
Setelah 2 jam mengitari jalanan yang absurd Allesa dan Jose pun akhirnya bisa sampai di tempat tujuan.
Sesampainya diklinik Allesa dan Jose segera masuk kedalam klinik menemui dokter vera. Untung saja dokter vera sedang ada di klinik. Jose segera to the point perihal tujuan ke klinik, Dokter vera sebenarnya sempat menolak untuk kerumah jose mengingat diklinik begitu ramai. dokter vera sempat menyuruh asistennya yang turun tangan menangani perihal si miyyu miyyu itu. Namun Allesa nampak berfikir lebih baik dokter vera lah yang datang ke rumah Jose dari pada asistennya. Karna allesa tau begitu sabar dan telaten dokter vera menangani kasus seperti miyyu dan sudah ahlinya. Dengan bujukkan dan permintaaan Allesa dokter vera pun akhirnya menyetujuinya. Alhasil disini lah mereka dikediaman graham.
"Joseeee ,allesa akhirnya kalian sampe. Bunda hampir stres mikirin si miyyu." Suara ratna yang melihat jose dan allesa sampai dirumah
"Maaf ya bun lama." sahut jose
"Iyah tante maaf ya. Oh iya ini dokter vera tan" Allesa menunjuk dokter vera
dokter vera tersenyum dan menjabat tangan ratna
"Perkenalkan saya dokter vera."
"Saya Ratna. Senang sekali bisa berkenalan dengan dokter. Dokter ini gawat darurat secepat tolong miyyu." lagi lagi ratnaa terpanik panik dan dramatis sedangkan dokter vera hanya tersenyum seraya berkata
"Baik lah dimana miyyu.?
"Ikut saya dokter."
Ratna dan dokter vera pun pergi begitu saja meninggalkan allesa dan jose tanpa sadar mereka pun saling melepar pandang tanda bingung
"Can?"
"Hmm.?"
"Ko kita ditinggal gitu aja ya?"
"Terus?"
"Keruang keluarga aja yuk."
"Oke. Gue juga mau nyari si maya."
****
Ruang keluarga
"Nic.. Liat Maya gak??" tanya Allesa kepada Nichol yang sedang asik menonton tv
nichol pun menoleh dan menjawab pertanyaan Allesa
"Maya?"
Lah ini si nichol orang nanya kenapa balik nanya. batin Allesa membeo.
"Iya maya, kemana dia??"
"Dia ada di kamar miyyu." jawab nichol santai fokus menonton tv
"Oke thanks.
Allesa tanpa kata lagi pergi menuju kamar miyyu
"Weshhhh abang serius banget nonton film apaa sih." sahut jose yang ikut duduk dekat nichol
"Dari mana aja lo?"
"Dari mana apanya??"
"Lama banget jemput dokter doang macem jemput presiden!"
"Tadi sempet nyasar."
"Nyasar??" bingung nichol
"Iyah nyasar elah."
Nichol menggeleng gelengkan kepala
"Percuma lo jadi cowo kalo gatau jalan. Ada maps buat apa ga dipake!"
Jose tidak menanggapi dan acuh tak acuh membuat nichol menatap horor kearahnya
"Pusing gue denger bunda histeris liat si miyuu mau lahiran!"
"Sebegitu paniknya bunda ke si miyyu yah bang?" sahut jose memasang wajah melas "kayanya kita bakalan kalah sama si miyuu. Apalagi dia sebentar lagi punya keturunan. Bikin posisi kita semakin jauh aja jadi anak" oceh jose mendramatis
Sontak mendengar jose mengeoceh sedari tadi membuat nichol ingin sekali membedah isi otaknya.
"Lo gila!" nichol pun beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan jose yang masih mengoceh tak jelas
"Woy bang lo ga sedih apa!! Posisi kita tuh terancam!!!!!!!" teriak jose nichol tak mengubris dia pergi dengan secepat mungkin
"Bisa bisa lo dan gue ditendang dari rumah ini."
"Pokoknya gue gamau tau lo sama gue harus bawa miyyu dan keturunannya ke panti asuhan!!."
*****
Setelah beberapa saat kemudian dokter vera pun akhirnya bisa menangani miyyu. Hingga pada akhiirnya setelah selesai dengan segala urusan tektekbengek dokter vera pun berpamitan untuk segera kembali ke klinik.
"Terima kasih dokter." ratna seraya menjabat tangan dokter vera dan tersenyum kearahnya. Dokter vera membalas dengan senang hati
"Sama sama bu ratna, kalo begitu saya pergi dulu."
Dokter vera pun akhirnya pergi meninggalkan rumah keluarga graham. Ratna pun kembali keruangan miyyu.
Diruangan miyyu kini sudah berkumpul ada allesa maya jose dan nichol. Miyyu melahirkan 4 ekor kucing yang sangat mengemaskan.
"Eong..eong .."
"Meong.."
"Meyong"
"Lucu lucu banget anak si miyyu, ada 4 lagi.?" puji maya yang masih anteng berada disisi ranjang berisi baby baby miyyu
"Iyah, koq gue jadi gemes ya." sahut allesa yang memandang gemas baby miyyu
"Ya elah ketimbang kucing doang, kalian berdua kaya ngeliat bayi manusia baru lahir." sahut jose heran
"Ini tuh lucu se, lo liat aja ini." jawab maya mengelus bulu baby miyyu sedangkan allesa tidak menanggapi ocehan jose. nichol? Entah lah dia mah sibuk main hp duduk anteng tak peduli sekitar
"Masih lucuan gue."
"Haha Ngayal tingkat dewa lo." ledek maya "lo sama miyyu mah jauh. Mending miyyu kemana mana."
**** iya lah gue mah manusia lah miyyu???
"Jangan samain gue sama si miyyu jelas aja beda." grutu jose
"Dih siapa yang nyamain! GE ER !"
Jose dan maya pun melempar pandangan yang sinis
"Huhhh akhirnyaaa miyyu bisaa melahirkan dengan selamat." suara ratna memasuki ruangan dan segera menuju ranjang miyyu
Mereka semua menoleh ke arah ratna
"Iyah tan ini cakep banget lucu gemas pengin bawa pulang." sahut allesa
"Iya allesa tante juga gemes. Si miyyu hebat."
"Tante, maya boleh minta satu gaaaa."
"Emang kamu suka ngerawat kucing?"
"He engga si tan."
"Lah terus ngapain minta?"
"He ..Ya buat koleksi aja.
Mendengar ucapan maya baik ratna maupun allesa mengeryitkan dahi
Garing!
"Bunn.." panggil jose
"Kenapa?"
"Berhubung miyyu selamat, Bunda ga lupa sama janji bunda kan?"
"Janji apa?" jawab ratna berpura pura
"Lah jangan bilang bunda lupa?"
"Apa sih bunda ga ngerti yang kamu omongin."
"Bun!!!"
"Apaan sih kaya anak kecil aja."
"Koq ngeselin!"
******
Keturunan Miyyu