
Flash back on
Langkah yang sedari tadi berat untuk masuk kedalam ruangan membuat pria dibalik pintu hanya berdiam diri, dia fokus melihat dari luar dan mendengarkan percakapan ketiga orang yang ada di dalam ruangan. Apalagi ketika melihat gadis cantik yang sedang bersender duduk dengan wajah yang masih pucat membuatnya tak mampu bahkan terlalu takut untuk menemuinya. Mungkin lain kali. Geet will soon Allesa . Lalu dia pun berbalik dan pergi dari balik pintu yang terbuka..
Sejak saat itu juga pria tampan dengan ciri khas rambutnya berusaha keras untuk bersikap biasa saja, namun tetap saja sekeras apapun dia bersikap biasa maka sekeras itu pula ia selalu memikirkan gadis itu. Hingga suatu malam entah dapat ide atau dorongan dari mana pria terbut menulis surat permintaan maaf untuk gadis yang tengah terbaring sakit. Ia juga merajut sebuah gelang untuk gadis itu.
ia juga meyakinkan diri untuk bisa berdamai dengan gadis itu. Lalu pria tampan tersebut memasukan surat itu dan gelang rajut kedalam kotak kecil. Dan ia berfikir Seperti nya berteman dengan gadis itu lebih asik dari pada harus berulang kali cecok karna hal sepele. Namun Jose tetap lah Jose. Dia masih belum bisa memberitahu perihal ini dengan teman satu gengnya. Belum saatnya ia memberitahu.
Sebelum berangkat sekolah. Jose menyempatkan diri untuk kerumah sakit. Dia berniat untuk sekedar menemui gadis yang tak bisa lepas dari pikirannya. Jose juga ingin memberikan hadiah kecil kepada gadis itu namun saat itu juga Jose berubah fikiran. Dia hanya takut jika gadis itu tidak memaafkannya. Hingga ia menitipkan suratnya kepada , salah satu dari suster yang sudah standbay direcepsionis.
"Suster?" panggil Jose kepada tiga suster yang sedang bercengkrama. Suster suster itu pun menoleh kearah Jose.
Bak melihat ciptaan Tuhan yang paling sempurna suster suster itu sontak terkejut melihat Jose. (Pagi pagi udah cuci mata .ngeliat yang seger seger. Mukanya itu lho mulus kaya baju abis disetrika. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan?)
"Abang ganteng, tumben kesini pagi pagi." Sahut suster desi centil. Suster Desi adalah suster terlama yang bekerja dirumah sakit milik keluarga Graham dibanding suster suster yang lain.
"Emm.. Iya sus." Jose tersenyum canggung
"Jose boleh minta tolong gak kepada suster suster disini?" jawabnya lagi to the point
"Wah minta tolong apa?" Sahut suster yang diketahui namanya devi
"E... In.. Ini Jose mau ngasih sesuatu sama seseorang. Tapi bentar lagi masuk sekolah." jawab Jose. tak ada pilihan lain selain menitipkan kepada suster suster disini
"Wah apa tuh abang ganteng?" jawab suster desi penasaran
"Ini sus sesuatu pokonya kasih aja ke pasien yang lagi di rawat di ruangan no 501." Jose menyerahkan kotak kecil kepada suster desi. Suster desi menerima kotak itu dan tersenyum kearah Jose. Sedangkan kedua suster yang lain hanya berbisik bisik (noh liat dia sweet banget yah)
"Ini doang yang mau dikasih?" tanya suster desi
"Oh ya. Sekalian bilangin ya jangan lupa minum obat dan geet will soon buat dia."
(Gue juga pengin digituin aduh) batin desi
"Oke abang ganteng." jawab suster desi.
"Makasih banyak suster desi. Kalo gitu saya pamit."
"Hati hati ya abang ganteng."
Jose akhirnya melangkah pergi meninggalkan rumah sakit.
"Des itu tadi siapa manis banget parah." Tanya devi
"Oh itu dia Anak pemilik rumah sakit ini."
"What?? Serius lo? Jadi dia Anaknya Dokter Graham?"
"Iya.. Tapi lo harus tau nih ya, Bos Besar gak cuma punya satu pangeran tampan. Masih ada lagi." jelas suster desi antusias
"Demi apa lo?"
"Yaelah ga percaya amat lo."
"Gila ! ini yang punya rumah sakit udah tua juga masih ganteng aja apalagi anak anaknya. Gue rasa gue harus gebet salah satu dari mereka. Kali aja yang tadinya suster, gue bisa diangkat menjadi mantu pemilik rumah sakit ini" ucap suster devi berhayal tinggi . suster desi hanya menggeleng gelangkan kepala.
Namun orang yang sedari tak banyak bicara dengan santai menoyor kepala suster devi
"Berhayal aja sampe monyet melambaikan tangan dan bilang ayo nak, waktu nya pulang kekebun binatang." sahut suster deva yang tak lain kembaran suster devi.
"kampret !!!"
Flash back off
****************
Bel pulang pun terdengar diseluruh penjuru sekolah SMK Nusantara Satu. Siswa siswi kini berhamburan untuk keluar kelas. Namun tersisa kini masih ada satu kelas yang menyisakan beberapa murid didalamnya.
"Ini kita jadi nengokin Allesa kan guys?" Tanya Maya kepada beberapa murid yang tersisa , Fran , Jose , Nichol , Daniel , Dino , wowo. Mereka berencana untuk menengok Allesa dirumah sakit.
"Gak!" Sahut lelaki yang duduk santai ia memutar mata malas.
Sedangkan yang lain memandang ke arah Maya dan lelaki itu
"Buat apa nengokin dia? Buang buang waktu!"Lelaki itu mendengus sebal
Jawaban lelaki itu membuat Maya kaget seketika
"Anying itu mulut, yaudah sih kalo lo gamau nengokin Allesa hus sana pulang!." Usir Maya kepada lelaki itu
Lelaki itu tak menghiraukan Maya. Dia beralih memandang teman temannya dan menepuk bahu salah satu dari mereka
"Ayo cabut."
Yang ditepuk bahunya hanya menoleh dan diam
"Woy ayo ke basecamp niel . nic" Ajak lelaki itu kepada teman yang lain
"Lo duluan. Gue mau ikut nengokin Allesa." Jawab Daniel
"Gue juga." Jawab Nichol
"Lah ngapain lo tengokin dia . lagian buang buang waktu. Men..."
"Kalo lo gamau ikut yaudah duluan ke basecamp gausah banyak bacot." potong Jose cepat
"Ha Anjing sekarang lo udah peduli sama tuh cewe." Sahut lelaki tadi tertawa garing lebih tepatnya mengejek
"Udah ayo cabut .. lama lo!" Lelaki itu menarik tangan Jose, namun Jose menyentakan tangannya
"Gue mau jenguk Allesa lo ga denger?"
"Jadi sekarang lo bela belain cewe galak macem kaya dia. Haha banci lo. Gausah becanda. Mending ayo cabut sekarang!"
Jose tak mendengar ocehan lelaki itu, dia berbalik menuju pintu keluar namun saat belum sampai pintu lelaki tadi menarik tas yang tersampir dibahu sebelah kanannya hingga Jose terhuyung kebelakang hampir jatuh. Kesal itu yang dirasakan Jose. Dia menatap lelaki itu dengan tatapan kemarahan.
Brug!!! Jose mendorong bahu lelaki itu hingga lelaki itu jatoh menabrak meja. Tak terima dengan perlakuan Jose lelaki itu bangkit dan memegang kerah Jose
"Wowo lepasin Jose!" Teriaak maya .
Daniel Nichol dan yang lain hanya diam membiarkan aksi mereka berdua
"*******!! Banci lo ya cuma gara gara dia lo giniin gue!"
Jose diam. Tak ingin Api amarahnya semakin tinggi
"Jawab lo diem aja sialan! Apa sekarang lo udah suka ama tuh cewe?!" Wowo semakin mencengkeram kerah baju Jose. Jose sebenarnya tak ingin berkelahi dengan temannya itu dia hanya menatap temannya malas.
"Jangan diem aja punya mulut ga lo!!" Maki Wowo
"Nichol Daniel itu pisahin ish ko kalian malah diem aja!" Teriak Maya kearah Nichol dan Daniel.
Mereka berdua seolah tak peduli hingga mereka keluar dari dalam kelas. Memang mereka sengaja keluar kelas karena Jose mengisyaratkan lewat matanya agar Daniel dan Nichol menunggu diparkiran.
"Ih kenapa pada keluar!!!" Kesal Maya. Fran menarik Maya agar ikut keluar kelas
"Frans itu mereka kalau ribut gimana.."
"bukan urusan kita ayo keluar."
Sudah cukup kini kesabaran Jose sudah menghilang, sedari tadi cengkeram wowo pun enggan dilepas.
"Lepas!" ucap Jose dingin
Wowo mengeram ingin rasanya meninju Jose namun ia urungkan
"Awas lo!!" kini Wowo pergi meninggalkan Jose sendiri dikelas
"Sebenernya si wowo kenapa?" Jose pun berlalu menyusul teman temannya.
***********