
Ceklek...
Wanita paruh baya baru saja memasuki kamar anak lelakinya yang bernuansa klasik berpadu dengan cat black white bunyi pintu berbunyi sontak membuat pria tersebut melihat kearahnya seraya berkata.
"Tumben bunda kesini?" Wanita tersebut lalu duduk ditepi ranjang dan melihat ke arah anaknya yang duduk dimeja belajar.
"Emang kenapa Bunda ga boleh kesini kah??"
"Bukan gitu bund.."
"jadi gimana??? oh iya tadi Bunda sempet denger kamu lagi bicara sama seseorang ya.. Hayo siapa?" tanya ratna kepo
bunda nguping apa kelewat tajem indra pendengarannya ya? batin pria itu.
"Bunda salah denger kali." elak pria tersebut
"Bunda ga salah denger Jose. Kamu jujur aja tadi abis ngobrol sama siapa?"
"Apa sih bund, sepertinya Bunda itu cape jadinya salah denger gitu deh."
"Heh jadi kamu bilang bunda punya keluhan indra pendengaran bunda gitu!"
"Bukan gitu bun.."
"Sekarang jujur sama bunda kamu abis ngobrol sama siapa tadi."
"Lah ini kan gak ada orang bund, ya kali aku ngomong sendirian." mendengar jawaban anaknya yang kurang tepat sontakk membuat Ratna menganga
"Yampun anak bunda yang kelewat pinter.. Bunda juga tau kamu lagi sendiri maksud bunda tuh dari tadi kamu ngomong atau ngobrol ditelepon sama siapaaaa!." jawab ratna tak selaw alias greget dengan anaknya
"Jadi bunda tau Jose telfonan?"
"Kok kamu lola sih." gemas Ratna
"Ih bunda udah lah mending bunda istirahat jose juga mau istirahat bund."
"Kamu belom jawab pertanyaan bunda!"
"Iya iya deh bund. Tadi jose abis telepon Allesa."
"Hah yang benar? Kamu sekarang dekat dengan dia? Apa kamu suka sama dia? Terus tadi kamu sama dia bahas apa? Besok dia ngajar kan?" tanya Ratna berbondong membuat jose mendengus gemas.
"Bund satu satu nanya nya dong Kalo beginih jawab mana duluan?"
"Hehe bunda reflek jadi banyak tanya deh." jawab ratna tanpa dosa "terus kamu ko bisa teleponan sama allesa.?" tanya ratna untuk kesekian kalinya
"Gini aja deh dari pada bunda banyak tanya mending jose jelasin aja. Jadi jose tuh telfon Allesa itu karna Jose mau minta maaf bund . tapi Allesa gamau maafin jose."
"Minta maaf? Emang kamu minta maaf buat apa?"
"Jose pernah fitnah Allesa bund."
"Ko bisa?! Gimana ceritanya bunda ga pernah ajarin anak bunda buat fitnah orang lho!." omel Ratna dan melotot ke arah jose
"Aduh bund makanya bunda dengerin dulu." jawab Jose bingung kenapa bundanya tiba tiba moodnya brubah
bunda jose melipat kedua tangannya didada dan menatap sinis
"Pokoknya bunda gamau tau kamu harus minta maaf bunda gamau tau juga kamu harus bikin allesa maafin kamu ! Jangan sampe dia gamau ngajar kamu lagi gara gara masalah ini!" tegas ratna dan bersiap melenggang pergi
"Iyah bund iyaaa.."
"Lho kok bunda jadi marah juga kan bunda belom denger cerita gue . terkadang wanita itu aneh??"
*****
Keesokan Harinya.
Sejak kejadian perkara Jose dan Allesa . Jose tidak berhenti untuk meminta maaf . Sikap jose juga sedikit berubah lebih jadi dewasa dan selalu berusaha untuk mendapatkan maaf dari Allesa.
"Lo itu termasuk cewe yang susah ditebak susah dimengerti dan susah dibujuk. Gue udah berusaha tapi lo tetep kekeh ga maafin."
"Meskipun lo udah nolak permintaan maaf gue. Gue ga bakalan berhenti minta maaf. Gue yakin lo bakalan maafin gue .Walaupun gue gatau itu kapan." ucap miris pria tampan nan putih yang sedang melihat dirinya dipantulan cermin dan menyemangati dirinya sendiri.
Tok..tok..tok terdengar suara dibalik kamar pria tersebut
"Masuk."
"Denn.. Ditunggu Nyonya dibawah. jangan lama lama."
"Eh iya bi."
Pria itu bergegas pergi ke ruang makan menemui ibunya.
"Anak bunda tumben banget rapih mau kemana? Jangan bilang mau main? Kan hari ini kamu masih belom bebas masih harus belajar." ucap ratna kepada anaknya yang baru saja datang dimeja makan
"Ga kemana mana bun . Jose cuma pake baju kemeja dan celana jeans dibilang rapih." jawab pria tersebut dan langsung duduk dimeja makan
"Bilang aja karna mau ketemu Allesa jadi lo serapih ini." sahut pria disampingnya santai sambil memakan sarapan pagi nya. dia nichol
"Jangan jangan anak bunda ini lagi kasmaran yah?. " jawab ratna mengintimidasi jose
"Bunda gausah terpengaruh sama omongan Nichol." sahut jose sambil melirik nichol. Nichol yang merasa dirinya jadi incaran acuh tak acuh melanjutkan makan
"Bunda cuma bingung aja abisnya udah beberapa hari ini sifat kamu juga beda banget rada berubah gitu lebih dewasa dan sedikit tidak bandel lagi."
"Itu hanya perasaan bunda aja." jawab jose santai yang mengambil makanan untuk siap disantap
"Ih tapi bunda seneng kalo kamu berubah kaya ginih kan ga bandel lagi jadi penurut. Dan gimana allesa apa dia udah maafin kamu?"
"Belum bund."
"Percuma lo minta maaf juga allesa ga bakal maafin lo!" sahut nichol
"So tau lo kaya dukun!" jawab jose sinis
"Emang gue tau!"
"Kalo allesa sampe maafin gue?"
"Gak akan!" jawab nichol meragukan itu
"Liat aja nanti!" jawab jose mantap
"Lho kenapa jadi kalian yang berantem?"
"Kita ga lagi berantem bun." jawab jose dan nichol serempak
*****