Love Of Youth

Love Of Youth
Otw Rumah Musuh



"Sorry..jadi gini ceritanya."


Maya dan fran mulai mendengarkan cerita dari allesa


FlashbackON


Derap langkah kaki seorang gadis cantik seketika berhenti mendengar Namanya dipanggil. Gadis itu memperhatikan sekitar sekolah.


"Nak Allesa."


Allesa yang dipanggil namanya menatap Wanita paruh baya Yang ada didepannya. perlahan wanita itu mendekati Allesa.


"Allesa, kamu benar Allesa kan?"


"I..iya saya Allesa. Ibu siapa ya.?


"Perkenalkan saya Ratna, Bundanya Jose dan Nichol." wanita itu menjulurkan tangannya dan membuat Allesa membeo dalam hatinya "Ngapaiin emaknya si kembar sial nyariin gue.."


"Oh iya ada apa tante mencari saya.?"


"Sebenarnya tante mencari kamu Tante ingin minta tolong kekamu. apa kamu bisa menolong tante?" jawab Ratna tanpa basa basi membuat Allesa bingung namun Allesa masih bisa menutupi kebingungannya.


"Eh.. minta tolong???"


"Iya nak Allesa, biasakan bantu Tante."


"Mohon maaf Tan, kalau boleh saya tahu Tante mau minta tolong apa?"


"Kamu mau ga jadi guru privatnya Jose sama Nichol.?"


"Hah gu..guru privat?" Allesa dibuat tambah bingung dengan wanita dihadapannya. Apaan ini?


"Iya tante minta tolong ya cuma kamu yang bisa bantu tante."


"Tapi Allesa ga bisa tante, Tante bisa cari guru privat yang lain saja ya... Maaf Allesa ada urusan." sebelum Allesa bisa pergi Ratna mencegahnya. Ratna menggenggam tangan Allesa. Allesa yang mendapat perlakuan seperti itu seketika Merindukan Ibunya.


"Allesa tante minta tolong banget sama kamu, Tante dengar kamu mendapat Juara kelas dan sekaligus Juara paralel. Tante ingin anak anak Tante bisa seperti kamu. Jujur saja Tante sudah kewalahan dengan mereka berdua." Ucap Ratna dengan sedih, Ratna ingat sekali karena sering memanjakan mereka berdua, mereka berdua malah bikin masalah terus.


"Tapi Tan.."


"Allesa Tante mohon, Tante akan ganti dengan bayaran yang sesuai."


Allesa menatap Ratna bingung, Sifat keibuan dan air mata yang begitu tulus membuat Allesa tak ingin menolaknya. Bukan soal bayaran! tapi Ketulusan seorang ibu membuat Allesa tergerak membantunya. Walaupun Allesa harus bertemu musuh bebuyutannya, tapi Allesa tak mau meruntuhkan ketulusan seorang ibu.


"Tante mohon." bujuk Ratna sendu.


"Iya Tante."


"Kamu setuju? Benarkah?." sahut Ratna dengan senangnya.


"Iya tan.."


"Terima kasih nak." Ratna lalu memeluk Allesa dengan erat


"Sama sama tante." Allesa membalas pelukan Ratna. Lalu keduanya melepaskan pelukannya.


"Yaudah tante minta nomer Hp kamu yah. Nanti tante kabarin kamu biar lebih enak."


FlaskbackOff


"Ohhhhh jadi gitu, dasar dua kembar soal itu bener bener bikin ulah terus ga dimana dimana, bahkan ibu nya aja sampe kewalahan." Sahut Maya setelah mendengar cerita dari Allesa


"Iyah mereka memang seperti kan , oh ya Maya, Frans, udah sore nih kita pulang aja yuk.."


"Ah bener juga.. Ayo pulang."


*********


Kamar Allesa..


"Mah jadi kapan mama dan papa pulang?"


"Mama belum tau sayang pekerjaan mama dan papa masih banyak."


"Mama Allesa kangen mama papa." Allesa disebrang sana menahan isaknya agar tidak terdengar oleh ibunya.


"Maafkan mama dan papa . Secepatnya mama dan papa pulang jika urusan pekerjaan kita telah selesai sayang. Mama janji." ucap mamanya menenangkan walaupun suara itu jauh di sana.


"Yaudah ma Allesa tutup dulu teleponnya."


"Jaga diri kamu baik baik sayang dan jangan lupa makan solat juga ya."


"Iyah ma mama juga jaga kesehatan dan titip salam buat papa."


"Iya sayang loveyou dear."


"Iya loveyou too mama."


Nut..nut..nut..


"Kapan kalian ada buat llesa? llesa tau ma paa kalian bekerja demi masa depan allesa? Tapi allesa rindu kalian? Rindu dimana saat kalian begitu dekat dengan llesa. Tapi sekarang kalian sering meninggalkan llesa sendiri. llesa memang butuh fasilitas dan semua yang menyangkut masa depan allesa. menurut allesa ini udah lebih dari cukup bahkan ini terlalu berlebihan dengan kemewahan yang kalian berikan. Tapi apa yang kalian cari lagi ma pa ? Kalian semakin jauh. Llesa rindu kalian. llesa butuh kalian bukan butuh kemewahan yang membuat kalian jauh dari llesaa"


Setelah menutup teleponnya allesa menangis menenggelamkan kepalanya dibawah bantal dan bergumam terus dalam hatinya semua yang ia katanya tercurahkan dengan air mata yang terus saja mengalir hingga tak lama kemudian ponsel Allesa berbunyi


Tringg...tring..derrt..derttt


Allesa membiarkan ponselnya berdering dan tidak menghiraukan namun lagi lagi ponselnya berdering dan membuat Allesa kesall.


"Siapa sih orang yang udah ganggu gue!"


Tanpa melihat ke layar ponsel allesa menerima panggilan masuk tersebut


"Hallo Siapa si gang.."


"Allesa kamu hari ini tidak lupa dengan janji kamu kan?"


Janji?. Hah apa sih gajelas.


"Janji apa?" jawab allesa ketus


"Katanya hari ini kamu udah bisa mengajar jose dan nichol?."


Jose.nichol? Allesa lalu melihat layar ponselnya tertulis nama diponselnya TANTE RATNA


Bodohnya kau llesa.


"Hallo?? Nak apa kamu masih disana?"  panggil wanita disebrang sana karna tidak mendengar suara Allesa yang tidak menjawab pertanyaannya sedari tadi


"Ohh iyaaa tantee maaf yaa tadi allesa gatau yang telepon tante soalnya alesa baru saja bangun tidur." alibi allesa karna mengutuk kebodohannya karna sempat tidak sopan mengangkat telepon


"Iya tidak apa apa . kamu nanti bisa kerumah tante kan?"


"Bisa tante."


******


- Kediaman Graham


"Menurut Lo siapa guru privat kita Nic?" Tanya Jose kepada laki laki yang sibuk memainkan game di dalam kamarnya. Mereka berdua sedang sibuk berkutat dengan permainan serunya.


"Entah.."


"Huh, bunda sih bilang ke gue guru privatnya masih muda. Dia seorang wanita. gue berharap guru privat yang bunda pilih setara dengan Angelina Joly atau Selena Gomez, pasti bakalan bikin semangat gue buat belajar." Ucap Jose dengan membayangkan serangkaian Manis yang ada di kepalanya. Jose sangat sangat suka dengan Angelina Joly dan Selena Gomez, Jose membayangkan jika ada Angela atau Selena pasti Jose sudah tenggelam dalam selimut bersama mereka berdua.


"Jose..." panggil seorang gadis cantik dengan rambut bule. Gadis itu menghampiri Jose. Jose yang sedang memainkan permainannya PlayStation seketika meleparkan stik yang ditangannya. Apakah ini mimpi???


"Selena...?"


"Iya Sayang." Gadis berambut bule mengulurkan tangannya kearah Jose. Jose benar benar dibuat terpana dengan kedatangan Selena.


"ini beneran Selena?? Oh Selena gue ga mimpi kan??" Jose mengelus Elus tangan Selena.


"engga sayang, kamu ga mimpi, aku beneran Selena."


"Selena sejak kapan Lo kesini? bukannya Lo lagi datengin pesta pernikahan Justin Bieber."


"oh itu... Aku gamau Dateng ah. Mau nya datengin kamu aja."


"Lo serius Selena??"


"Iya Jose."


Jose meraba raba tangan Selena, lalu dia mengelus telapak tangannya.


"Selena tangan lo kok ga sehalus yang gue kira?? kenapa tangan lo kaya papan penggilesan.??"


"Haha Jose sayang, tangan aku kemarin kena ledakan ekperimen backang."


"heh?? Apa itu ekperimen bakcang? coba sini pasti sakit kan? mau gue cium ga biar sembuh."


"ah Jose sayang kamu so sweet banget."


wanita yang bernama Selena itu mendekatkan tubuhnya ke arah Jose.


Dengan mata terpejam Jose mencium tangan Gadis itu.


"Selena kenapa tangan Lo bau bau terasi gitu."


"Iya Jose sayang, Aku abis bikin sambel kesukaan kamu."


"Hah? mana ada? gue ga suka sambel Selena?!"


"Tapi kata Bunda kamu, Kamu suka Sambel terasi."


"Selena Lo jangan percaya sama Bunda, bunda itu bohong, Bunda cuma ngerjain Lo aja."


"Jose jangan gitu, bunda ga ngerjain aku."


"Pasti kamu dikerjain bunda."


"JOSEEE YANG DIKERJAIN BUNDA TUH KAMU!!!!!"


"Heh apa Selena?? Aduh aduh Lo kenapa jewer kuping gue Selena!!!!"


"Iyaaaa Biar sableng nya ilang makannya Aku jewer kamu!!!"


"Selena lepasin anying, sakit banget!!"


"Ngomong apa tadi kamu Jose?!!!!"


"Lepasin Selena sakit !! Lo itu jewerannya persis banget Kaya bunda gue. Anying lepasin!!!"


"Makanya kamu melek dan sadar dong!!!"


"hah???"


"Lo ngomong apa sih?"


"SADAR JOSE VANDER GRAHAM. !!!" Seketika Jose sadar apa yang barusan dibilang Selena. Perlahan Jose membuka matanya. pemandangan yang dia lihat begitu mengerikan. Bagaimana mungkin ada sosok Wanita mengerikan yang siap untuk memangsanya. Dan lagi di sebelah wanita tersebut ada lelaki yang sedari tadi tertawa dengan keras.


"DASAR ANAK TERKUTUK!!! BISA BISANYA MENGUMPAT DAN BILANG TANGAN BUNDA KAYA PAPAN PENGGILESAN."


"Lah kenap jadi Bunda, Selena kemana Bund.?"


"SELENA APA ?!! DASAR KEBANYAKAN NONTON BERITA GOSIP ! APA SEKARANG KAMU MAU COBAIN TANGAN TERASI INI JOSE??"


"YA Allah Bunda !! Ampun Bunda tadi Jose ga sadar ternyata Jose cuma berkhayal Aja bund.."


"CEPAT PERGI DARI HADAPAN BUNDA! DAN SANA KEJAR SELENA DALAM MIMPI MU ANAK BODOH."


"Hhahahahahaha...."


*************


Setelah selesai mandi Allesa memoles sedikit wajahnya dengan bedak baby yang biasa ia gunakan agar terkesan lebih natural dan menutupi bekas mata nya yang sembab akibat menangis, tidak lupa juga ia mengenakan sedikit lipglos agar terlihat tidak terlalu pucat sekiranya cukup dan selesai Allesa pun segera bergegas menuju rumah Jose dan Nichol.


"Non Allesa mau kemana?" tanya mang jono supir pribadi yang sudah bekerja lama dirumah kedua orang tua Allesa.


"Mau kerumah temen mang bisa tolong keluarkan mobil." jawab Allesa yang sibuk memainkan ponselnya


"Non tidak ingin diantar saja?"


"Tidak mang. Hari ini llesa bawa mobil sendiri aja."


"Tapi non nanti nyonya besar marah kalo non tidak diantar mamang."


"Udah mamang gausah khawatir lagian juga mama kan gada."


"Tapi non kan nyonya udah berpesan sama mamang kalo non harus selalu diantar jika ingin kemana mna."


"Udah deh mamang gausah cerewet kaya mama."


"Yaudah kalo mamang gamau keluarin mobil biar allesa aja!"


"Ehh.. Non jangan ngambek dong. Yaudah sebentar ya."


"Iya mamang cepet!!"


Allesa pun menunggu mang jono mengeluarkan mobilnya dibagasi iya tidak habis difikir sampe sekarang dia sebentar lagi akan menjadi guru privat dari musuh abadinya selama ini


***


Next??


#teamallesa