
Hari menjelang pagi, suara burung mulai berkicau. Udara yang sangat segar mengelilingi seluruh alam semesta.
Terlihat gadis cantik berambut panjang sedang menikmati tidurnya yang damai. Namun tidurnya yang damai seketika terganggu karena bunyi ponsel yang terus saja berbunyi.
Tringg..tring..dert..dert
"Siapa lagi yang nelpon malem malem beginih."
Pemilik ponsel mencari ponselnya dengan mata yang masih terpejam
Tring..tring..dert.dert
Dengan malas pemilik ponsel mengangkat teleponnya
"Haloo.."
"Wuahhh akhirnyaaa diangkat juga."
"Siapa sih ganggu aja." jawab allesa sambil mengeratkan pelukannya ke guling
"Bangun macan gue udah didepan rumah lo."
"Ngapain dirumah gue malem malem. Duh gue ngantuk banget." jawabnya males "udah ya gue tutup." mata allesa terpejam namun telepon masih terhubung
"Woy udah siang bangun!! udah jam setengah 6!!!!!." teriak suara disebrang sanaa membuat orang yang mendengar suara tersebut kesal setengah mati
"***** brisik banget lo!!!!!!" dengan kesal allesa membuka matanya dan melihat siapa yang menelfonnya
Sialan dia lagi!!!!
"Cepetan gue udah didepan. Rumah lo!"
"Ribet banget lo arghh ganggu aja!!" geram allesa
"Udah buruan, kalo ga kesini gue paranin kedalem !"
Dasar gila!! Awas aja gue ke bawah gue cekik tuh orang. batin Allesa
"Ya ya!!!! Tunggu!" Allesa mengakhiri panggilan telepon lalu melempar Ponselnya dengan sembarang
"Dasar pria gila! Psikopat! Demi apapun gue benci banget sama si jose! Jam 4 pagi udah neleponin nyuruh bangun. Woy yang bener aja ya kali lari pagi jam 4 pagi ! Karna kelakuan manusia purba itu gue jadi kebangun, dan karna udah terlanjur bangun gue ga bisaaa tidur lagi. Padahal baru bisa tidur doang tapi pria bodoh itu nelpon gue terus.Sekarang tiba tiba udah dibawah! bener bener Gilaaa !
Dengan jengkel Allesa pun sesegera mungkin bangkit dari tempat tidurnya sebelum turun Allesa mencuci muka terlebih dahulu.
******
Dengan langkah malas Allesa menuruni tangga. Allesa Masih mengenakan baju tidur, muka bantal allesa tercetak jelas di wajah cantik milik Allesa. Allesa tak peduli jika harus bertemu dengan teman satu kelasnya yang kurang waras persetan dengan mukaaa bantal, langkah demi langkah Allesa pergi menuju pintu rumah namun saat sebelum sampai Allesa sempat mendengar percakapan dua orang yang sangat Allesa Familiar.
Mama?.. Batin allesa
"Ohhh jadi kamu anaknya ratna.." jawab wanita itu dengan semangat
"Iyah tan.. Tante kenal sama bunda saya?"
"Kenal dong bunda kamu itu sahabat tante waktu SMA." jawabnya nya lagi antusias
"Wahh jose baru tau tan."
"Mama?????" panggil allesa kepada ibunya membuat kedua orang tersebut melihat kearah allesa. Rani ibu allesa menghampiri anaknya
"Hey iya sayaang, akhirnya kamu turun juga. Teman kamu dari tadi nungguin."
"Mama kapan pulang? Ko llesa gatau sih?"
"Semalem jam satu malam mama sampai. Mau bangunin kamu tapi mama ga tega soalnya pules banget tidurnya."
"Ish mama... Allesa kan kangen." Allesa memeluk ibunya dengan erat, raniĀ pun juga memeluk anaknya melepas rindu yang sudah tak bisa tertahan
Melihat aksi ibu dan anak yang saling berpelukan membuat jose mengeryitkan dahi
Ko gue dicuekin yaa batin jose
"Ekhemmm.." suara bass milik josee membuyarkan aksi peluk memeluk ibu dan anak
"Eh sampe lupa itu temen kamu nungguin sayang."
Allesa menatap jose jenggah.
Dih siapa juga yang mau lari pagi bareng lo. Batin allesa bergumam
"Gak lah mager."
"Tap..."
Sebelum jose menjawab sudah terpotong lebih dahulu oleh rani
"Lho kenapa gamau sayang kasian temen kamu dari tadi nungguin."
Baik allesa maupun jose saling memandangin . eh ralat hanya jose yang memandang sedangkan allesa buang muka
"Masih ngantuk mama." allesa bergelendot manja kepada ibunya
Baru tau gue kalo si macan semanja itu??? Ternyata induk macan juga punya sisi manja. Yahh kalo ga jadi lari pagi gagal dong gue buat minta maaf lagi ke allesa?? Batin jose
Melihat ada seburat rasa kecewa dimuka jose. Rani pun berinisiatif membujuk putrinya agar mau pergi bersama anak dari sahabatnya. Siapa tau dengan begitu mereka bisa lebih akrab dan bisa lebih dari sekedar dekat
"Kasian teman kamu sayang. Kalo udah buat janji itu ga boleh diingkarin. Kasian jose dari tadi nunggu kamu sayang. Sekarang kamu rapih rapih ganti baju kamu yahh." buju rani kepada anak gadismya itu sambil mengelus punggung anaknya yang masih setia bergelendot dilengannya
"Tapi ma..."
"Yaudah tante kalo allesa gamau gapapa ko bisa lain kali aja." sahut jose cepat dengan senyum dipipinya
"Eh ga boleh gitu. Udah jose kamu tunggu aja ya biar allesa ganti baju dulu." jawab rani
"Sayang udah sana ganti baju.!" suruh ibunya kepada anak gadisnya itu
"Iya ..iya..! Yaudah llesa ganti baju dulu."
Dengan terpaksa Akhirnya Allesa menuruti perkataan ibunya. Allesa gemas sekali kepada ibunya bisa bisanya ibunya malah menyuruhnya pergi bersama dengan teman kurang warasnya itu. Tak bisa kah rani menahannya agar tidak pergi?? Nyatanya itu semua hanya halusinasi. Allesa lebih baik mengalah dan menuruti saja apa yang diucap ibunya.
******
Dengan nafas yang terengah engah jose berhenti lalu dia duduk dan meluruskan kakinya
"Cann..cann.. Berenti dulu gila cape banget gue."
Allesa berhenti dan memutar bola matanya malas
"Baru 20 puteran aja lo udah cape."
"Lo ga cape apa? Dehidrasi nih gue." jawab Jose masih dengan nafas yang terengah engah butuh pasokan oksigen
Ya tuhan itu muka udah kaya zombi!! Kalo tuh anak orang pingsan gue juga yang repot.! Batin allesa menggrutu
Melihat jose yang sudah kehabisan nafas akhirnya Allesa mengalah
"Hem.." jawab allesa singkat . allesa pun duduk dan bersandar dipohon
Dengan manarik nafas dalam dalam akhirnya jose bisa kembali mentralisir nafasnya dan segera berdiri dan pergi
"Mau kemana lo!!" tanya Allesa
"Lo tunggu sini gue mau cari minum dulu."
Jose pun pergi meninggalkan Allesa
"Jo..." allesa menghembuskan nafas kasar "gajelas banget katanya tadi cape!" grutu allesa
Sambil menunggu Jose yang entah kemana. Allesa menghirup dalam dalam udara dipagi hari dibawah pohon yang rindang sangat sejuk, allesa menyenderkan punggungnya ke pohon yang benar benar dalam posisi nyaman ditambah lagi dengan angin yang berhembus semilir membuatnya menguap dan mengantuk tanpa sadar Allesa pun memejamkan mata dan tertidur.
Setelah beberapa menit pria tampan nan mancung pun kembali dengan membawa air mineral dan roti untuknya dan temannya. namun saat sudah sampai Laki laki tampan itu melihat temannya yang tertidur pulas. dengan langkah pelan laki laki itu pun menghampiri temannya. Lalu dia mensejajarkan duduknya dengan teman wanitanya itu.
"Gue bangunin gak ya??"
"Simacan kalo lagi tidur cantik juga??" lirihnya sambil menatap wajah damai gadis itu tertidur
Laki laki itu pun Tersadar dengan ucapannya
"Eh apa sih ko gue jadi malah liatin si macan! Gue bangunin aja lah sekalian isengin dia." dengan cekatan laki laki tampan itu mengambil botol mineral yang masih dingin. Dan menempelkan botol tersebut dipipi gadis yang tertidur. Rasa dingin membuat gadis canti itu tersentak kaget dan sadar jika dihadapannya sudah ada lelaki yang nyengir tanpa dosa
"JOSEE!!!!!!!!!!!!!."
*****