
Terlihat satu orang gadis yang sedang menunggu sahabatnya, Dia hanya duduk terpaku di ranjang milik sahabatnya. Sudah hampir 30 menit sahabatnya tak kunjung selesai. Sebenarnya apa yang dilakukan sahabatnya itu. Dengan sisa kesabaran yang ada gadis itu memanggil sahabatnya.
"Udah belom Allesa lama banget dah."
"Sabar dulu May.. Ini beloman." teriak Allesa agar dapat didengar oleh Maya. Allesa kini tengah dikamar mandi.
"Emang lo lagi ngapain siii. Lama banget !!" Gerutu Maya.
"Bentar maya."
"Lama ! lagi ngapain sii." kesal maya "Hampir 30 menit gue nunggu lo ga keluar keluar juga !."
"Iya iyah maya bentar."
"Lam..!!!!"
Allesa pun keluar dengan tampilan yang terkesan berbeda dari sebelumnya.
"What the hell? Gue ga salah liat kan??" Maya terkesiap melihat penampilan Allesa yang jarang sekali berdandan. Allesa memang cantik tapi baru kali ini benar benar Cantik. Hanya bermake-up tipis membuat wajah Cantiknya semakin bersinar. Apalagi Dress yang senada dengan kulit Allesa menambah kesan W.o.w B.g.t
"Salah liat apaan??"
"Lo Allesa kan?" tanya maya sambil mengucek matanya agar tidak salah melihat orang
Tak...!!!
"Gue bukan Allesa!!" Jawab Allesa sambil menjitak kepala Maya
"Sakit ****! Tapi serius lo beda terlihat lebih cantik."
"Gue emang cantik may." jawab allesa dengan angkuhnya sambil pengibas poninya
"Gileeee tau begitu ga jadi gue muji kecantikan lo." kesal maya sambil memanyunkan bibirnya
Allesa terkekeh melihat Maya Kesal.
"Ah gue tau Lo itu kan mau ketemu sama Rival kesayangan Lo. Jadi sekarang Lo tampil beda."
"Apa sih Lo gajelas. Kalau hari ini bukan mau main sama Lo ya gue juga ga mau serapih ini oke!!."
"haha iya baru inget kalau kita mau main."
"Udah ayo lah cabut keburu telat. Gaenak gue kalo harus nambah jam pelajaran buat mereka." Allesa menyeret Maya agar segera pergi ketempat yang akan mereka tuju. Maya hanya bisa pasrah mengikuti Allesa.
*****
Setelah beberapa menit lamanya mengitari jalan raya. Disini lah allesa dan maya tiba dikediaman Graham . Allesa sengaja mengajak Maya karena hari ini hari terakhir Allesa menjadi guru privat. Jadi Allesa dan Maya sudah membuat janji untuk pergi bersama.
"llesa, lo aja yang masuk gue tunggu dimobil." suruh Maya kepada sahabaynya yang baru saja melepaskan seltbetnya.
Allesa pun menoleh kearah Maya.
"Gak! Lo ikut masuk."
"Gue malu **** !! masa gue ikut masuk. Lo gatau kan didalam ada nichol." tolak maya sambil menutup kedua mukanya
"Helllow !!! Lo Ama Nichol gada hubungan apa apa jadi gausah Malu malu meong. bersikap biasa aja ! Lagian Nichol juga gatau kalau Lo diem diem ngefans sama dia kan?" ucap Allesa panjang lebar. Maya yang mendengar ucapan Allesa hanya melebarkan matanya. "Ayo Maya masuk!! jangan sampe gue seret."
"Gamau sa!!"
"Ayo buruan!"
"Sumpah gue degdegan kalo harus ketemu nichol." maya memegangi dadanya membuat allesa seketika prustasi.
"Ga jelas banget lo! Lo ikut masuk atau kita ga jadi pergi!" ancam allesa dan keluar dari mobil
"Tapi sa.."
"Lo ikut atau kita ga jadi pergi!" teriak allesa yang mulai melesat pergi
"Arghhh !! woy llesaaaaaaaaaa tungguinnn!!!"
********
"Selamat pagi tante." sapa Allesa seraya mencium tangan tuan rumah Nyonya RatnaGraham.
Wanita itu tersenyum sumringah
"Pagi allesa ayo masuk. Eh itu siapa?" tunjuk ratna yang melihat ada gadis di samping Allesa. Melihat Ratna sepertinya orang yang baik, Maya langsung Antusias memperkenalkan dirinya.
"Hay tante kenalin saya Maya ,teman allesa. Maya juga temannya Jose dan Nichol.. Oh ya kita Juga satu kelas."
Ratna mengangguk tanda mengerti. Allesa yang melihat kelakuan sahabatnya menatap Maya dengan tatapan horor. "Maya dasar kebiasaan banget!!" Lalu Allesa menyikut Maya.
"Ih apa sih saa." maya pun menyikut balik allesa
Ratna melihat mereka dengan senyum yang masih terpancar
"Nak Allesa Nak Maya Ayo Masuk.."
"baik Tante.."
***********
Ruang Tamu
"Ini Hari terakhir gue ngasih materi ke kalian semoga aja kalian bisa lebih memahami apa yang udah kita pelajarin bareng bareng" ucap Allesa sambil menutup laptopnya. Jose yang mendengar perkataan Allesa mendonggakan kepalanya Jose menatap Allesa dengan tatapan yang sulit diartikan. ada rasa tidak rela jika ini hari terakhir Allesa mengajari Jose.
Sedang nichol hanya menoleh sebentar lalu mengerjakan soal latihan lagi sepertinya nichol lebih serius belajar.
"Woy itu mata tolong kondisikan."
Jose yang tersadaar langsung menatap Maya dengan tatapan jengkel.
"Heh ga boleh lempar lempar makanan!" sahut Jose
"Ye lagian lo ngeliatin Allesa dalem banget, kalah lautan juga."
Allesa yang melihat Jose dan Maya beradu mulut hanya mengeryitkan dahinya
"Ternyata diem diem lo merhatiin gue." tunjuk Jose kepada Maya.
"Pede banget lo!"
"Bilang aja lo terkesima dengan kegantengan gue."
"Najis, ganteng dari mana coba."
"Maya Lo lupa kalau gue ini most wanted nya sekolah Nusantara satu. Jangan bilang Lo gatau. Coba Lo periksa mata Lo baik baik"
"haha iya iya most wanted. murid paling dicari disekolah karena kejelekannya."
Perdebatan Maya dan Jose membuat Allesa mengeram ingin rasanya Allesa melempar dua orang itu keplanet mars.
"He kalian apa apaan sih brisik tau ga!" Ucap Allesa kesal. Suara Allesa membuat Jose dan Maya menoleh kearah Allesa.
"Jose mending kelarin tugas lo! Dan lo Maya lo diem gausah banyak omong!"
Seketika itu juga maya dan jose kicep dan menuruti apa yang diminta Allesa.
Suasana menjadi heniinggg . Tak lama kemudian datang wanita paruh baya dengan nafas terengah engah membuat mereka yang diruangan tersebut melihat kearah wanita tersebut.
"Lho bunda kenapa???" jose pun menghampiri bundanya.
"Aduh itu kuc.kuc.." jawab Ratna dengan nafas yang terengah engah
"Kuc apaan bund??" tanya jose bingung
Allesa Maya dan Nichol pun mereka ikut bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan Bu Ratna?
"Kuc kuc kuc. Aduh..."
"Kuc kuc kuce ko ta hai Bund ??"
"Duh! Bukann joseee."
"Sebenarnya bunda mau ngomong apa?? kenapa bunda sampe ngosngosan gitu." Kini Nichol lah yang bertanya dia terlihat khawatir dengan Ibunya.
"Aduh nicholl kuc..kucing bunda mau lahirannnnn" jawab ratna dengan paniknya
allesa maya nichol hanya bisa menganga mendengar ucapan ratna. Jadi kuc kuc itu kucing??
"Lah terusss apa hubungannya bund???" Tanya Jose telmi
"Jelas ada hubungannya ! bantuin bunda. Panggilkan dokter hewan sekarang Jose!"
"Jose gatau tempatnya bund"
"Pokoknya bunda gamau tau sekarang kamu cari dokter hewan! Sekarang!!! "
"Tapi bund, jose benaran ga tau dimanaaa."
"Jose Kam....."
"Saya tau klinik dokter hewan tante" potong Allesa cepat. Ratna pun menoleh kearah Allesa
"Benarkah?"
"Iya tante"
"Yaudah tante minta tolong ya kamu bisa kan ngasih tau alamatnya."
"Iyah bisa tante"
"Yaudah tante minta tolong yaaaa sekarang kamu pergi keklinik panggilkan dokter hewan sekarang . dan kamu jose temani Allesa ."
sontak permintaan ratna membuat Allesa dan Jose saling menoleh.
**** kenapa harus sama si banci tullen!" batin allesa
"Kenapa harus Jose bund. Nichol Aja yang Anterin Allesa."
"Bunda gamau tau ih pokoknya buruan!!" bentak ratna kepada anaknya dan ratna pun menghampiri Allesa
"Tante mohon yaaaaa tante mminta tolong demi kucing kesayangan tante demi adiknya Jose yang terakhir." pinta ratna kepada allesa
Bagaimana mana ini? Allesa enggan sekali pergi dengan Jose, tapi Lagi lagi Allesa tidak bisa menolak permintaan Tante Ratna.
"Baik lah tante."
"Terima kasih Allesa."
"JOSE KENAPA KAMU MASIH MELAMUN SEKARANG ANTARKAN ALLESA KE KLINIK!"
*****
NEXT??