun rencana malam ini, Tatia tak mengetahui sebenarnya Rey adalah seorang wanita di balik cara berpakaianya dan perwakan tubuhnya yang menipu ribuan mata wanita.
Malam ini terasa sangat meriah suasana di dalam sebuah Club dalam acara perkumpulan sang artis.Rey memaklumi acara tersebut di mana akan terselengaranya pesta seksss,serta mabuk mabukan tak lupa narkoba pun ikut menghiasi suasana dalam tubuh mereka, acarah penganugrahan pencapaian karya hanya suatu dalih agar mereka bisa berpesta seperti ini.
Rey siaga mengawal Boss wanitanya bahkan mata elangnya siap menghardik siapa saja yang ingin mengacaukan acara tersebut, Rey di bantu oleh beberapa pengawal artis artis lainya, hingga tengah malam tak kunjung usai acara tersebut.
" Semua aman Rey, janganlah terlalu tegang cukup para artis kita saja yang tegang oleh kelakuan bejat mereka". Gery menyahuti dan di balas oleh rekan lainya.
" Gila Man mereka yang berbuat adik ku di dalam sana menjadi tegang dan uyel uyelan". sahut Tono tertawa cekikikan.
" Hei.... kelakuan bejat lo membuat aku tersingkir dari kehidupan malam gua, terakhir di diskotik A,terang terangan lo gilir ceweknya preman sana membuat aku babak belur, cukup ya setelah acara ini gue langsung home!". Rey mencebik mendengar ulasan random kawan kawanya.
" Ayolah Rey malam ini bonus gue banyak,gue yang traktir lo deh" Gery mencoba membujuk Rey kembali.
"Trimakasih" Kata Rey menerima satu kaleng beer beralkohol rendah yang di berikan Tatia,Tatia seolah membuka kaleng itu pada hal tadi sudah ia campurkan dengan obat perrangsaaang tanpa sepengetahuan Rey. Rey sudah berprinsip dalam kondisi apapun tak akan menerima sebuah minuman yang sudah terbuka walaupun dalam padang masyar yang tandus. Tatia kemudian berpesta kembali sambil mengaguk mengulum senyum dengan berwajah polosnya.
" Jadi Lo mau Rey?". Gery menepuk bahu belkang Rey setelah selesai berpatroli.
" Bukan itu, tapi ini!". Rey menunjukkan sekaleng beer miliknya yang di berikan Tatia, " kita bagi dua deh ".
Gery kemudian membuang air gelas mineralnya dan menggantikan dengan isi beer.
" Ini buat lo!". Rey memberikan setengah kaleng isinya pada Gery untuk di minum sama sama.
Merekapun berbincang sembari menunggu waktu acara itu selesai, Rey berkumpul dan membagi tugas setelah acara ini selesai,menyingkirkan beberpa wartawan yang sedang mencari berita malam itu.
Jam menunjukkan waktu satu malam mereka bubar setelah para artis keluar hendak pulang ke rumah masing masing. Tatia merasa dongkol karena obat yang di berikanya dalam minuman seolah tak berefek pada tubuh Rey.
" Sial ternyata di sangat tangguh, harusnya tadi satu botol aku tuanh semua" Tatia bermonolog pada dirinya dan kemudian berdecih.
Malam ini selesai tugas Rey mengawal artis nya hingga pulang di kediaman masing masing, Rey pun pulang ke rumahnya dan jam menunjukan jam dua pagi.
Rey masuk dalam rumah dan meraskan tubuhnya seolah terbakar,bahkan miliknya seolah berkedut, Rey merasa tubuhnya menggila, Rey masuk ke dalam kamar Aby dan membangunkanya.
"Aby tolong bantu aku!".