
Setengah jam kemudian..
"Woy macan jadi sebenernya lo tau ga alamatnya. Dari tadi kita cuma muter ke tempat yang sama." tanya pria tampan dengan ciri khas rambutnya yang dikuncir kuda kepada wanita yang duduk disampingnya pria tersebut lalu menepikan mobilnya dipinggir jalan.
"Bener ko. Setau gue ini jalan menuju klinik Dokter vera." jawab Allesa setangah ragu. sudah beberapa kali mereka menelusuri jalan tersebut tapi tidak ada tanda tanda ada klinik
"Yang bener dong. Lo salah kali dari tadi ga nyampe nyampe. Ini tuh hampir 7 kali kita muter ditempat yang sama." heran Jose
"Ish mana gue tau kalo kita udah muter sampe 7 kali."
"Lagian lo main hp mulu dari tadi!"
"Ye! Gue juga main hp karna searching lokasiya kali."
"Lah gimana sih katanya lo tau alamatnya."
"Iya tadi gue tau tapi sekarang gue lupa!"
"Bilang aja kalo lo gatau gausah bilang lupa."
"Jadi lo nyalahin gue?!" jawab Allesa kesal.
Nih orang bikin gue gondok aja rasanya pengin banget gue cekek batang lehernya kalo bukan temen satu kelas udah kelar hidup lo batin Allesa.
Melihat wajah Allesa kesal membuat jose mengalah dan
"Emm ya engga sih. Yaudah deh kita jalan lagi aja.
Ngalah aja lah ya sama cewe mah. Kata bunda kebanyakan cewe itu sifatnya ambekan ehh ga nyindir itu fakta batin Jose.
"Bentar jangan jalan dulu!" Allesa mencoba sedikit menahan Jose yang sedang ingin menyalakan mesin mobilnya.
"Emang kenapa?"
"Pake maps biar ga nyasar."
"Ohh oke"
"Tapi sambil jalan aja ya can."
"Can can lo kira gue dakocan !"
"Hem.."
Mereka melanjutkan perjalanan yang sempat tertundaaa. Setelah sampai dipertigaan Jose kembali bingung ini sebenarnya dimana?
"Can terus ini belok kanan atau kiri apa lurus aja??" tanya Jose kepada Allesa yang entah kemana arahnya
Allesa pun mendonggakkan kepala dan melihat jalanan tersebut
"Hah? Ini kita dimana Jose?!" tanya Allesa yang menyadari jalan yang dia lihat terasa asing
"Lah gatau?"
"Lagian main jalan aja ish!" grutu allesa
"Emm.. Yaudah coba Belok kiri deh "
"Oh oke." Jose pun memutar mobil kearah kiri. Namun lagi lagi jalanan dihadapkan dengan belokan
"Ini belok mana lagii?" tanya nya lagi
"Kayanya belokkk..." Allesa sedikit perfikir sambil memerhatikan jalanan
"Belok apa?"
"Emmmm ki...ki..kirii.." jawab Allesa ragu sambil celingukan melihat ke kiri dan kekanan
"Ok.."
belum sempat jose berbelok Allesa menghentikan jose
"Ehh tungguu... salah salah belok kanan."
"Lahh yang bener mana kiri apa kanan??"
"Iya iya kanan bener." jawab Allesa antara benar atau tidak
"Awas kalo salah gue jitak lo." ancam jose
"Dih!!! Ya kali nyasar?!"
Allesa tak habis pikir ada ya cowo yang gatau jalan dimana mana itu cowo tuh tau jalan lah ini mah gak.
Melihat ekpresi allesa yang seperti itu tanpa disadari membuat jose senyam senyum gak jelas.
"Ngapain lo senyum senyum." tanya allesa yang melihat jose seperti orang gila
"Ehh.. Gapapa lo lucu."
"Gue ga lagi ngelawak."
Jose terkekeh dan fokus menyetir
Keheningan pun terjadi di dalam mobil
Namun tak lama dari keheningan mereka terdengar suara ponsel berdering
Tring..tring..tring
Jose yang sadar ponselnya berbunyi dengan segera jose menerima panggilan masuk
"Hal...
"Kamu dimana jose ?! Lama sekali. Ini si miyuu gemeteran. Bunda jadi panik sendiri."
"Jose bentar lagi sampe klinik bund. Soalnyanya tadi sempet nyasar."
"Ko bisa nyasar si kamu gimana bawa mobilnya gatau jalan?!"
"Bukan ga.."
"Pokoknya cepetan pulang bawa dokternya buruan bunda gamau si miyyu kenapa napaa! Kalo sampe miyyu kenapa napa jangan harap kamu bunda bisa ngabulin permintaan kamu yang itu."
"Iya iya bunda sabar dulu ini jose ngebut ko pake nos ngebutnya. Miyyu ga bakal kenapa napa lagian kalo miyyu metong nanti jose ganti sama yang ke lebih lebat."
"Enak aja kalo ngomong nanti kamu yang bunda bikin metong. Mau?!"
Mendengar percakapan jose dan bundanya membuat allesa mengerutkan keningnya miyyu? Siapa miyyu?
"Inget pesen bunda tadi kalo sampe miyyu kenapa napa jangan harap bunda kabulin permintaan kamu yang itu!"
Nut.nut..nut
"Busettttt ? Galak banget bunda. sebenernya yang anaknya bunda itu gue apa si miyyu sih!" grutu jose sambil menaruh kembali ponselnya ke dalam saku
"Bunda lo telepon?"
"Iya marah marah sama panik gitu."
"Kucingnya udah lahir belom si?" tanya allesa yang menyenderkan kepalanya ke senderan jok dan melihat ke arah jendela
"Mana gue tau. Si miyyu pake acara mau lahiran segala." kesal jose
"Miyyu siapa?"
"Siapa lagi kalo bukan kucing kesayangan bunda."
"Oh namanya miyyu."
"Iya miyyu itu udah kaya anak buat bunda. Heran gue juga."
"Ya mungkin bunda lo lebih milih punya anak kaya miyyu dari pada lo yang gendeng."
"Heh? Gue yang ganteng begini dibilang gendeng enak aja lo."
"Ganteeng gundulmu."
"Gue ga gundul macan."
"Bodo amat terserah lo. Udah sih buruan buar cepet nyampe!"
Jose hanya mengiyakan berharap agar cepat sampai dan menemukan alamat yang dituju.
*****
Next??
Sadar ga sih mereka tanpa disadari jadi dekat seakan melupakan sejenak masalah beberapa lalu :)
Awal yg baik kah??
******