Love DiTi (Dion Tiara)

Love DiTi (Dion Tiara)
Bab 2



Dan setelahnya itu, tepatnya satu minggu setelah pertemuannya dengan Om Rafa di kantor Dion, pernikahan yang sakral pun dilangsungkan. Om Rafa, Tante Diana dan Nenek, juga Mba Hesti kakak sepupu Dion yang menjadi saksinya.


Dion menatap nanar pemandangan nun jauh disana, dilihatnya istrinya Tiara sedang asyik mengobrol akrab sekali dengan laki - laki yang tak lain Faiz yaitu anak jurusan Kimia. Hatinya seperti diiris sakit sendiri, inikah rasanya cinta sepihak, dan rasanya mustahil untuk protes ke istrinya untuk tidak akrab dengan laki - laki lain.


Usia pernikahan mereka hampir mendekati tiga tahun, dalam perjanjian nikah, Dion memberikan kebebasan kepada Tiara untuk tidak tinggal serumah, mengingat pernikahan dengan Tiara terjadi ketika Tiara kelas dua Sekolah Menengah Atas.


Setelah menikah Dion pulang kerumahnya, dan Tiara tetap di rumah orang tuanya, pernikahannya juga hanya diketahui keluarga besarnya saja atau dirahasiakan, kelak umur pernikahannya genap tiga tahun dan selama mereka menikah tidak ada kemajuan percintaannya ataupun Tiara belum hamil, maka pernikahan bisa berakhir dalam perceraian.


Dan satu lagi dalam perjanjian, mereka harus tinggal bersama satu kamar hanya jika ada moment ada keluarga yang berkunjung atau ada acara keluarga yang mengharuskan mereka tinggal bersama.


Dan sekarang usia pernikahannya memasuki dua setengah tahun, itu berarti masih ada sisa setengah tahun lagi, entahlah Dion merasakan kekhawatiran yang sangat dalam. Selama ini Tiara tinggal di kost yang dekat dengan kampus, dan Dionpun juga tinggal di kostnya.


" He, kamu melamun ya? Kamu serius sekali melihat Faiz sama ceweknya." Tiba - tiba sahabatnya Tom mengagetkan lamunannya tadi.


" Ah kau ini, menganggu saja, siapa yang ngelihatin Faiz, kebetulan tatapanku saja yang kearah sana." Ujar Dion membela diri, karena terlanjur diketahui memata - matai istrinya Tiara, dan sahabatnya Tom belum tahu siapa Tiara itu.


" Sepertinya mereka pacaran ya? Mereka pasangan yang serasi, Faiz orangnya humble, tampan dan juga pintar, sedangkan ceweknya sudah cantik ngak sombong lagi, dia baik lho Dion."


" Aku pernah diboncengnya, ditawari ikut berangkat kampus, gara - gara motorku mogok, dan aku habis dari bengkel, mungkin dia lihat aku celingak - celinguk nyari angkutan."


" Ooo..." Dion ber ooo ria.


" Aku mau pulang Dion, kamu apa mau pulang? Ayo ah aku nebeng, ni tadi aku pakai gojek, ban motorku kempes menginjak paku."


Tiba - tiba handphone Dion di tas berbunyi sebelum Dion menjawab pertanyaan Tom. Dan Tom juga paham, menunggu jawaban Dion setelah menerima telpon. Dion itu terkenal cowok tampan dan dingin di sekolah, selain itu Dion juga kaya, dengan umur yang masih muda dan statusnya sebagai mahasiswa sudah mempunyai perusahaan sukses yang cabangnya di berbagai kota.


Tak salah banyak cewek yang mengejarnya, kadang mereka cewek - cewek itu bertingkah norak untuk mendapat perhatian dari Dion. Tapi Dion tetaplah Dion yang cueknya minta ampun.


" Iya Nek, Dion tunggu kedatangan Nenek, hati - hati ya Nek." Jawab Dion, yang ternyata Neneknya yang menelponnya.


" Maaf, Tom aku tidak jadi memberimu tumpangan, ada sedikit urusan sebentar, kau pulanglah lagi dengan si abang gojek."


" Its okey Dion, tak apalah aku naik gojek lagi." Dan Tom pun berlari menuju halaman depan kampus menanti si abang gojek.