Love Of Youth

Love Of Youth
Ujian Sekolah Semester Akhir



Seminggu kemudian...


Siswa siswi SMK NUSANTARA SATU sedang sibuk melaksanakan ulangan semester akhir. Sistem silang antar kelas diberlakukan diseluruh kelas. Setiap kelas tersebut terbagi menjadi beberapa bagian. Setiap ruangan bisa terdapat dua atau tiga bagian kelas sesuai jurusan masing masing. Sama halnya dengan kelas Allesa yang dibagi menjadi tiga bagian sesuai nomer urut dan nama masing masing siswa.


"LESSAAA?" Panggil Maya yang ruangannya bersebrangan dengan Allesa mereka masih berada di luar kelas.


"Apa?" jawab Allesa yang sedang mencari sesuatu.


"Lo nyari apa?"


"Nyari kartu ulangan gue May." Allesa masih sibuk mengodak aduk tasnya.


"Gak ketinggalan dirumah Sa?."


"Tadi sebelum gue berangkat perasaan udah gue masukin ke Tas." Bingung Allesa


"Yaudah lo cari dulu yang bener dan lo inget inget dimana lo taroh kartunya." Sahut Maya memandang sahabatnya iba. Maya juga tidak tau harus berbuat apa. Dia menghampiri Allesa dan membantu mencarikan Kartu ulangan tersebut di Tasnya Allesa


"Ih udah gue taroh tas may. Masa ga ada." jelas Allesa


"Kalo emang lo taroh tas pasti ada lah kartunya gimana si."


Allesa masih sibuk mencari dimana kartu ulangan tersebut dan mengingat ingat kembali dimana dia menyimpannya. Bisa tamat riwayat Allesa jika tidak membawa kartu ulangan tersebut, karena jika tidak membawa kartu ulangan tidak akan diperbolehkan masuk ruangan..


Tak lama kemudiann


Ting.. Allesa ingat.. Batinnya seraya berkata arghhh siall


"May gue pergi dulu."


"lo mau kemanaa?"


"Nyari kartuu." Allesa bergegas pergi untuk mengambil kartunya


"Yaudah Saa buruan 10 menit lagi masuk jangan sampe telat !!." teriak Maya agar Allesa mendengarnya


Allesa yang mendengar suara maya hanya menganggukan kepala. Allesa terus berlari melewati koridor kelas dia tidak ingin terlambat masuk kelas. Sambil berlari Allesa melihat jarum jam yang menyisakan waktu 5 menit lagi dengan waktu yang tersisa secepat mungkin Allesa berlari menuju ruang 1 yang ada dilantai 2, sesampainya disana Allesa melihat orang yang Dia cari.


"Woy cabe!" Allesa menarik kerah baju gadis barbar yang berdandan super menor. Gadis itu kaget luar biasa diserang begitu saja tanpa persiapan.


"Lepasin! Apa si lo ga jelas." Gadis itu berusaha melepaskan cengkraman Allesa. Namun tenaga Allesa lebih kuat sehingga membuat gadis itu terdiam jengkel.


"Lo yang udah ambil kartu ulangan gue kan !! Sekarang balikin." Serang Allesa memperkuat cengkeramannya. gadis itu disisi lain tetap diam seolah dia tidak takut.


"Emm.. Gak gue gak ngambil kartu ulangan lo! Lepasin Allesa" Ucapnya polos.


"Lo jangan coba coba bohongin gue atau gue akan......" Belum sempat Allesa melanjutkan perkataannya tiba tiba suara bel berbunyi


Tring...tring..tring..


"Argh siall !" Umpat Allesa. Allesa pun melepaskan cengkraman dikerah gadis itu, lalu ia menatapnya dengan sinis


"Gue ga bakal maafin lo Angela. Awas lo!!"


Allesa pun pergi dengan hati yang kesal. Angela disisi lain sangat bangga rencananya menurut Dia berhasil .Angela pun tertawa penuh kemenangan.


"Mampus Lo!"


****


Angela and the geng membuat rencana agar ulangan semester ini Allesa bisa turun peringkat. Sebisa mungkin segala cara akan dilakukan Angela and the geng, bahkan Angela pun berencana agar Allesa tidak naik kelas. Angela sangat membenci Allesa karena Allesa lah Raka tidak memilih Angela. Sampai akhirnya Angela berniat untuk mengambil kartu ulangan Allesa, dengan begitu Allesa tidak bisa mengikuti ulangan. Dan sudah dipastikan nilai ulangan semester ganjil ini kosong. Saat diparkiran Angela and the geng melihat Allesa baru saja datang bersama Fran. Ide jahat sudah mereka susun untuk bisa mengambil kartu ulangan Allesa. Angela menyuruh anak buahnya untuk bisa mengambil kartu ulangan Allesa saat Angela mengelabuhi Allesaa.


"Cie..ciee. Berangkat bareng lagi nih." Ledek Angela kepada Allesa dan Fran. Teman Angela hanya tersenyum palsu ke arah Allesa dan Fran.


"Allesaaa boleh minta tolong gakk?" Tanya Angela berlaga baik.


"Minta tolong? Gue ga salah denger?" jawab Allesa sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Beneran sa please, sebelum masuk ruangan. Gue pengin lo ajarin gue pelajaran matematika. Kalo bisa lu catet rumusnya biar gue ga lupa." sahut Angela berbohong dengan taktiknya.


"Tumben lo belajar. Udah dapet hidayah?" Jawab Allesa malas. Allesa bukan tipe orang yang bertopeng, Jadi Allesa tidak akan berpura pura baik kepada orang yang tidak ia suka.


"Bukan hidayah tapi gue pengin hadiyah dari bokap gue sa."  Jawab Angela meyakinkan


"Hadiah??" Jawab Allesa mengeryitkan dahinya bingung


"Iya hadiah. Please bantu gue buat dapet hadiah dari bokap gue sa. Kalau gue dapet nanti kan bisa gue bagi bagi dikelas juga." Ucap Angela polos


Sedangkan Allesa hanya memandang Angela bingung. "Kemasukan setan apa ini bocah." Gumam Allesa dalam hati. Allesa bukan tipe orang yang pelit akan ilmu. Jadi dia sedikit bergerak untuk membantu Angela.


"Udah ayo kita ketaman sebentar. 5 menit dehh. lo catetin rumus geometri buat gue pelajarin nanti. Lagian masih lama tuh 30 menit lagi masuknya." Angela mencoba membunuk Allesa lalu menunjuk arah jarum jam. Angela dengan sengaja menarik tangan Allesa agar Allesa mengikuti Angela, dengan pasrah Allesa mengikuti gadis sinting itu. Namun saat di pertengahan jangan Angela berhenti


"Oh ya tapi gue gada kertas dan bolpoin. Kebetulan udah gue taroh di dalam kelas" ucap angela berbohong. Allesa menghembuskan nafas kesal.


"Yaudah biar cepet. Pake punya gue aja." Jawab Allesa cepat. Sebelum pergi Allesa melihat Fran masih mengikutinya jadi dia berbalik.


"Oh ya fran lo duluan aja gue mau ajarin si Angela dulu."


Fran mengiyakan apa yang dibilang Allesa. Akhirnya Allesa dan Angela and the geng pergi menuju taman.


Allesa yang tidak nenyadari ini hanya kebohongan belaka tanpa basa basi dia menuruti permintaan Angela untuk membantunya. Allesa merupakan gadis pintar yang tidak pelit akan ilmu. Menurut Allesa membantu sesama dalam hal pelajaran itu adalah hoby baginya. Sesampainya disana Allesa membuka tas dan mengambil bolpoin lalu Allesa duduk mencatat rumus tersebut dengan serius sesekali Angela ikut duduk dan mengajak Allesa berbicara. Tanpa disadari Angela menguntruksikan agar temannya segera mengambil kartu ulangan tersebut pada saat Angela sudah memindahkan tas Allesa disamping tempat duduk yang Angela duduki.


*********


Allesa yang berlarian menuju ruang ulangan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa masuk tanpa harus membawaa kartu ulangnnya. Allesa juga sudah telat masuk kelas atau mungkin baru saja dimulai ulangan tersebut.


Tok.tok.tok


Pengawas ruang 5 menoleh kearah pintu sehingga membuat beliau menghampiri Orang yang mengetuk pintu.


"Kenapa kamu telat? Dan mana kartu kamu?" Tanya guru pengawas ruang 5 BuWirda tanpa basa basi.


"Emm..anu bu itu anu itu eee kartu .kartu.." jawab Allesa gugup dan terpotong.


"Anu itu anu itu apa?  Tunjukan kartu peserta ulangan kamu ?! Tanya kembali Bu Wirdaa


"Emmmm .ga..ga..gakk ada bu." jawab Allesa pasrah


"Oke. silahkan pergi dan jangan masuk ruangan ini." jawab bu Wirda mengusir


"Bu saya mohon bu izinin saya masuk mengerjakan soal ulangan."


"Sesuai aturan bagi siswa yang tidak membawa kartu peserta ulangan dilarang masuk.!" tegas Bu Wirda


"Bu... Saya sudah melunasi semua biaya US bu masa saya tidak diperbolehkan masuk?" Jawab Allesa ingin menangis. Bu Wirda hanya menatap Allesa sekilas.


"Silahkan kebagian kesiswaan. Kamu bisa minta pengganti Kartu ulangan. Tapi kamu hari ini tidak berhak mengerjakan diruang ini !" Jawab Bu Wirda dengan tegas dan pergi meninggalkan Allesa yang masih berdiam diri didepan Kelas.


"Brengsek!!! Semua itu karna si jalang Angela!!" Umpat Allesa dalam hati


*****


Hey hey gimana ceritanya?