Love DiTi (Dion Tiara)

Love DiTi (Dion Tiara)
Bab 4



Tiara mengerjapkan matanya, dimana ini, batinnya, padahal seingatnya dia tadi ada di mobil, tapi ini sudah ada di kamar, ah pasti ketiduran ini, dan siapa yang membawanya ke kamar, apa aku jalan sendiri, rasanya tak mungkin, atau ada yang menggendongku ke kamar ya, bepikir keras Tiara mengingat - ingat.


Paginya setelah sholat subuh, Tiara bergegas menuju dapur, hari ini menurut Dion bik Minah pulang kampung mendadak karena anaknya sakit, jadi selama Nenek disini mau tidak mau, suka tidak suka Tiara harus menggantikan tugas bik Minah memasak.


Keahlian memasaknya mungkin baru akan dicoba untuk pertama kalinya untuk suaminya setelah sekian lama selama di masa pernikahannya. Dari bik Minah, Tiara tahu makanan favorit suaminya.


Bahan - bahan untuk membuat soto, sudah tersedia di kulkas, bik Minah sudah mempersiapkan segalanya, mengingatkan akan kedatangan Nenek jadi telah ada semuanya, Tiara tinggal mengolah menjadi makanan yang siap untuk dimakan. Dan ini fix bentar lagi selesai.


Dion sudah bangun, dan Tiara sudah tidak ada disampingnya, jam menunjukkan pukul tujuh, sebentar lagi berangkat kantor pukul delapan. Sedetik kemudian Dion bersiap - siap mandi, setelah selesai mandi, Dion terlihat sudah rapi, dengan pakaian resminya.


Setelah rapi Dion turun ke bawah, dicarinya sosok istrinya untuk pamit berangkat kerja. Bau aroma lezat menyeruak sampai ke ruang keluarga, setahu Dion bik Minah sudah pamit pulang kampung, jadi siapa ya yang memasak, batinnya.


Setelah sampe di dapur, ternyata Tiara sedang sibuk menata makanan di meja.


" Mas, sarapan dulu sebelum berangkat kantor." Tiara menyambutnya dengan senyum khasnya, Jantung Dion berdesir, tak karuan, seperti waktu dulu, pada saat pertama kali bertemu, rasanya sesuatu bagi Dion, melihat istrinya di dapur, wajahnya yang cantik alami, dan rambutnya tergerai indah, membuatnya Dion bahagia.


" Kamu ngak ikut sarapan juga? " Tanya Dion.


Tiara mengambilkan piring dan mengisinya dengan nasi. Dion menikmati makanannya, ternyata Tiara pintar juga memasak, masakannnya tak kalah enak dengan masakan bik Minah.


" Aku berangkat kerja dulu, mungkin Nenek sampai sini siang jam dua belasan. Kamu ngak ada acara keluarkan?"


" Aku ngak kemana - mana kok mas, nga da acara juga. Nenek datang aku dirumah mas."


Sepeninggal Dion, Tiara bergegas merapikan meja, mencuci piring - piring dan perabotan yang tadi dia pakai untuk memasak. Sejurus kemudian, Tiara mengumpulkan baju - baju kotor punyanya dan suaminya untuk dicuci.


Setelah acara cuci - mencuci selesai, Tiara bergegas menyapu dilanjut mengepel lantai. Rasanya puas tugasnya sudah terselasaikan, meski capek tapi Tiara bahagia, setidaknya di waktu yang tinggal sebentar lagi di masa pernikahannya. Dan tinggal dirinya untuk segera mandi membersihkan diri.


Tiara duduk santai di depan televisi, setelahnya dia mandi, acaranya gosip artis, gosipnya seputar artis yang menikahnya super duper mewah, tapi akhirnya harus bercerai. Huff bentar lagi aku akan mengalami nasib yang sama, gumannya lirih hampir tak terdengar.


Belum ada jam dua belas, pak Ujang memberitahukan bahwa akan menjemput Nenek, pesawat Nenek bentar lagi mendarat. Tiara jadi berpikir, bagaimana kalau dia ikut menjemput Nenek


" Tunggu pak,aku ikut menjemput Nenek ya, tunggu in, aku ganti baju dulu Pak." Ujar Tiara pada pak Ujang.