
Dengan sigap Kedua lelaki tampan akan menyusun rencana. Mereka yakin ini adalah salah satu cara untuk membuat Allesa malu didepan umum. menurut Jose ini akibat dari Allesa suka ikut campur dengan urusan Jose dan teman temannya.
"Jadi apa idenya bro.?" tanya Daniel kepada Jose.
"Oke kita kerjain si macan biar malu" jawab Jose dengan seringkai jahatnya.
"Caranya?"
"Lo liat kan dy berdiri disebelah sama mbak mbak gitu ..?" tunjuk jose
"Ah iya gue liat."
"Sini gue kasih tau rencananya...." Jose pun secara detail memberi tahu rencana apa yang akan iaa. mainkan.
"Lo serius sama ide lo se?."
"Iya serius." jawab jose mantap
"Kalo ketauan gimana?
"Ga akan bodoh. Main alus lah."
"Oh gitu ya oke oke." jawab Daniel dengan polosnya dan mengiyakan rencana jahat Jose.
Mereka pun berjalan dengan santai dan mengendarkan pandangan agar Allesa tidak mengetahui keberadaan merekaa disini.
Allesa yang sedang menunggu antrean tengah asik memainkan ponselnya sehingga tidak menyadari kehadiran Jose dan Daniel ditengah keramaian hingga Jose dan Daniel berhasil melancarkan aksinya..
Tak lama kemudian Antrian yang ditunggu tunggu Allesa pun usai ia segera menuju Game yang sudah tak sabar akan Allesa mainkan. Namun sebelum memulai game ada seseorang dibelakang Allesa yang berteriak heboh. Allesa pun menoleh dan menyaksikan orang itu.
"Lho dompet saya mana.??" teriak suara Wanita, suaranya membuat pengunjung juga melihat ke arah wanita itu.
"Wah ada yang ngambil dompet saya ini!!!" teriak nya lagi sambil mengaduk aduk tasnya
Allesa yang penasaran pun akhirnya menanyakan kepada wanita itu.
"Kenapa ya mba??."
"Dompet saya hilang mba." jawabnya panik wanita itu.
"Ko bisa? Mba narohnya dimana??"
"Saya taroh tas. Tadi juga masih ada ko . pas saya lihat lagi gada??
"Coba cari yang bener mba?" suruh Allesa
"wah hati hati mba sekarang kan banyak copet, kalau sudah hilang kan susah ketemu. Apalagi disini mall." Sahut ibu ibu gendut yang super rempong. semua pengunjung juga berkumpul mengelilingi wanita itu
"Kenapa sayang?" sahut pria yang baru saja datang
"Dompet aku hilang. Tadi tuh masih ada masa sekarang hilang . ponsel ku juga gada?"
"Ko bisa? Coba aku hubungin nomer kamu sayang." pria tersebut segera menghubungi nomer kekasihnya dia mencari nomer kekasihnya dan memencet tombol hijau.. Tersambunggg
Tring..tring..tringg..
"Sayang itu ponsel ku bunyi." Ponsel tersebut berbunyi nyaring membuat pria tersebut dan kekasihnya mencari asal suara.
Allesa kaget dengan apa yang ada di saku Jaketnya. Allesa sadar ada getaran di sakunya membuat dia mematung.
"Ponsel gue ga bunyi bahkan lagi gue pegang, terus ini kenapa berasa banget getarannya dijaket gue. Jangan jangan... " -_- batin Allesa.
"Sayang ponsel aku kedengeran banget tapi dimana ya.?"
Allesa yang mulai panik akan terjadi sesuatu dia segera merogoh saku jaketnya dia merasakan benda persegi panjang yang semakin bergetar dan berdering Allesa pun dengan sangat bingung mengambil benda tersebut dann..... "Ini ponselnya siapa kenapa bisa sama gue." Lirih Allesa.
"Sayang it... itu sayang ponsel ku sama dia!!" teriak wanita yang kehilangan ponselnya tersebut sambil menunjuk ke arah Allesaa. Suara wanita itu membuat para pengunjung juga melihat kearah Allesa.
Allesa diam mematung dia bingung harus berbuat apa.
"Oh jadi kamu yang ambil ponsel pacar saya?!" tanya pria kekasih wanita itu dengan frontal.
"Sa..sa.saya gaa ambil ponsel mbanya.."
"Gausah banyak alesan ! Apa jangan jangan kamu juga yang nyuri dompet pacar saya?" tanya nya lagi dengan sorotan tajam membuat Allesa menelan salivanya namun dengan berani allesa menjawabnya.
"Saya ga ambil ponsel ataupun dompet pacar anda!"
"Kalau ga ngambil buktinya ini apa?! ponsel ada di jaket anda! Dan anda masih mengelak? Cantik cantik ko tukang maling! Kasian sama muka!" tuduh pria tersebut dengan kejamnya
"Sini kamu ! Coba saya mau priksa jaket kamu!" wanita yang kehilangan ponsel tersebut menarik Allesa dengan kasar dan memeriksanya.
"Nah ini apa??!!" Wanita itu menemukan dompet nya membuat Allesa semakin shock dan sontak mengerjapkan kedua matanya ko bisa ?? kenapa bisa??
"Saya gatau sama sekali kenapa dompet dan ponsel mba ada di kantong jaket saya."
"Mana ada maling ngaku!!"
"Huuu cantik cantik tukang maling!"
"Haha kasian mukanya polos tapi ternyata hatinya busuk."
"Kalo ga punya duit gausah nyolong juga kali mending minta minta aja dijalanan."
"Gatau diri maling di mall rame kaya gini!"
Begitulah celotehan yang terdengar membuat Allesa semakin sakit hati siapa yang memfitnah nya dengan kejamnya apa alasannya ? Tolong gue may frans
"Saya akan laporkan kepada pihak keamanan! Sayang kamu tunggu sini." pria itu berlalu meninggalkan kerumunan orang dan segera memanggil security
Allesa yang sedari tadi diam hanya pasrah untuk apa dia membela diri percuma tidak ada yang percaya mata nya mulai memanas dadanya semakin sesak dia tidak bisa berbuat aapa apa semua bukti sudah ada dan itu kuat untuk menuduhnya . kenapa ada yang kejam sekali berbuat ini kepadanya. Allesa tidak takut karena Allesa tidak salah. yang membuat Allesa sedih kenapa dompet dan ponsel wanita itu ada disakunya?
Tak lama kemudian pria tersebut kembali dan membawa dua security berbadan tegap.
"Saya ga pernah nyuri. Jangan asal bicara!". Jawab allesa yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.
"Banyak alasan! Udah pak bawa dia!."
"Ayo sekarang ikut saya ke pos keamanan! Anda bisa jelaskan disana."
"Gausah tarik tangan saya! saya bisa jalan sendiri!!"
security pun membawa paksa Allesa . sebenarnya Allesa ingin memberontak namun apa daya dia sudah terlalu sakit hati dengan celotehan dan tuduhan yang jelas bukan dia pencurinya sehingga dia hanya bisa pasrah berharap tuhan akan menolongnya saat dibawa security percuma dia membela diri jika tidak diberi kesempatan untuk membela dibanyak kerumunan orang . mereka hanya melihat apa yang mereka lihat .namun tidak mengetahui kejadian sebenarnya seperti apa. Dari kejauhan sosok laki laki berbaju kotak kotak hanya tertawa jahat mungkin misi gilanya saat ini berhasil membuat gadis itu kapok
****************
"Kenapa kamu mencuri?." tanya security berkumis tebal gendut dan sangar ketika sudah di Pos Keamanan.
"Ya ampun pak saya ga nyuri." jawab Allesa jengah
"Kamu mau saya laporkan kasus ini ke pihak kepolisian?!"
"Saya harus gimana biar bapak percaya?"
"Tinggal jawab aja alasan kamu kenapa mencuri?"
"Udah saya bilang saya ga nyuri pak. Tidak mungkin saya mengaku kesalahan yang bukan kesalahan saya." jawab Allesa memutar bola matanya malas.
"Sepertinya kamu masih kekeh dengan pendirian kamu?! Apa perlu saya lakukan dengan paksa agar kamu mengaku!." sahut security satunya lagi temannya secuity gendut dengan nada mengancam
"SILAHKAN!" kesabaran Allesa mulai menghilang
"Oh jadi kamu main main dengan saya!!!" teriak security itu membuat Allesa bergidik ngeri dan menundukkan kepalanya.
"TERSE..
"Allesaaaaaaaaaa." teriak Maya dan frans yang baru saja datang
"Kalian.." Allesa mendongkkan kepalanya dan tersenyum manis. makasih tuhan mereka datang.
"Siapa kalian?." tanya security gendut
"Maaf pak sebelumnya. Kenalin saya frans sahabat Allesa." Frans berjabat tangan dengan security itu.
"Lalu mau apa kau kesini?"
"Saya kesini karna saya ingin menjelaskan jika sahabat saya tidak mungkin mencuri. Dan saya bisa menjamin itu." jawab Frans dengan gagahnya.
"Kalian pasti komplotan pencuri!" Jawab security itu dengan entengnya membuat Frans mengumpat dalam hati . sialan sikentung kumis kalo ngomong ga disaring!
"Pak saya menjadi taruhannya. Saya yakin sahabat saya ini ga nyuri!" srobot Maya.
"Kami tidak akan percaya omongan mu itu bocah cilik. Kamu tak ada bukti apapun kalau teman mu ini tak bersalah."
Maya memandang kedua security itu malas
"Dengerin yah Bapak secuity yang terhormat. Saya bisa buktikan kalo sahabat saya tidak mungkin mencuri! Dia anak orang kaya . anak komlomerat se Negara ini. Gamungkin nyuri hp murahan dan isi dompetnya ga seberapa sama isi dompet yang dia punya."
"Mana ada maling ngaku. kalian pasti bersekongkol., siapun orang tuanya saya tidak peduli."
"Apa bapak ga kenal orang tuanya?!."
"ngapain juga saya kenal Orang tua dia."
"Semua bukti sudah ada padanya." jawab security tegas security satunya lagi.
"lagi pula saya ga percaya kalau dia anaknya komlomerat negara ini. Cihh bocah, kalian mau menipu kami?" security gendut tertawa sumbang.
"Bapak nih batu banget dibilanginnya Allesa itu beneran anak konglomerat hi ga percayaan banget . nanti bapak yang kena sasaran baru tau rasaaa!" sahut Maya yang beracak pinggang menatap sinis ke arah kedua security membuat Allesa menahan tawanya.
kedua security saling pandang dan tertawa
"Ehh kok malah ketawa. Asal Bapak tau orang tua Allesa bisa beli mall ini.! Dan bapak tau? Bapak akan dipecat dari sinih." Ancam Maya dengan jahilnya membuat security itu lama lama nyalinya menciut.
"Apa buktinya kalo teman kalian tidak bersalah?"
"Sahabat saya pasti di fitnah. kalo semua tuduhan itu tidak mengarah kepada Allesa dan bapak masih bersikeras menuduh , saya akan laporkan kasus ini kepihak berwajib atas tuduhan pencemaran nama baik." jawab frans tegas agar security itu agar mereka tidak berlaku seenaknya.
"Bener kata Frans. Bapak juga ga bisa seenaknya sendiri main hakim dong.! Pokoknya kalo bapak ga dengerin apa kata Maya, bapak akan menyesal. Kalo bapak masih ga percaya bisa buka ponsel bapak cari di google siapa orang tua Allesa!" teriak maya mencak mencak karna sudah kehabisan kesadaran nya dengan dua security tablo itu
"Siapa emang nama Bapak nya Allesa?"
"YUDHA BRATA WIJAYA!!!!!"
Seketika kedua security itu ternganga mendengar nama yang mereka sebut.
"Kalian brisik banget oke oke saya lepaskan teman kalian . tapi ada syaratnya?"
"APA?" jawab maya dan Frans bersamaan
"Jangan kasih tau orang tua dia"
Dasar security tablo bin ajaib
"Kalian pergi dari sini sebelum kita berubah pikiran."
tak ingin menunggu lebih lama lagi, Maya menarik tangan Allesa untuk segera pergi dari pos keamanan dan diikuti. oleh Frans
dari jauh Maya berteriak
"BYE BYE SECURITY BODOH... HAHHAHA.."
**************
#teamallesa