
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan Allesa DKK pun tiba di mall yang terkenal di Kota J. Suasana sangat ramai hingga luar Mall.
"Ahh akhirnya nyampe jugaa." Maya mengibas kibaskan tangannya akibat panas.
"Mau kemana dulu?" tanya Allesa kepada kedua sahabatnya.
"Shopping dulu ."jawab Maya
"Ngopi." jawab frans santai
"Ih shopping dulu ! Mau beli make up beli baju beli soflen beli sepatu dll." srobot Maya
"Ribet banget! Sekalian aja seisi mall lo borong may." ketus Frans.
"Ihh frans!!!!! Ngalah dong. ladies first okay." jawab Maya tak mau kalah
Allesa sedari tadi hanya memandang dua sahabatnya bingung. Sebenarnya Allesa juga harus membeli perlengkapan yang sudah habis tapi disisi lain Allesa juga kasian terhadap frans yang notabene cowo sendiri.
"Udah udah hi malah berantem." jawab Allesa
"Ambil jalan tengah aja yaak. Berhubung frans yang ganteng ini cowo sendiri mending belanja keperluan cewe dulu yah kita sebentar ko belanjanya. Nanti frans kalo Lo bosen nunggu kita, Lo bisa beli apa dulu ke kemana gitu yahh ..?? Yah franns?? ." rayu Allesa sambil mengerlipkan matanya.
"Nah betul tuh kata Allesa." jawab Maya mantap .
"Yaudah iya deh gue ngalah demi kalian. kalau sampe kalian lama gue ga jadi traktir makan dan timezone angus." jawab frans sedikit dengan ancaman
"Siap bosku.." jawab Allesa Maya serempak.
Setelah berdebat beberapa menit mereka pun akhirnya masuk ke mall dan segera menuju tempat tujuan.
******
Disisi lain Geng JB pun sampai didepan mall.
"Kalian jahat banget ninggalin babang ganteng." sahut wowo kepada ketiga cs nya
"Diem lo kambing. Lagian lelet kaya keong." jawab Jose heran kepada teman satunya.
"Tau lo sekalian aja nyalon dulu baru kesini." Celoteh Daniel
Wowo hanya mengendus kesal.
"Langsung aja sih masuk pada banyak omong ." Nichol berjalan masuk menuju kedai coffe starbuck. Sedangkan Wowo Jose dan Daniel hanya mengikuti nya dari belakang.
"Gue yang pesen coffe nyaa ajaa men kalian duduk manis disana." ucap Daniel kepada cs nya
"Oke." sahut mereka serempak
Akhirnya mereka pun menunggu Daniel yang sedang memesan coffe sambil duduk ditempat yang ditunjuk Daniel tadi.
"Weh kalian tau ga." tanya Jose kepada Wowo dan Nichol.
"Gatau lah orang belom dikasih tau." jawab wowo sambil menyisir rambut jambulnya.
"Ya makanya nih mau gue kasih tau. sekarang lagi banyak diskonan baju udah gitu modelnya keren keren."
"Terus??" jawab Nichol singkat
"Terus ya kita beli lah hayo." jawab Jose dengan ajakan
"Lo aja." jawab Nichol singkat lagi. Membuat jose menatap horor kepada Laki laki yang berbeda umur satu tahun dengannya.
"Woooo. Wowo ayo wo kita beli baju." rengek Jose kepada wowo seperti anak bayi.
"Geli gue elah lu keq anak bayi. Lo aja sana beli sendiri gue mah baju masih banyak ."
"Baju lo gamau ganti yang baru wo? Nyesel ntar lo ga beli mana lagi diskonan."
"Brisik!"
Tak lama kemudian Daniel pun dataang
"Mana coffe nya?" tanya wowo tak sabar
"Sabar kali mas onoh lo ga liat waittersnya lagi jalan kesini." tunjuk Daniel yang baru saja duduk bersama teman temannya Daniel memandang satu temannya yang cemberut seperti perempuan. "woy ngapa Lo?"
"Nieelll beli baju yok lagi banyak diskonan." bujuk Jose kepada Daniel
"Giliran yang diskon aja garcep lo."
"Dih udah ayo beli niel." Jose menarik narik tangan Daniel
"Ogah lah .lo aja sana .ribet banget kaya cewe lo najis!" kesal Daniel
"Yaudah lah gue aja sendiri. !" Jose pun berdiri dan langsung menuju pusat berbelanjaan.
Tak satu pun teman Jose yang ingin membeli baju membuat Jose prustasi dan mencak mencak marah dia pun pergi seorang diri.
*******
- Flower Beauty Fashion
"Saa ini bagus ga?" Maya menunjukan dress pink peach yang sedang dicobanya.
"Bagus." jawab Allesa singkat. Sudah hampir 15 menit mereka di toko baju tersebut namun belum juga menemukan baju yang pas dan cocok.
"Yang ini bagus ga?" Maya menunjukan dress warna biru dongker.
"Bagus."
"Yang ini bagus ga??" Maya menunjukkan baju regelan dan mengukur kira kira pas tidak di badannya.
"Bagus Maya."
Maya heran dari tadi mengapa sahabatnya berkata bagus, bagus, bagus saja? Kan Maya bingung harus pilih yang mana.
"Kl yang in...." Maya menoleh ke arah Allesa. What the... Pantas saja !
"Hih allesaaaa!!!!!" teriak Maya
"A..apaa maya ??" jawab Allesa kaget.
"Jadi dari tadi lo ga liat baju baju yang gue tunjukkin ke lo?" Maya menatap Allesa sinis
"Hee engga may maaf."
"Lo lagi liatin apa emang !"
"I...it..itu may." Allesa menunjukkan kearah yang sedari tadi diliatnya. Maya pun melihat kearah tersebut
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Gilaaaaaaaaa !!!! pantessss ajaa mata lo gamau kedip!! Ya tuhan Allesaa..! Nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakannnnnn.. Sumpah demi banci tullen jadi normalll serius itu cowo ganteng bangett anjirrrrrrrrrr .." teriak Maya dengan hebohnya. Suara Maya membuat para pengunjung sontak melihat aneh kearah Maya. Maya pun tak malu sedikit pun.
"Ya ampunn brisik banget bacot lo Maya." Allesa segera membungkam mulut Maya.
"iyha abhisnyha lo ghaghaaa bhilang ghuee khallo. Saa lepasinnn!!" Maya mencoba melepas tangan Allesa.
"Diem makanya gausah brisik!" Allesa akhirnya melepaskan tangannya dimulut Maya.
"Iya iyah ih sadis banget lo." grutu Maya
"Emang siapa sa?" Maya pun ikut menyipitkan pandangannya agar bisa melihat jelas siapa sosok cowo yang mereka perhatikan.
"Kaya temen sekelas kitaa. Tapi siapa ya.?"
"Lo so tau saa"
"Beneran deh itu mirip banget kaya temen kitaaaaa may lo perhatiin aja dengan jelas"
Allesaa dan Maya pun masih serius memperhatikan pria tersebut sampai ada tiga pria lainnya yang menghampiri pria disebrang baju Man fashion hingga Allesa dan Maha sejenak sampai akhirnyaaa mereka saling pandang memandang dan....
"JOSEEEEEE????????" Teriak Maya dengan bodohnya.
"Hhaha mamam tuh ganteng may. COWO YANG Lo BILANG GANTENG ITU DIA SI BANCI TULLEN." Allesa tidak bisa menahan tawanya hampir saja dia gila karena tingkah konyol Maya yang histeris melihat Jose sekarang Maya nampaknya sangat prustasi.
"Ihhh Allesa.. sumpah gue tarik omongan gue tadi."
"Makanya jadi cewe jangan pecicilan . banci tullen dibilang ganteng."
"Ah lo kaya ga pecicilan aja ! Buktinya tadi lo liatin si banci tulen aja ampe ga kedip mata lo." jawab Maya tak mau kalah
"Gausah sotoy deh lo."
"Gausah boong deh lo. Lo juga pasti terpana dengan ketampanan si banci tullen kan..? " tuduh Maya sambil menatap Allesa.
Iyaa may si banci tulen ganteng batin allesa
"Ngarang lo..! Begitu dibilang ganteng" jawab Allesa mengelak
"Udah ayo lanjut lagii !!!" Allesa pun mengajak Maya untuk segera membeli baju dann melanjutkan aktivitas nyaa
*******
"Tuh anak kemana coba." kesal nichol yang melirik lirik mencari keberadaan Jose.
"Sruput....Kelakuan ade lo kl ngilang bikin orang naik darah nic.." jawab Daniel yang sedang menikmati coffe nya.
"Tau tuh nic orang mah jagain biar ga ilang.
" jawab wowo
"Udah tua ga perlu dijagain.!"
"Udah ah ayo cofee lu pada udah abis kan? Susulin jose sekarang . kita cabut ke time zone." ajak Daniell kepadaa nichol dan wowo
"Oke.."
Akhirnya daniel nichol dan wowo pun mencari keberadaan jose. setau mereka si jose ada dipusat berbelanjaan . hingga akhirnya mereka bertemu dan lanjut ke timezone...
*******
- TIMEZONE
"Kalian mau main game apa dulu??" Tanya Pria sipit berkacamata kepada kedua sahabatnya.
"Gatau bingung?" Jawab kedua sahabatnya.
Pria itu menghembuskan nafas pelan. Sabarr.. kedua sahabatnya memang bukan sahabat biasa. Harus sabar ngadepin dua orang wanita.
"Giliran udah disini kenapa kalian bingung??"
"Haha lo tau kan cewe itu ribet Frans." Jawab salah satu dari sahabatnya.
"Gue ada ide gengs." Jawab gadis yang satunya lagi.
"Ide Apa Allesa?" Tanya Frans
"Mending kita mencar aja yah gue bosen sama kalian mulu." usul Allesa seenaknya.
Gadis disampingnya Allesa dan Frans pun sontak membulatkan matanya
"Anjirrr Lo..."
"Ah udah pokoknya kita mencar masing masing bye byee Maya Fransss...." Dengan cepat Allesa pun ngibrit membuat Maya dan Frans hanya menggeleng gelengkan kepala mereka.. Mau tak mau Mereka berdua pun berpencar mencari game yang mereka sukai.
******
Setelah berpisah dari kawan kawannya Allesa pun memutuskan untuk bermain di freestayle tournamet time zone game. Antrian panjang membuat Allesa terkantuk kantuk.. Kalau bukan game favorit Allesa, mungkin dia tak akan mau repot repot ikut mengantri.
Jauh disana terdapat empat orang Pria yang juga sudah berada di time zone mereka mengitari area bermain ini sampai dari salah satu dari mereka menghentikan langkahnya.
"Niel... Woy Daniel bentar dah." Jose manarik tangan Daniel yang berada didekatnya membuat pria itu menghentikan langkahnya. Kedua temannya yang lain ikut menghentikan langkahnya. Dan melihat kearah Jose.
"Apaan sih lo ribet banget." Daniel mencoba melepaskan cekakan tangan Jose.
"Tau kenapa sih Lo Jose !" Ucap wowo
"Weh bentar dulu, gua liat si macan disini." Ujar Jose. Ketiga temannya memutar bola mata mereka dengan malas.
"Macan apaan ? Mana ada macan disini Jose !" Jawab Daniel memandang temannya dengan heran..
"Maksud gue itu macan si macan Allesa."
"Ohhh ngobrol dong ******, gue kira siapa."
"Dasar payah tempe bacem! Tuh liat itu si Allesa disana tuh.."
"Mana sih??."
"Itu dia lagi ngantri di freestyle timezone." jose menunjuk ke arah orang yang dituju
"Mana sii ?" Daniel mengedarkan pandangannya kesegala arah.
"Plak!!! Itu bego noh liat dy pake baju warna abu abu rambut panjang." Jose dengan enaknya menabok kepala Daniel.
"Sakit nyet! Iyaa iya gua liat!" kesal daniel
"Tumben dy sendirian mana dua dayang dayangnya ya."? Tanya jose heran
"Mana gue tau!" Daniel mengangkat kedua bahunya acuh
Nicholl dan wowo pun hanya melihat ke arah yang dtunjukkan Jose.
"Gue duluan." Nichol pergi meninggalkan ketiga temannya tak sedikitpun tertarik apa yang dikatakan Jose.
"Kalian ngapain sih buang buang waktu! Gue mending ikut Nichol." Wowo pergi meninggalkan kedua temannya yang masih saja berdiri memperhatikan Allesa dari kejauan.
"Niel sini dah." Jose menarik Daniel agar lebih mendekat "kerjain si macan yok" bisik Jose kepada daniel
"Oke oke.. " jawab Daniel dengan seringai jahatnya
*****************
Jangan lupa bintang lima dan komennya ya :)
Salam hangat Dari author :*