Love DiTi (Dion Tiara)

Love DiTi (Dion Tiara)
Ekstra Part



Dion menangis bahagia, kebahagiaannya lengkaplah sudah dengan hadirnya bayi Adelio dan Adelia. Tiara juga sangat keibuan sekali setelah hadirnya si kembar. Dibantu 2 baby sister yang merawat si kembar, tapi meskipun begitu Tiara tetap perhatian dengan buah hatinya. Keadaanlah yang membuat butuh 2 baby sister, karena masih harus merampungkan kuliahnya.


" Bagaimana kabar ponakanku Lio dan Lia? Aku kangen ketemu mereka,gemas rasanya, semoga aku segera hamil setelah menikah ya Ra." Ucap Amel di bangku kantin kampus.


" Waduh yang mo nikah, dah ngak sabaran pingin punya baby ni.." Balas Tiara.


" Ngomong - ngomong ya Ra, biarpun kamu sudah jadi emaknya si kembar tapi kok kamu masih langsing aja ya? ngak berubah masih kayak gadis aja deh."


Tiara tersenyum menanggapi perkataaan Amel, rasanya kangen pingen pulang,tak sabar dengan si kembar di rumah. Suaminya masih ada kuliah, jadi dengan sabar dia menunggu di kantin kampus.


" Tu Faizmu sudah datang." Ucap Tiara ketika melihat Faiz baru masuk kantin.


" Kami tinggal duluan ya Ra, masih harus mengecek undangan pernikahan, kayaknya masih ada yang kurang."


" Ok, santai aja, paling bentar lagi Mas Dion selesai."


Tiara memperhatikan Amel dan Faiz keluar kantin, pasangan ini terlihat sempurna dan serasi, Tiara bersyukur Faiz bisa move on dari Tiara dengan cepat, dan Amel pun tak tahu kalau Faiz pernah ada perasaan untuknya.


Tiba - tiba seseorang memeluknya dari belakang.


" Mas, ni di kampus lho, mereka pada ngelihatin kita lho !"


" Biarin aja, mesra sama istrinya emang engak boleh ya? Kangen sayang, rasanya aku lama ngak diberi jatah. Aku kasihan liat kamu tiap malam begadang ngurus Lio dan Lia."


" Bagaimana skripsinya dah di acc belum mas?" Tiara bertanya sambil tangannya menyetel musik di dalam mobil, perjalanan pulang menuju rumah.


" Ah iya sayang, aku sampai lupa, skripsku di dah di acc, ah lega rasanya, dan aku segera wisuda yang kedua kalinya.".


" Maksud mas? Kedua kali gimana?"


" Oalah.. Aku kan dah pernah lulus dari mahasiswa teknik sayang, aku ambil kuliah ini karena aku ingin aja dekat denganmu." Jawab Dion enteng,dengan senyum kemenangan.


" Hmhm.. Mas ni ya, harusnya dari awal kita berdua ngak kayak gini ya, padahal perasaan kita sama, hebat ya kita sama - sama jaim deh."


" Iya ya sayang, syukur Alhamdulillah sekarang kita bisa menjadi pasangan suami istri yang nyata, kita juga sudah diberi anugrah buah hati yang lucu dan imut. Rasanya aku bahagia sekali."


Tiara tersenyum bahagia, tangannya terulur mengelus - elus wajah suaminya yang sedang serius menyetir. Sejurus kemudian, bibirnya mendaratkan ciuman di pipi suaminya Dion.


Mobil tiba - tiba menepi ke pinggir, Dion membawa tangan Tiara ke dadanya, dikecupnya tangan istrinya, diusap - usap rambut dan keningnya, tatapannya mesra ke arah istrinya, tanpa sadar mereka sudah berciuman, bibir Dion sudah menguasai bibir istrinya.


" Mas, mmm.. Lanjutin lagi deh pulang ke rumah dulu, ntar malam kalau si kembar dah tidur. Aku dah kangen dengan si kembar, liat ni baju aku dah basah, ni kan jatahnya asi untuk mereka."


Dion mengangguk, tangannya beralih ke stir mobil, pulang menuju rumah, bertemu dengan si buah hati yang telah menantinya di rumah.-