
Hari ketiga dirumah Orangtuanya Tiara masih saja membolos dan tak mau berangkat kuliah, Papa dan Mamanya pun selalu bertanya. " Besok berangkatnya." Itu jawaban Tiara.
Tapi ternyata keesokan harinya Tiara masih saja ngak mau berangkat, ini sudah hari ketiga harinya dia dirumah. Padahal Dion sudah tiga hari juga berangkat kuliah. Dicari - cari sosok istrinya, seharusnya tadi ada kuliah yang yang sama, tapi Dion tak melihatnya di ruangan. Sekarang Dion ada di kantin kampus, dilihatnya ada Faiz duduk tepat di depannya bersama cewek yang juga dekat dengan Tiara, kelihatannya mereka sedang berbicara serius.
" Maafin aku ya Mel, aku tidak peka selama ini terhadap perasaanmu, kalau saja Tiara tidak memberitahukan kepadaku, maka selamanya aku tak tahu, aku akan berusaha untuk belajar membalas cintamu, belajar mencintaimu."
" Tiara?? Jadi Tiara bilang apa saja dia? Ah aku jadi malu, sudah tiga hari ini dia ngak berangkat kampus, awas ya dia kalau ketemu!"
" Jangan salahin dia Mel, seharusnya kita berdua sama - sama berterimakasih padanya, mana aku tahu perasaanmu kalau Tiara tidak memberitahukan, ibaratnya dia itu perantara cinta kita kan? Oh iya, kemarin si dia bilangnya mau pulang ke rumah, katanya lama ngak pulang ke rumah,sudah kangen sama Papa dan Mamaya, tapi kenapa dia bolos ya ngak berangkat?"
Dion bergegas bangkit, cukup jelas bahwa keberadaan istrinya, rasanya lega juga setelah mendengar percakapan dua insan itu, dan berarti selama ini istrinya dan Faiz tidak ada hubungan sama sekali, harusnya Dion berterimakasih pada keduanya, langkahnya menuju tempat parkir, dimana mobilnya di parkir, sejurus kemudian mobilnya meluncur, padahal masih ada satu mata kuiah lagi, tapi dia sudah tak peduli.
" Kapan kamu pulang dari Malaysia? Bagaimana apa urusannya lancar dan sudah selesai?" Tanya Papa mertuanya ketika Dion baru sampai, dan menjabat tangan mertuanya itu.
" Kemarin Pa, urusannya juga lancar dan sudah selesai."
" Istrimu ada di kamar, akhir - akhir ini dia suka di kamar terus, kuliahpun tidak, aku heran kenapa dia seperti itu bermalas - malasan, apa kalian ada masalah? Atau jangan - jangan Tiara sedang hamil?" Tanya mertuanya.
" Kami ngak ada masalah kok Ma, dan sepertinya Tiara juga belum hamil Ma, ya udah Dion ke kamar Tiara dulu." Pamitnya pada kedua mertuanya.
Dion mengetuk - ngetuk pintu kamar Tiara, tapi ngak ada jawaban, diputarnya gagang pintu, dan ternyata tidak dikunci, dilihatnya Tiara sedang tidur. Dion menatapnya lama, kalau tidur seperti ini Dion bisa berlama - lama memandanginya. Tanpa sadar Dion ikut tidur disebelahnya.
Tiara terbangun, seperti ada sesuatu yang berat melingkar di tubuhnya. " Mas Dion." Pekiknya tertahan, bagaimana ceritanya dia ada disini, kapan dia pulang dari Malaysia, tahu darimana dia kalau aku ada disini, banyak pertanyaan yang terlintas di benak Tiara tak habis pikir.
Diamati wajah suami yang sedang terlelap, tampan dan bawaannya sangat tenang, Tiara tersenyum, rasa kangennya terobati, perasaan galaunya hilang seketika melihat suaminya sudah ada disampingnya.
Ada perasaan bahagia mengisi relung - relung hatinya. Ingin sekali Tiara menghambur di dalam pelukannya, menyusupkan wajahnya di dada bidangnya, dan saling bicara dari hati ke hati. Ah seandainya ada keberanian, untuk mengatakan bahwa dirinya sangat sayang dan tak mau berpisah.
Tiara perlahan pelan - pelan turun dari tempat tidurnya supaya suaminya tidak terbangun, hari sudah menjelang sore, sudah masuk waktu ashar.