
Beberapa menit berlalu sampai lah Allesa dirumah Kediaman Graham. Kedatangannya disambut baik oleh sang pemilik rumah yaitu Ratna Nyonya besar di keluarga Graham.
"Siang tante." Allesa mencium tangan Ratna untuk menghormatinya.
"Siang nak. Ayo silakan masuk tante udah nunggu dari tadi lho."
Allesa mengagukkan kepala dan mereka pun masuk kedalam rumah.
"Kamu duduk dulu ya. Mau minum apa nak?."
"Sebelumnya makasih tante. Gausah repot repot."
"Udah jangan sungkan sebentar yah tante buatin minum dulu."
Ratna pun pergi kedapur untuk membuatkan Allesa minuman. Sedangkan Allesa sendiri menunggu Ratna dengan ekspresi yang sulit diartikan entahlah. Ketika Allesa sedang sibuk memainkan hpnya tiba tiba terdengar suara berisik diarah pintu masuk. Orang itu terus saha memanggil sebutan bunda, namun Allesa tidak menghiraukannya.
Ceklekkk
"Bunda??."
"Bun??"
"Bundaa?"
"Jose pulangggggggg." Pria tampan dengan ciri khas setengah rambutnya dikuncir kuda tersebut memasuki rumahnya
"Bunda ko ga nyaut ya? Apa lagi didapur?." langkah demi langkah Pria tersebut memasuki ruang tamu
"Bunn...." Ucapan Pria itu terhenti ketika melihat sesosok wanita yang sedang duduk santai diatas sofa. Pria itu mengerrutkan keningnya. Kok kaya Familiar gitu tapi siapa ya?
Lalu perlahan Pria itu pun menghampiri wanita tersebut dan...
"Woy macan kemayoran ternyata lo ! Ngapain lo disini." Seru Pria tersebut membuat Wanita yang sedang terfokus pada ponselnya terperanjat kaget luar biasa.
Trakkkk.....
"Arghh sial !! bisa ga sih lo ga ngagetin! Liat tuh hp gue jatoh.!" Allesa mengumpat dan kesal setengah mati menunjuk hpnya yang sudah tergeletak jatuh.
"Jadi lo kaget?." Pria itu pun melipat kedua tangannya dan mengintimidasi Allesa
"Pikir aja sendiri!!!"
"Lo ngapain disini ?" tanya Pria itu sambil memegang dahinya
"Terserah gue lah mau ngapain keq."
"Berasa rumah sendiri ya." sindir Pria itu.
"Bodo am..."
"Hey anak bunda udah pulanggg." sahut Ratna yang baru saja datang membawa minuman
"Iya bun. Ngapain si macan kemayoran disini bun?"
"Macan kemayoran? Mana ada macan disini Jose !." Ratna pun meletakkan nampannya diatas meja
Merasa namanya disebut seperti itu Allesa menjawab dengan tak mau kalah.
"Elah nama gue Allesa kali bukan macan kemayoran." grutu Allesa
"Lu emang cocoknya jadi macan kemayoran."
"Enak aja kalo ngomong!"
"Emang bener kan lo ituh kaya macan, galak!"
"Serah lo!"
"Ehh lho koq kalian berantem sih bunda jadi bingung sudah sudah. Jose mending kamu duduk !"
Jose pun mau tak mau menuruti Apa kata ibunya lalu Jose menatap Allesa dengan perasaan campur aduk.
"Allesa maafkan Jose yaa dia memang seperti itu tapi Jose baik ko, maaf ya."
"Bunda gausah minta maaf ke dia." sahut Jose cepat.
"Iya engga papa ko tante" jawab Allesa canggung
"Elah drama bat."
Ucapan Jose Sontak membuat Allesa geram kalo aja gada emak lo gua cakar mulut lo joseeee batin Allesa.
"JOSE TUTUP MULUT KAMU ATAU BUNDA SUMPEL PAKE SEPATU BUNDA."
Haha syukurin (batin allesa)
"Eh iya maaf bun.."
"Minta maaf ke Allesa bukan ke bunda!"
"Tapi bunn.."
"Sekarang!"
Mampus lo banci culun belagu sih Allesa merasa sangat senang Rival nya mati kutu didepan orang tuanya.
Demi bunda gue ..
"Iya.. Maaf allesa." jose mengulurkan tangannya
Allesa pun menghela nafas
"Iya."
"Nah gitu dong. jaga sikap kamu Jose jangan kaya gitu lagi bunda gasuka! Dan bunda mau kasih tau kalo mulai hari ini dan 6 hari kedepan Allesa lah yang akan mengajar kamu dan nichol."
"Apa bun? Bunda ga salah?"
"Gak jose!"
"Kenapa harus dia" Bingung Jose, harus gimana kah dia. perasaannya saja sudah tak karuan, apalagi jika ingat kejadian di mall.
Allesa menatap Jose dengan jengah. sebenarnya ingin sekali Allesa pergi dari rumah ini namun janji tetap janji mau tidak mau Allesa harus tetap menepati janjinya.
"Ini finally! Cepat panggilkan nichol dikamar!"
Ruang Belajar.
"Ini gimana sih susah banget lo ngasih soalnya macan!" grutu Jose tak henti hentinya
"Elah baru juga segitu udah ga bisa. kerjain dulu lah tadi kan gue udah jelasin caranya ngerjainnya."
"Liat noh abang lo aja anteng ngerjain soalnya." Allesa menunjuk nichol yang sedang fokus mengerjakan soal yang diberikan Allesa. Kali ini Nichol benar benar berubah drastis.
"Dia mah anteng anteng juga keblinger." Jawab Jose santay.
"Huh, Lo yang ke blinger kali." Sahut Allesa
"Gue heran kenapa si nichol anteng banget ngerjain soalnya."
Allesa pun diam tak menghiraukan Jose yang mengoceh sedari tadi.
Selang beberapa menit Jose menjambak rambutnya prustasi
"Ganti sih soalnya can!"
Allesa pun menggeleng kepala tidak habis pikir
"Dih itu aja belom lo jawab!" heran allesa
"Susah gua ga bisa!"
"Terus lo mau gue kasih soal anak paud?"
"Ya ga soal anak paud juga kali."
"Lagian itu soal paling mudah tinggal jawab aja belet banget otak lo. udah ada caranya juga!"
"Jangan soal akutansi males mikir gue."
"Kerjain aja dulu sih ribet banget lo."
"Ganti soalnya dulu baru gue kerjain!!" sinis jose
"Ga bisa gitu lah." cuek allesa
"Ya bisa lah apa yang ga bisa."
"Lo yang ga bisa ngerjain jose!!!!!"
Perdebatan antara Allesa dan Jose membuat Nichol yang sedang fokus mengerjakan soal merasa terganggu, suara berisik mereka berdua membuat kesabaran Nichol habis
"Bacot Lo berdua bisa diem ga!" suara bass khas orang marah keluar dari bibir Nichol sontak membuat Allesa dan Jose mengerjapkan mata dan menelan salivanya.
"Slow dong bro. Hehe udah kerjain lagi soalnya." sahut Jose dengan cengir kuda
"kalo ga niat belajar mending lo pergi sana!" usir nichol kepada jose
"Udah udah ish jangan berantem mending kelarin dulu." lerai Allesa
Mereka pun akhirnya mengangguk dan melanjutkan mengerjakan soal yang diberikan allesa
*****
Setelah selesai dari tugasnya akhirnya Allesa bisa bernafas lega, Allesa ingin segera pulang dan beristirahat dirumah namun saat Allesa melangkah untuk membuka pintu mobilnya tiba tiba saja ada seseorang yang menahan Allesa untuk maasuk kedalam mobil.
"Sa.." panggil pria tampan dengan ciri khas setengah rambutnya dikuncir kuda. Allesa berbalik melihat siapa pelakunya.
Allesa menghela nafas, Allesa tak ingin menghiraukan pria itu. Lalu kembali ingin masuk mobil.
"Jangan msuk dulu." pria tersebut mencekal tangan Allesa
Alllesa pun berbalik menghadap pria tersebut dan menatapnya datar tanpa ekspresi. tak disadari tangan mereka berdua saling berpegangan.
"Why?"
"Gu...guee ma..mau" jawab gugup pria tersebut
"Mau apa?." allesa mengerjitkan dahinya bingung
"Cepet gue mau pulang cape!"
"Lo masih inget kejadian di mall?."
Allesa bungkam dan menatapnya malas
"Ko diem aja sa?." pria tersebut menatapnya sendu sedangkan Allesa masih tetap bungkam
"Sa gue mau minta maaf lagi sama lo."
"Hoam.." Allesa memutar matanya bosan
"Sa.."
"Udah ya Jose gue mau balik ngantuk."
Allesa pun segera masuk kedalam mobil namun tertahan
ah elah tangan gue ngapa dipegang sih
"Lepasin!"
"Tapi sa.."
"Lepas ga!"
"Galak banget"
"Bodo."
Bragg!!
Allesa pun segera menepis tangan jose dan masuk kedalam mobil
*****
Next??
#teamallesa