Love Of Youth

Love Of Youth
Rapot dan Libur panjang



Ke esokan Harinya..


Hari ini , Siswa siswi SMK Nusantara Satu akan menerima nilai Hasil Ulangan akhir semester,terlihat banyak siswa siswi yang sudah berdatangan dengan orang tua mereka.


Gadis Cantik berambut panjang baru saja tiba tepat waktu di sekolah. Namun terlihat jelas Raut wajahnya yang tak seceria biasanya. Perlahan dia menyusuri Koridor kelas. Tak lama kemudian ponsel yang ada disaku seragamnya berdering membuat si pemilik berhenti melangkah kakinya. Ia pun meraih ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya


MayaCempreng Calling


"Hallo, Allesa lo dimana? udah sampe sekolah belum?"


"Koridor. Udah may."


"Yaudah bentar lagi gue otw."


"Oke."


......…..


"Mih ayo ih udah telat nih."


"Nanti dulu sayang ini mami tinggal make lipstik"


"Ishh lamaaaa banget, mami gausah pake lipstik segala udah cantik buruan." anak gadis itu terus saja menarik ibunya agar segera bergegas mengambil rapot miliknya, dia tidak ingin datang terlambat terlebih lagi tadi sudah menelevon sahabatnya.


"Yaampun Maya mamih pake lipstik jadi berantakan nih gara gara kamu."


"Rempong banget emak emak kalo mau pergi kemana mana.. huh" Maya memutar bola matanya jengah.


Lima menit lamanya


"Nah udah nih ayo berangkat."


"Dari tadi kek mih."


Maya dan ibu nya bergegas untuk segera pergi kesekolah..


****


Koridor kelas


"Siapa yang bakal ngambil rapot gue?" tanya Allesa entah untuk siapa dengan langkah yang selalu mondar mandir seperti setrika gosok.


Dari jauh sosok laki laki tampan berkacamata menghampir gadis itu.


"Allesa, kenapa dari mondar mandir terus?" Tanya laki laki itu, dia menatap gadis cantik berambut panjang itu dengan dalam, ada sebuah kesedihan dan kebingungan yang tergambar jelas lewat bola matanya.


"Eh.. Frans. Gue gapapa, cumaa ini ehh emang lagi pengin mondar mandir biar ga bete hehe." Jawabnya canggung


"Serius sa? Gue liat Lo kaya lagi kebingungan?"


"Hahh??" Dari mana Frans tau? Apakah secepat itu bisa ketebak? Tanya Allesa dalam hati


"Bener kan ? Lo pasti lagi bingung? sekarang ceritain Lo kenapa ?"


Allesa mengehela nafas, memang susah untuk menyembunyikan apapun dari Sahabatnya.


"Gu..gue emang lagi bingung Frans."


"Bingung kenapa?"


"Gada yang ambilin rapot gue fran."


"Lah?? Om brat sama tante rani kemana?" tanya fran bingung


"Semalem papah ada urusan mendadak diluar negeri entah apa? mau gamau mama juga harus ikut papah karna itu juga bersangkutan dengan bisnis mama." jawab Allesa dengan lesu nya. Kenapa sekali lagi kedua orang tua nya selalu sibuk? Hingga sampe sekarang bahkan tidak ada satu pun yang selalu mengambil Rapot miliknya. Setiap semester terkadang hanya bibi pembantu rumahtangga Allesa yang terkadang mengambil Rapot tersebut. Allesa sangat iri kepada siswa siswi yang lain. Mereka datang bersama orang tua mereka untuk mengambil Rapot. Sedangkan Allesa bahkan sekarang datang seorang diri. Allesa teriangat percakapannya tadi malam bersama ibunya.


"Mah, besok waktunya ambil rapot apa mama bisa datang bersama Allesa.?" Tanya gadis cantik berambut panjang kepada ibunya Yang masih saja berkutat dengan segudang pekerjaanya.


"Tentu sayang, mama akan usahakan ." Jawab wanita paruh baya dengan senyum hangat khas keibuan.


"Ahh bener yah mah, Allesa seneng banget kalau besok mama bisa datang bersama Allesa kesekolah."


"iya sayang.. Sudah larut malam kamu...."


Sebelum Wanita paruh baya itu melanjutkan ucapannya, terdengar suara ponsel berdering. Anak dan ibu saling memandang.


"Mama angkat telepon dulu honey."


Allesa hanya mengangguk dan memperhatikan ibunya menerima panggilan itu. Setelah beberapa lama bercakap mama mematikan ponselnya. Raut muka berbeda dengan yang sebelumnya. Yang sebelumnya memandangi Allesa dengan senyuman kehangatan, tapi sekarang sepertinya mama sangat lelah.


"Nak, mama besok tidak bisa mengambil Rapot kamu, tadi papa telepon besok mamah dan papah ke Jerman ada urusan mendadak. Kamu bisa minta bi Minah datang untuk mengambil Rapot kamu."


Kekecewaan menyelinapi hati Allesa.


"Tapi kenapa mah? urusan apa? kenapa selalu begini?? kenapa mama ga pernah nepatin omongan mamah."


"Sayang tolong ngertiin mamah, jangan seperti anak kecil yang merengek meminta dibelikan permen."


"Apa Allesa salah? wajar mah..! Allesa iri sama teman teman Allesa yang sellau datang bersama orang tua mereka !!!"


"KENAPA MAH?!!!!!!"


Frans memandang sahabatnya, mengapa Allesa melamun


"ALLESA APA YANG SEDANG LO PIKIRKAN??"


Suara Frans membuyarkan Lamunan Allesa


"Duduk sa sini." Frans menarik Allesa agar di duduk didekat frans,


allesa pun pasrah mengangguk dia duduk disebelah frans


"Lo gaperlu khawatir. Biar nyokap gue yang ambil rapot lo" jawab fran menenangkan sambil mengelus kepala allesa sontak perlakuan hangat frans sangat membuat Allesa tersenyum dan merasa lebih tenang.


"Beneran ga ngrepotin frans?"


"Repot apa sih?"


"Takutnya ngrepotin gue juga ga enak sama nyokap lu fran."


"Kalo gaenak kasih kucing aja." ledek fran


"Hiss frann.." Allesa mencubit tangan fran


Fran hanya terkekeh .


"Udah lo ga perlu bahas masalah rapot siapa yang ngambil yah tenang aja."


"Ah iyahh makasih deh cabatku." jawab allesa dengan menaik turunkan alisnya


"Saa?" fran menatap lekat lekat mata bulat milik allesa sontak membuat allesa heran dan salting


"Ke.kenapa fran?" allesa gugup


"Gapapa sa."


Bangke gue serius fran malah jawab gapapa


"Ohh"


"Saaa?" panggil fran untuk kedua kalinya


"Apa?"


"Gue mau bilang sesuatu."


"Gue mu.." wajah fran merah padam seperti menahan sesuatu


"Mu kenapa sih fran?" grutu allesa


"Anu sa aduh."


"Apa sihh ga jelas banget."


"Gue mu .. Mulesss saa mulessss. Gue ke toilet dulu."


Frans pun ngibrit berlari ke toilet dan allesa diam melongo serta menatap kepergian fran horor


Sebenarnya ada yang pengin gue omongin tapi kayanya ga tepat waktunya..


*******


"Awas aja kalo sampe nilai kalian berdua banyak kurangnya."


"Hadeh bun kaga lah kita kan anak kesayangan bunda masa dapet nilainya turun sih, yah gak nic?"


"Hemm." jawab nichol singkat


"Waktu kenaikan kalian nilai rapot kalian Ada yang merah! Mau sampe kapan kalian kaya gini terus."


"Bunda tenang aja" jawab jose santai


sedangkan nichol hanya mendengarkan percakapan mereka tanpa niat merespon.


"Kalo sampe nilai kalian turun lagi bunda harus menambah jam pelajaran kalian." tegas bunda


Jose dan nichol hanya mengiyakan permintaan bundanya jika tidak urusannya panjang


*******


Semua murid dan orang tua sudah berada dikelas masing masing  pembagian rapot sebentar lagi dimulai. Semua murid tidak sabar untuk mendengar siapa peringkat satu dikelas . Namun tidak dengan allesa yang  terlihat tidak bersemangat


"Allesa?" panggil suara wanita paru baya nan cantik


"Ehh. Tante. Hay tante bunga?." allesa menyapa dan mencium tangan wanita itu


"Fran udah bilang ke tante. Jadi kamu ga perlu khawatir."


"Bener tuh kata mama sa." timpal fran


Tak lama kemudian terlihat jelas seorang guru yang masuk ke dalam kelas allesa


"Selamat Siang." sapa guru yang baru saja datang


"Siang." jawab seisi ruangan


"Maaf sekali, ibu ibu dan bapak bapak saya agak lama masuk keruang kelas dikarena rapat terlebih dahulu bersama ketua yayasan." terang wali kelas allesa tak lain bu anna seisi ruangan hanya mendengarkan apa yang diucap bu anna .


"Seperti biasa saya selaku wali kelas XI AK sebelum membagi rapot akan membacakan peringkat 1-5." terangnya lagi


"Ibu ko cuma sampe 1-5 kenapa ga sampe 45?" tanya murid berkaca mata tebal .reon


"Kalo ibu baca sampai 45 kelamaan reon."


"Lah emang ngapa sombong amat." sahut wowo


"Palingan urutan yang ke 45 itu si wowo rekor kelas kakap." ledek daniel


"Ah lo niel kaya pernah diatas gue aja."


"Ogah gue diatas lo."


Bu anna tidak mendengarkan yang diucap wowo maupun daniel . bu anna lalu membuka map yang berisi data nama siswa


"Saya akan membacakan peringkat ke 5."


Seisi ruangan diam tak bersuara mereka semua penasaran siapa kah orangnya


"Peringkat 5 diraih olehhh Dani Mahendraa. Selamat" jelas suara bu anna


Seisi ruangan bertepuk tangan


"Peringkat ke 4 dira..."


"Pasti Wowo kan bu peringkat 4." potong wowo dengan cepat bu anna melotot ke arah wowo seisi ruangan meneriaki wowo untuk diam tamat lah kau wowo


"Hemm.. Lanjut. Peringkat ke 4 diraih oleh Valeri Dinata. Selamat."


Prok..prok.prok.. Suara tepuk tangan untuk valeri


Allesa maya fran mulai degdegan siapakah peringkat ketiga ? Mungkinkah mereka?


"Peringkat ke 3 diraih oleh... Maya Aulya. Selamat."


"Yahh kok tiga sih buuuu kenapa ga satu ajaaa?" grutu maya


"Elah belagu banget tiga aja gamau peringkatnya pake nawar lagi." sahut jose sinis


"Jose!" bentak bundanya jose


"Yeee gue gak lagi ngomong ama lo kali!." jawab maya tak mau kalah


"Udah may biarin aja si banci tullen lo dengerin." bisik allesa kepada maya


"Jangan bertengkar!." tegas bu ana


Jose dan maya pun kicep tak bersuara


"Peringkat ke 2 diraih oleh Frans Andreas Zack.Selamat." jawab bu anna riang


"Wow .. Selamat fran." allesa memberi selamat kepada fran . fran balas dengan senyuman manisnya


"Anak mama pintar. Selamat sayang." mamanya fran mencium lalu memeluk fran


"Iya mama. Nah tinggal nunggu peringkat satunya nih.. Pasti lo sa yang bakal peringkat satu."


"Hem entah lah fran." jawab allesa tak bersemangat


"Jangan murung dong sa semangat." fran memegang tangan allesa erat


"Iyah fran."


"Nah ini dia yang kita tunggu tunggu peringkat ke 1." ucap bu anna semangat


Seisi ruangan menatap ke arah bu anna dan fokus mendengarkan


"Peringkat yang ke 1 diraih oleh.."


penasaran itu lah mimik muka seisi ruangan


"Diraih oleh..."


"Allesa Putri Brata Wijaya"


Wow..


Hebat sekali..


Prok..prok..prok...