
Mengapa banyak cinta yang berakhir dengan kata putus?
Mengapa cinta membawa dua insan terbuai dengan cinta?
Cinta apa engkau seperti senja??
Senja yang datang disore hari dan hilang ketika malam gelap gulita datang...
Senja apakah engkau seperti cinta?
Cinta yang datang dan pergi tanpa peduli dengan hati yang sakit merasakannya.
******
Entah apa yang dirasakan gadis cantik yang terlunglai lemas dikamarnya saat ini. Tapi malam ini malam yang begitu sangat menyakitkan. Gadis cantik itu didalam kamar terus temenung mengingat kejadian disekolah tadi siang. Dia tidak menyangka mantannya itu begitu mudah melupakannya. Bahkan pacaran selama bertahun tahun pun akan terlupakan pada saat berakhirnya kisah cinta itu.
"Nak tumben ga belajar?" Tanya wanita setengah baya yang tak kalah cantiknya dengan putrinya. Wanita itu masuk kedalam kamar putrinya membawa segelas susu. Lalu ia meletakkan di atas nakas.
"Allesa pusing ma." Jawab Allesa manja sambil bergelendot ke ibunya. Ibu Allesa terkejut lalu mengecek dahi sang anak.
"Lah ini gak panas sayang?"
"Ish mama, yang panas hati Allesa maa." jawab Allesa sedih.
"Hatinya kenapa sayang coba cerita ke mama?"
"Raka maaaaaa. Dia jahat banget. Dia nyuapin pacar barunya ma." rengek Allesa yang berlinang air mata. Ibu Allesa memandang anak gadisnya lalu ia mendekatkan tubuhkan keanak gadisnya.
"Mama udah bilang gausah mikirin dia lagi."
"Tapii maaaaa .."
"Gausah tapi tapian. Jangan sampe kamu balikan lagi sama dia awas aja !" ancam ibunya.
"Yaudah iya iya ma enggaa ko lagian siapa yang mau balikan."
"Bagus kalo minum susu ini lalu kamu tidur sudah malam." Suruh ibunya sambil mengelus puncak kepala Allesa dan mencium keningnya lembut.
"Iyaa maa. Terima kasih mama" jawab Allesa dengan anggukan lalu Allesa meminum Susu yang dibawakan ibunya.
Lalu mama Allesa langsung meninggalkan anak gadisnya membiarkan anak gadisnya beristirahat. Mama yang ingat perkataan anaknya menggeleng geleng kepala tak habis pikir untuk apa Allesa masih memikirkan raka? Toh nanti juga Allesa bakalan dapet cowo baru lagi, cinta anak muda itu memang sangat membingungkan.
Saat ibunya pergi Allesa didalam kamar masih teringat masalalunya bersama raka yang begitu pahit.
FlashBack ON
Derrrt...ting..derrt..ting. Bunyi suara ponsel Raka membuat pemiliknya melihat nama yang menelpon
ALLESA CALLING
"Hallo." jawab Raka malas
"Sayang kamu lagi dimana." Tanya Allesa
"Rumah." Jawab Raka singkat
"Kok ga ngabarin?"
"Males!!"
"Ko kamu gitu?" Allesa diseberang sana mulai menahan air mata yang sedari tadi ia bendung. Bayangkan betapa khawatirnya Allesa terhadap Raka. Namun Raka Acuh tak Acuh. Allesa berusaha sebisa mungkin tetap sabar.
"Brisik banget gue ngantuk cape !" Bentak Raka.
"Kamu emang abis dari mana?"
"Putsal.! Udah ya gue ngantuk."
Nut..nut...nut.. Raka menutup telponnya
Allesa menahan sesak dadanya.
"Sampe kapan Raka kaya gini??" ucapnya Allesa lirihh
*****
Seperti biasa pagi hari Allesa selalu merapihkan segala sesuatu untuk keperluan dia sekolah dia tidak ingin ada buku yang tertinggal. Setelah rapih berkemas tak lupa Allesa berpamitan kepada Ibunya.
"Ma, llesa berangkat dulu yaa."
"Iya sayang. Kamu hati hati dijalan ya. Kamu berangkat dengan siapa? Papa kan ga bisa antar kamu kesekolah."
"Tenang aja maaa." Allesa tersenyum jahil kepada ibunya. Senyuman itu membuat ibunya mengerutkan kening.
Tin..tin.tin.. Tak lama Terdengar suara tlakson motor diluar gerbang rumah Allesa
"Itu orangnya udah dateng ma." tunjuk Allesa kearah orang yang menunggu nya didepan gerbang.
"Ehh, jadi kamu berangkat sama Frans. Yaudah sana berangkat. Dan Hati hati dijalan." Jawab Ibunya dengan penuh perhatian dan mengelus kepala anaknya. Tak lupa Allesa mencium tangan ibunya.
"Oke siap ma. Allesa pamit dulu dahhh."
*****
Tak butuh waktu lama untuk sampai disekolah lalu Fran dan Allesa pun tiba disekolah. Lalu Frans memarkirkan sepeda motornya. Sebelum masuk kelas mereka berdua bercakap ringan di area parkir. Namun jauh disana ada seseorang yang mengamati Allesa dan Frans dengan senyum miring dan bisa mengabadikan hasil karyanya berupa sebuah foto yang tercetak di ponsel miliknya.
"Gue bakal rebut Raka dari lo." Ucapnya licik
Lalu ia pun pergi dan ingin menunjukkan bukti itu kepada orang yang ia kejar kejar selama ini. Dengan gayanya yang centil ia terus mencari pria yang saat ini akan dia temui. Mungkin Tuhan berpihak kepadanya begitu Dia melihat orang yang di kejar kerjanya selama ini Dia langsung menghampirinya.
"Hey raka." Sapa gadis centil sambil bergelendot ditangan Raka.
"Lepas!" Kata Raka dingin
"Gue punya kabar baik buat lo." Gadis itu terus mencengkeram lengan Raka, agar Raka tidak bisa melepaskannya.
"Gue ga peduli." Ancuh tak Acuh. Gadis itu pun tetap tersenyum manja lalu ia berkata
"Ini tentang pacar lo."
"Allesa? Kenapa dia?" Jawab Raka cepat
"Tapi ada syaratnya." Gadis itu tersenyum jahil
"Terserah!" Bosan dengan gadis tengil itu Raka ingin segera pergi, namun sebelum dia bisa pergi tangannya ditarik lagi oleh gadis tengil itu. Akhirnya gadis itu menyodorkan sebuah ponsel kepada Raka.
"Oke gue kasih tau nih. Lihat ini."
Saat Raka melihat yang di tunjukkan Raka tersenyum sinis.
"Ini doang?"
"Iya udah lo putusin aja si Allesa dia ga setia sama lo." hasut GADIS centil itu
"Ga guna Angela !!!" Raka berlalu pergi dia tidak peduli dengan foto yang ditunjukan kepadanya
"Rakkkaaaaaaa!! ish awas aja Lo bakalan jatuh dipelukan gue."
****
Sebenarnya raka cemburu melihat allesa berangkat dengan fran. Namun dia menutupinya. Dia tidak peduli Allesa pergi dengan siapapun. Tapi ada rasa yang semakin lama semakin pudar. Raka memiki rasa bosan terhadap Allesa yang terlalu over terhadapnya. Sehingga dia bertemu dengan seseorang yang semakin hari membuatnya semakin nyaman. Setiap kali bertengkar dengan Allesa. Raka selalu menyudutkan kesalahan pada Allesa yang jelas jelas Allesa tidak pernah berbuat salah. Itu hanya alasan Raka agar bisa putus dengan Allesaa.
"Gue denger lo deket sama Frans." tanya Raka kepada Allesa yang sedang duduk dikantin memakann bakso
"Uhukkkkk.." Allesa hampir tersedak bakso yang sedang ia makan. "Kata siapa? Gosip murahan kamu dengerin."
"Ya siapa sayang?"
"Gausah banyak tanya jawab pertanyaan gue.!"
"Ya ampun ka. aku memang dekat sama Frans. Tapi kamu tau aku sama dia bersahabat sejak kecil." jawab Allesa menjelaskan.
"Alasan.!! Kalo lo suka sama Frans lo sama dia aja. Jangan sama gue .!!" sahut Raka dengan kejamnya lalu pergi meninggalkan Allesa
Allesa yang mendengar perkataan raka tidak terima dia hanya bisa diam .untuk apa berdebat masalah seperti ini sudah jelas Allesa sayang dan cintanya terhadap Raka bukan Frans.
****
Lagi lagi raka tidak menghungi Allesaa . Allesa merasa cemas takut terjadi sesuatu terhadap Raka hingga dia menelpon Raka berkali kali tapi tidak ada jawaban dari Raka. Sudah jam 8 malam tidak seperti biasanya Raka belum mengirim pesan kepada Allesa. Hingga allesa menelponnya lagi dann tersambungg ...
"Hallo Rakaaaa. kamu dimanaa?!! Aku khawatirrr kamu belom ngabarin aku??" Cemas Allesa berbondong membuat Raka menjauhkan ponselnya.
"Gue sedang sibuk.sorry." nut ..nut..!!
"Rak..." belom sempat Allesa melanjutkan bicara Raka sudah menutup ponselnya.
"Ko aneh.?" batin Allesa. Dan saat itu juga Allesa melamun
Allesa semakin cemas ada apa ini kenapa dia begitu khawatir.. Tak lama kemudian ponsel Allesa berderingg mensadarkan lamunan Allesa.
Tring..
Mayacalling?
"Hal..." belom sempat bebicara suara disebrang sana langsung menyambar.
"Sa...saaa parah banget sa parah!!" teriak panik Maya.
"Ada apa sii jangan bikin gue panik." jawab Allesaa
"pokoknya gawat banget gila gila !!"
"Maya ngomongnya yang jelas dong!"
"GUE SAMA DINO LAGI DINNER LIAT RAKAA SAMA CEWE MAKAN BERDUAAN SAAA .DITEMPAT DINNER GUE SAMA DINO SEKARANG INI."
Deggg..Sakit itu yang dirasakan HATI Allesa.Ucapan Maya bahkan Membuat Allesa menjadi lemas bagaikan tidak ada tulang. Tidak ada jawaban dari Allesa.
"Hallo allesaaa !!!"
"I..iyaa may."
"Lo denger ga apa yang tadi gue bilang."
"Denger may." jawab Allesa yang sudahh berlinang air mata
"Lo mending kesini lo labrak aja sekalian mereka berdua. Gue udah enek liatnya. Nanti gue kirim alamatnya." nut.. Maya langsung mematikan telepon langsung mengirim alamat tempat Maya dinner.
Dengan tangis yang sudah membasahi pipinya sesak yang dirasakan. Allesa mencoba untuk bangun dan langsung bergegas ketempat tujuan .
*****
Sudah hampir 10 menit Gadis cantik berambut panjang mondar mandir menunggu taxi namun tak kunjung datang. Dia hampir saja prustasi dan bingung. Tak lama datang seorang pria berkacamata dengan motor sportnya menghampiri Allesa.
"Allesa?" Panggil pria berkacamata itu.
merasa ada yang memanggil Allesa menoleh dan mendapati ternyata yang memanggil adalah sahabatnya.
"hiks.... Frans."
"Kenapa lo nangis sa."
"An... antarin gue sekarang ke tempat dinner nya Maya Frans." jawab Allesa tanpa basa basi.
"Tapi sa.." Fran sangat khawatir melihat Allesa menangis hingga tidak bisa berbuat apa apa.
"Frans please.!!"
"Yaudah ayo naik."
Mereka berdua bergegas ketempat yang mereka tuju. 10 menit kemudian Allesa dan Frans sampai ke alamat kaffe yang Maya berikan. Allesa berlari dan masuk ke dalam kaffe tersebut dengan perasaan yang campur aduk Allesa semakin lemas ketika benar dia melihat Raka sedang memegang tangan wanita tersebut membelai rambut wanita itu dengan mesra. Bahkan Raka memeluk wanita itu dari samping.
"Rakkaaa." panggil Allesa lemah. dia menghampiri kedua manusia yang sedang bermesraan.
Raka sontak melepaskan pelukannya. Menatap gadis didepannya dengan dingin
"Ngapain Lo ada disini?"
"Harusnya Aku yang tanya kenapa kamu ada disini, siapa dia !" Kesal Allesa melihat Raka
"Bukan urusan Lo." Jawab Raka Acuh. Allesa sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya.
PLAK !!!!!!!!!!!!!
Tamparan yang keras mengenai pipi Pria Tegas di hadapan Allesa. Pria itu juga tersulut Emosi.
"Argh!! Maksud lo apa nampar gue.!"
"Seharusnya gue yang nanya maksud lo apa makan berdua dan pegang tangan tuh cewe !!!" teriak allesa lantang sambil menahan air mata sebentar lagi jatuh
"Ok gue jelasin! Mending kita putus !!!!!".
Tessssss..... Air mata Allesa turun seketikaa.
"Ma..maksudnya a..apa?" Tanya Allesa lemas
Raka acuh tak acuh
"Raka gue sayang sama lo kenapa lo lakuin ini ke gue." suara Allesaa bergetar dengan linangan air mata yang terus turun dipipi merahnya. Melihat Adegan itu kedua sahabat Allesa pun menghampiri Allesa. Frans yang sedari tadi tak ingin ikut campur akhirnya menahan tubuh Allesa yang sudah tak bertenaga.
"Raka **** Lo!!" Murka Frans.
"gausah ikut campur Lo. Urus tuh cewe lembek Kaya dia. Gue ga Butuh !" ucap Raka kejam. Allesa menangis dalam diam.
saat itu juga Frans ingin menghampiri Raka, ingin sekali Fran menghabisi Raka. Namun Allesa menahan Frans untuk tidak menghampiri Raka.
Tanpa rasa bersalah Raka memandang Allesa
"Gue muak sama lo gua ilfil sama lo. Gue nyaman sama Nadia dan gue pengin kita PUTUS." Ucap raka tetakhir kali dan saat itu juga Raka langsung menarik tangan Nadia dan mereka pergi meninggalkan Allesa tanpa peduli dengannya.
Melihat raka pergi Allesa hanya tertunduk lemas dan jatuh.
"Apa salah gue raka!!"
"Gue sayang sama lo."
"Gue tulus sama lo."
"Gue benci sama lo.!!"
"Brengsek.!!!!!!!!!!
FlasBack OF
Kenangan pahit itu membuat gadis cantik itu tertidur lemas dengan air mata yang mengalir di pipinya.
*******