
Tepat di depan perkantoran PT. WIJAYA GROUP.
" Makasih Al, kamu ngak ikut menemani aku bertemu Om mu yang ganteng." Sambil terkekeh Tiara mengatakannya.
" Kata siapa ganteng? Gantungan kunci kali ye..
Maaf tante, aku langsung pulang, masih ada tugas ku yang belum selesai, sampaikan pesanku saja,sampaikan pesan ya te, siap - siap ntar mau aku sewa jadi pacar pura - pura. Ada undangan pernikahan dan aku harus hadir dengan pasangan. Aku ngak punya pacar te, ngak pa kan ya?"
" Ngak pa - pa, santai aja Al, ngomong - ngomong kamu apa ngak pingin punya pacar Al?"
" Tau deh tante, belum nemu yang cocok deh. Mau bantu nyariin pacar ya Te?"
Tiara mengeleng perlahan " Enak cari sendiri Al, ya udah sana pulang ! Panas Al berdiri disini."
Tiara berjalan memasuki gedung megah di depannya. Tak habis pikir, ternyata kantor perusahaan suaminya besar dan megah, padahal tadi suaminya Dion sudah berpesan untuk memberinya kabar kalau sudah selesai supaya telpon atau chat untuk dijemput, tadi tak sengaja bertemu Alea, bahkan Alea memaksa untuk mengantarkan ke kantor suaminya.
Tiara menuju bagian resepsionis, ada dua cewek cantik yang berjaga disana. Biasalah kalau resepsionis pasti yang cantik - cantik yang dipilih.
" Siang mbak, maaf bisa bertemu dengan Pak Dion?"
Mereka menatap Tiara, dari atas sampai ke bawah. Tiara bingung sendiri, perasaan baju yang dikenakan juga sopan, ngak terbuka, dandanan juga terkesan alami, ngak menor, rambut juga emang sengaja tergerai, rasanya emang biasa membiarkan rambutnya tergerai deh.
" Eem sepertinya wajah anda familiar sekali, tapi dimana ya?" Cewek itupun seolah meminta bantuan terhadap teman sebelahnya.
" Oh iya, kan di kantor Pak Dion!" Serunya.
" Maaf berarti anda ini istrinya ya kalau saya tak salah?"
" Iya mbak." Tiara menganggukkan kepalanya dan tersenyum."
Tepat di depan ruangan suaminya, Tiara menyuruh mbak si pengantar untuk kembali ke tempat resepsionis.
" Biar saya saja mbak, saya mau beri suami saya kejutan." Tiara mengetok pintu sejurus kemudian.
" Masuk." Tiara melangkah masuk, dilihatnya suaminya masih sibuk menatap layar laptop, tanpa melihat siapa yang telah mengetuk pintunya. Hmhm dasar deh masih saja dingin dan cuek deh..
" Maaf pak boleh saya menganggu waktunya sebentar?" Ucap Tiara pelan, sambil menahan diri supaya tidak tertawa. Sedetik kemudian barulah suaminya mengalihkan tatapannya.
" Tiara?? " Dion langsung berdiri, dibawanya istrinya ke pangkuannya.
" Ihh Mas ngapain si ya.. Ni di kantor lho."
" Kenapa ngak kasih kabar? Kamu mau bikin suprais ya?"
" Ge er ni Mas.. Tadi ketemu Alea ketika aku mau menelpon Mas, trus dia nawari nganter, sekalian dia mau pulang."
Tanpa sengaja Tiara menatap foto besar di depannya, tepat di atas pintu mau masuk. Kaget dia melihat foto mesranya bareng suaminya, yang dibuat dengan arahan fotografer jelang pernikahan. Pantes saja tadi resepsionis di depan memandangnya dengan teliti dan seksama, wajah Tiara sama cantiknya seperti di foto, ngak berubah.
" Ih mas ni norak, fotonya gede banget ya?"
" Biarin, biar mereka jadi tahu, kalau aku sudah menikah, punya istri yang cantik."
Dion mencium bibir Tiara. Dan Tiara tak bisa menolak, terhanyut menikmatinya.
" Mas.. Udah ah, ni di kantor kalau ada yang tiba - tiba masuk gimana, malu Mas.." Dion meraih remote, kemudian "nit" pintu terkunci otomatis.