
Akhirnya Kiko turun ke lantai dasar melihat setiap kamar anaknya, rasa keponya melebihi segalanya, apa lagi menyangkut ke tiga anaknya. mengintip sedikit tiap kamar yang ia buka mengibati rasa penasaranya. Kiko membuka kamar Tyo dan terkejut melihat suasana bak kapal pecah di dalam kamar tidur, kedua laptop menyala layar LCD juga terpampang menyala dengan gambar greamer yang belum terselesaikan dan kasur ranjang yang awut awutan dengan posisi tidur Tyo dan Irfan yang berlawanan.
" Projek apa lagi yang saat ini mereka Kerja kan dan jam berapa ini hingga mereka masih lelap dalam tidurnya." batin Kiko.
" Pappy jangan matikan mereka aku belum meng savenya" teriak Tyo dengan mata yang masih terpejam.
" Dasar' tidurpun kau masih menyadari kehadiran Pappy mu ini". ucap Kiko yang tak jadi mematikan layar LCD dan laptop milik mereka." jadi penasaran lagikan projek apa lagi ini?" batin Kiko dan mengecek semua data data base di laptop itu, alangkah terkejutnya dia membaca kontrak kerja pembuatan game tersebut dengan harga fantastis setengah trilyun rupiah di jual pada perusahan gramer ternama di luar negeri bahkan kerja samanya tak hanya sekali dua kali," jika di hitung hitung tahun itu saat Tyo masih kelas tiga SLTP, hemm lanjutkan usahamu nak" batin Kiko sambil mengembalikan layar laptopnya kembali seperti semula.
Kini Kiko berangsur ke kamar Eric yang tidak di kunci melihat layar laptop juga tidak mati, tapi tidak melihat ke beradaan Eric." kemana ni orang juga sama, menyalakan laptop nya dengan kata kata sandi yang tidak ia mengerti tapi satu hal yang ia tahu ini adalah pengaman data base bagi hackers hackers handal untuk menyimpan data data rahasia " batinya. kemudian ada email masuk ke layar laptop dan Kiko buka dan intinya meminta Eric membuat kunci keamanan bagi datanya dengan upah ratusan juta." Dasar otak otak canggih anak anak kesayanganku".batinya lagi dengan bangga.
" Pappy sedang ngapain di depan laptop Eric? ". tanyanya.
" Pappy tak sengaja membaca email mu yang sudah masuk, maaf' Pappy tadi mau mematikan laptop kamu secara pemiliknya tidak ada, lanjutkan nak" pujinya. Kiko kemudian keluar dari kamar tidur Eric berlanjut ke kamar Aby.
" Ke mana ini anak di kamar kok gak ada?" Kiko mencari di setiap sudut ruangan kamar tapi nihil ia tak menemukanya dan malah penasaran dengan boks coklat besar nan tebal iapun membuka pelan pelan dan terperanggah oleh isinya piagam, tropi bahkan mendali dan semua tentang fasion and stail tentang perempuan, batinya geram melihat semua benda yang ada di dalam situ. tak ingin keturunanya berbelok ke lain arah dan menjadi laki laki yang bengkok. Kiko ingin mencari istrinya ke dalam kamarnya setelah mengacak ngacak milik Aby yang berada dalam duss boks coklat.
" Mommy bangun" ucap Kiko menyimpan wajah geramnya memedam amarah mengira anaknya Aby menjadi penyuka sesama jenis.
"Ada apa sih Pappy?, datang datang marah gak jelas, pusing nih kepala Mommy".
" lihatlah ke kamar Aby sejenak, ini semua gara gara didikanmu dan membiarkan dia dengan sikap manjanya dan terkesan penyuka sesama jenis". bentak Kiko.
" jaga omongan kamu wahai Master arogan". ucap Albert dan pergi ke kamar Aby dan alangkah terkejutnya dia melihat piagam, mendali serta tropi milik anak ragilnya berserakan di lantai.
" Pappy "!. teriak Albert penuh emosi membuat anak anaknya terbangun dari tidur pagi menjelang siang jam 11.30.
Kiko langsung datang ke arah panggilan istrinya, bahkan tanpa dosa dia masuk ke dalam kamar di ikuti anak anaknya yang lain.
" mengapa kau lakukan ini ke anakku Pappy?, setelah susah payah dia mendapatkan penghargaan malah tak sedikitpun kau hargai?".ucap Albert sambil memunguti barang milik Aby.
" Aku tak ingin dia mengeluti hal inerbiuty, faminisme kecantikan luar dalam atau apalah dan membuat dia jadi bengkok"!. jawab Kiko.
Tyo, Irfan,Eric dan Asya kembali membubarkan diri, mereka tahu hal lama akan terkuak kembali dan membuat Mommy mereka terluka, sedangkan yang jadi topik utama saat ini tak ada di tempat.
" Kamu sungguh keterlaluan Pap, hal ini kau ungkit kembali, aku tak terima akan penghinaan itu untuk kedua kalinya, dia tidak bengkok pap"!. ucap Albert menangis sesegukan dalam ruang kamar Aby dan masih memunguti barang milik anaknya." dia cuma anak lemah lembut dan mempunyai perasan lembut nan pemaaf seperti wanita" hiks...hiks..
" Baik baik maafkan aku, janganlah seperti ini membuat hatiku sendiri terluka" jawab Kiko sambil mengingat ingat kesalahanya dulu sewaktu Aby masih SLTP membuat mereka bertengkar hebat karena ucapan Kiko membikin Albert terluka dan Aby, meninggalkan rumahnya selama berbulan bulan bahkan hubungan keluarga ini hampir di ujung tanduk. Maria tak terima sikap anaknya bahkan siap menyikirkan Kiko dari hak waris jika dia tak mencari Albert sang menantu kesayangan dan juga Aby sang cucu. Kiko di buat prustasi sendiri karena tuduhanya tak ada bukti.Kiko duduk di atas lantai sambil membantu istrinya memunguti barang anaknya yang berserakan di lantai akibat ulahnya sendiri.
" 0ma.... oma..." Teriak Tyo membuat mansion menjadi riuh oleh suaranya. sedangkan Maria masih asik menghias kue tart buatanya atas bimbingan sang Ceff mansion nya.
"Ia Nak oma datang, ceff tolong lanjutkan ini" ucapnya meninggalkan area dapur bersih miliknya.
" Oma dan opa ikut kita sekarang juga, cepatlah ganti baju oma opa" ucap Eric.
" Wait a minute, what is this?". ucap Maria ingin mendengar penjelasan dari cucu kesayangan.
" Mommy and my Pappy quarel'. tutur Tyo.
" Mereka tidak sadar umur" jawab Ridho sang opa.
" mereka berdebat kembali masalah Aby bengkok pada hal tidak, bahkan penghargaan yang di simpan Aby dalam wadah besar di hambur oleh Pappy, ayo Oma opa ke rumah Mom" ucap Eric.
" Baiklah oma akan ke sana dengan opa kalian ,Opa panggil supir suruh siapin mobil kita"!.
" Baiklah sayang dan lekaslah ganti bajumu". ucap Ridho dan di anggukin Maria.
Tak butuh waktu lama maria meganti baju dan melihat para Cucu sedang makan di ruang makan bersama.
" Katanya suruh cepat, tapi kalian malah makan dengan lahap di sini, apakah di rumah Mom kalian belum makan?.
" Sebenarnya makanan di sana tadi sudah tersaji tapi melihat Mom and Pap beradu argumen kami jadi hilang selera" jawab Tyo dan Eric bersamaan menyelesaikan suapan terakhirnya dan di susul Irfan dan Asya yang sudah selesai juga, sore itu mereka bersama sama ke rumah Mommy Albert.
Sesampaynya di rumah Albert, Maria melihat sang menantu masih sesegukan dalam kamar Aby, sedangkan Kiko menerima panggilan Dokter yang ia hubungi di balkon kamar Aby.
" Albert sabar nak " ucap Maria memeluk menantu kesayangan.
" Semua ada jalan keluarnya Al, asalkan kita berusaha " tutur Ridho.
****
bersambung ya, Jangan lupa like komen dan share ke teman kalian, Trimakasih banyak