Love DiTi (Dion Tiara)

Love DiTi (Dion Tiara)
Bab 7



Mereka menuju mobil, setelah pesawat Nenek terbang, suasana mobil kembali hening seperti biasanya jika mereka cuma berdua. Tiba - tiba handphone Tiara berbunyi.


" Waalaikumsalam, iya Faiz ada apa ya?"


Tiara menyebut nama Faiz .


" Ok aku kesana sekarang juga."


Dion membatin, Faiz lagi, Faiz lagi, geram sendiri dalam hati. Hmm mau marah tapi bagaimana ya. Aargh..


" Mas aku anterin langsung ke kos - kos an, sekarang juga, boleh ngak mas? Ada urusan sedikit dengan Faiz, Mas tau kan Faiz anak Kimia?" Kata Tiara menjelaskan. Dan Dion suaminya hanya mengangguk mengiyakan begitu saja, padahal dalam hatinya kebat - kebit menahan amarah .


Tiara sendiri berpikir keras, kenapa coba suaminya langsung mengiyakan, tidak ada protes sedikitpun, setidaknya tak adakah rasa cemburu pada hatinya, seandainya tadi Dion bertanya tentang Faiz pasti akan dijawab, atau seandainya Dion cemburu, dan dilarang menemui Faiz, pasti Tiara turuti, karena wanita setelah menikah surganya ada pada suaminya.


Tiara turun dari mobil. " Terimakasih mas." Ucapnya, dan Dion hanya menganggukkan kepalanya, sejurus kemudian mobilnya melesat pergi, ah kenapa suaminya tak bertanya ya, setelah ini mau gimana, apakah akan tinggal di rumah lagi, atau pulang ke kost masing - masing. Menginggat kebersamaan waktu ada Nenek di rumah begitu indah...


Ah Tiara bermimpi ya, mana mungkin Dion akan menghubunginya, biasanya kalau ada keluarga datang mereka baru bersama - sama pulang ke rumah, dan setelah saudara sudah pulang, mereka kembali pada kegiatan sendiri - sendiri. Tiara pulang kost, dan Dionpun terserah, bisa pulang kos nya atau di rumah. Sebenarnya Tiara ingin merasakan diperhatikan suaminya, tapi sepertinya sia - sia, suaminya seperti gunung es yang menjulang tinggi dan susah untuk diraih.


" Assalamualaikum.." Tiara masuk ke dalam kos nya, dilihatnya Faiz sudah duduk di kursi ruang tamu kos - kosan.


Faiz adalah teman semasa Tiara Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Mereka sangat akrab, dimana ada Tiara pasti disitu ada Faiz.


Tiara juga paham, selama ini Faiz ada perasaan ke Tiara, tapi Tiara hanya menganggap nya hanya teman saja tidak lebih, bahkan sahabatnya Amel diam - diam menaruh hati pada Faiz, dan Tiara berencana menyatukan mereka.


" Maaf Iz, kamu sudah menunggu lama ya?" Ucap Tiara menyapa terlebih dahulu, karena Faiz sedang sibuk membaca koran dan tak melihatnya sudah datang.


Faiz menurunkan korannya. " Baru lima menit, its okay santai aja Tiara.."


Tiara mengambil tempat duduk tepat di depan hadapan Faiz, lewat tatapan matanya Tiara meminta penjelasan, mengapa tiba - tiba Faiz memintanya untuk segera bertemu dan sangat penting.


Sampai - sampai Tiara harus meminta suaminya untuk mengantarkan ke tempat indekostnya, padahal mungkin jika Faiz tidak menelpon, Tiara berharap suaminya Dion akan mengajaknya pulang ke rumah lagi atau membawanya ke tempat yang banyak pemandangannya, dan mereka bisa bersantai, mengobrol dari hati ke hati, runtuknya dalam hati, setengah berkhayal, khayalan yang tak nyata, cibirnya kecut.


" Tiara.." Tiba - tiba Faiz membuyarkan lamunannya. Ah Tiara mengusap keningnya yang sebenarnya tidak berkeringat, perasaannya jadi tak enak mengingat kembali kebersamaan dengan suaminya yang baru berakhir,sepertinya Tiara ingin berlari pulang memeluk suaminya, Tiara merasakan kangen dan rindu yang mengetuk - ngetuk pintu hatinya.