Love Of Youth

Love Of Youth
Menjengkelkan



Setelah kejadian yang menimpa Rifa membuat Allesa semakin ingin dekat dengan Rifa. Menurut Allesa, Rifa tidak berhak mendapatkan perlakuan tidak baik dari Angela. Angela memang terkenal sebagai wanita yang suka membuat onar dan sering kali Angela membuli dan melecehkan adik kelas untuk dijadikan bahan buliannya disekolah.


"Nah ini sudah pas kan??" tanya Allesa kepada gadis dihadapannya.


"Iya ka te..terima kasih su..sudah mem..membawa Rifa ke optik i..ini dan mem..membelikan aku ka..kacamata baru ."


"Lo tenang aja." Ujar Allesa. "ini semua salah gue. gara gara lo udah bantu gue, Angela jadi berani bersikap kasar sama lo. Seharusnya Lo ga perlu ngasih kartu ulangan itu ke gue." Ucap Allesa merasa bersalah.


"Gak apa apa ka .aku se..senang bi..bisaa membantu kk.." Rifa memegang tangan Allesa


"Sekali lagi terima kasih. Ngomong ngomong kok lo bisa ambil kartu gue dari tangan Angela?"


"Ja.jadi gi..gini ce.ceritanya ka . pas lagi ka angela istirahat aku mengam....." Rifa menceritakan kronologisnya.


Saat Allesa menemui Angela meminta kartunya dipagi hari membuat seisi ruangan ramai melihat ada keributan diluar kelas. Rifa yang memang ada diruangan 1 juga merasa ingin melihat sebenarnya apa yang membuat seisi ruangan melihat keluar kelas. Ternyata ada Allesa dan Angela yang sedang beradu mulut. Setelah bel masuk semua murid masuk ke ruangan nya namun disisi lain Angela cs tertawa puas atas rencananyaa . Rifa yang mengetahui hal itu entah apa yang membuatnya ingin sekali membantu mengembalikan Kartu ulangan Allesa. Rifa memikirkan cara bagaimana dia bisa mengambil kartu ulangan Allesa agar tidak ketahuan oleh Angela. Saat bel istirahat tiba didalam kelas Rifa masih terduduk dikursinya. Mungkin Tuhan berpihak kepadanya. Angela Cs menaruh kartu ulangan Allesa dibawah meja Angela dan dibiarkan begitu saja. Tanpa pikir panjang Rifa dengan berani mengambil Kartu tersebut dan segera mungkin menemui Allesa.


"Ohh begitu ceritanya" Allesa tersenyum senang . "sekali lagi terima kasih." ucapnya kepada Rifa.


"Harusnya aku yang berterima kasih kepada kk .jika tidak ada kk aku gatau apa yang akan terjadi."


"Yaudah yang penting kalau Angela ngangguin lo lagi . lo jangan takut dan lo harus bilang ke gue." jawab Allesa tegas


"Iya ka."


"Oke sekarang kita pulang."


Mereka pun akhrinya pulang kerumah masing masing melanjutkan aktivitas yang biasaa mereka lakukan setelah pulang sekolah mereka pun sekarang berteman baik tentunya..


******


Keesokan harinya....


Tring..tring.tring.. Bunyi bel pertanda ulangan mata pelajaran pertama dimulai..


"Morning everbady anak anak." sapa suara khas lembek lembek lumut Miss Janeta guru bahasa inggris paling hits dan fenomenal dengan dandannya yang menor.


"Morning miss." hanya beberapa yang menjawab . Miss Janetta mengerutkan dahinya batinnya berkata (ada yang molor)


"Morning childern yang cantik cantik dan ganteng ganteng." sahutnya lagi dengan ekstraa sambil meletakkan map dimejanya yang berisikan soal ulangan.


"MORNING MISSS JANETAAAA." sahutnyaa seisi ruangan serempakk.


"Nah gitu donng semangat.. miss kan senang lihatnya."


"Okayy berhubung sudah bel dan sekarang waktunya mengerjakan soal. Miss akan membagikan soal ulangannya." jawabnya lagi sambil membuka map tersebut dan menghitung dengan jari lentiknya.


Seisi ruangan hanya melihat kearah miss Janetta yang super lelet, membuat mereka geram. Hanya membuka map saja lamanya sampe berabad abad.


"Miss durasi mereun . iye ngges siang kaburu jhohorr." suara Pria berbahasa Sunda yang duduk dibarisan ketiga dari tempat duduknya. Miss Janetta mencari asal suara itu seisi ruangan pun mengendar kan pandangannya ke arah pria itu.


"Kamu ngomong apa miss ga ngerti" jawab Miss Janetta bingung.


Hahaha .. Seisi ruangan mentertawakan Miss Janetta


"Miss, Nanang katanya suka sama Miss Janne yang bohay.." sahut pria yang duduk disebelah Nanang. Robert


"Miss memang bohay." jawab Miss Janetaa bangga.


Huuuuuuuu lammma.. Suaraa seisi ruangan


"Sudah sudahh tenang Miss akan membagikan soalnya.."


kemudian Miss Janeta membagikan soal ulangan satu persatu kepada siswa siswinya. Mereka pun segera menjawab soal ulangan dengan ruangan yang hening.


30 menit kemudian terdengar suara brisik ulah dua orang lelaki onar.


Pukk.. Daniel melempar kertas kekepala Jose.


"Weh jawaban nomer dua apa lo udah belom."?


"Sial..gue juga belom nomer dua mah.." jawab Jose.


"Minta ke Allesa gecee." Suruh Daniel Dengan seenaknya.


"Dih ogah. Gue takut macan kemayoran ngamuk. Lo aja kalau berani minta sendiri.." jawabnya Jose bergidik ngeri.


"Bego..lu yang deket duduknya sama si Allesa. Sedangkan gue jauh jadi ga bisa mintanya." Daniel terus saja mengoceh.


"Jo buruan minta ke Allesa!"


Jose pun menuruti permintaan Daniel untuk meminta jawaban soal nomer dua ke Allesaa.


"Weh cann.. .can" panggil Jose ke Allesa.


Allesa tidak menghiraukan dia sedang fokus mengerjakan soal ulangan. Jose mengakat alisnya "nih cewe budek banget asli"


"Can..suttt macan..." panggilnya lagi dan Jose menoel noel pundak Allesa dengan pulpen membuat Allesa menoleh ke belakang ternyata musuh bebuyutannya yang mengganggu aktivitas nya.


"APASI LO GANGGU AJA." Jawab Allesa kesal.


"Galak banget elah."


"BODO AMAT."


"cann.. Bagi jawaban nomer duaa." pinta Jose


"Ogah."


"Pelit banget lo."


"SSG." (suka-suka gue)


"Yaudah ntar gue traktir makan deh." Rayu Jose


"Gamau." jawab Allesa singkat.


"Ayo dong can.. Macann.. Lo kan baikk hati dan tidak sombong dan rajin menabung ." sahut Jose dramatisir.


"Brisik lo ganggu aja udah sana kerjain sendiri."


Jose pun prustasi karna Allesa sangat sulit untuk dimintai jawaban pertanyaan soal nomer dua hingga akhirnya Jose mengambil paksa kertas jawaban ulangan Allesaa..


"JOSE BALIKIN JAWABAN GUE !" Allesa menoleh kebelakang


"Lagi lo pelit."


"Siini balikinn.!!!!!" Allesa mengambil kertas ditangan Jose.


"Pinjem dulu bentar.." Jose menahan kertas ditangannya.


"BANGKE BALIKIN!!!" kemarahan Allesa sudah memuncak


"GAK!"


Suara brisik tersebut membuat seisi ruangan melihat ke arah Allesa dan Jose sama hal nya dengan Miss Janetta memerhatikan dua orang yang brisik diujung tembok sebelah kanan itu. Mereka enyahlah!!


Allesa dan jose tidak adaa yang mau mengalah mereka masih tarik menarik kertas tersebut hingga akhirnyaa ...


Brekkkkkkk... Kertas Allesa sobek


"SIAL" Kesal Allesa.


"ALLESAAAAA JOSEEEEEE KALIAN KELUAR DARI KELAS INII" suara lantang mis janetta membuyarkan Allesa dan Jose.


"Miss bukan salah saya tapi salah Jose dia yang mengambil kertas jawaban saya." jawab Allesa memperjelas.


"Bukan miss. Allesa yang salah dia yang pelit." sahut Jose tidak mau disalahkan


"KALIAN DIAM DAN SEKARANG KELUAR." tegas miss janetta


Allesa akhirnya dengan terpaksa keluar dari kelas tersebut dengan kesaall dan mengrutu dalam hati begitu pula Jose yang mengikuti Allesa dari belakang.


"SEMUA GARA GARA LO!" tunjuk Allesa kepada Jose ketika sudah berada diluar kelas.


"Makanya jangan pelit jadi orang." Jose pergi dan meninggalkan Allesa didepan kelas dengan tatapan horor.


"JOSE SIALANN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"


******


Tunggu lanjutan ceritanya ya?


Terima kasih untuk yang sudah membaca cerita saya :*


#TeamAllesa