
Tiara keluar kamar dan menuju dapur, Mama sedang sibuk disana, membuat menu untuk makan malam.
" Ma, sejak kapan Mas Dion datang? Aku ketiduran, tahu - tahu Mas Dion sudah tidur disampingku."
" Sekitar jam satu lebih kayaknya nak." Jawab Mamanya singkat.
" Mandi dulu sana, shalat ashar, jadi suamimu bangun, kamu sudah kelihatan cantik sayang."
Tiara keluar dari kamar mandi, dilihatnya suaminya sudah duduk di tepian tempat tidur.
" Mas sudah bangun? Kalau masih ngantuk, tidur lagi aja mas."
" Sudah sore, sudah masuk shalat ashar, aku mau mandi."
Tiara mengambilkan handuk yang baru di lemari, tapi sejurus kemudian handphone suaminya berbunyi, jadi Tiara urung memberinya handuk.
" Tolong Tiara, angkat telpon ini, bilang saja aku masih tidur Tiara, pleasa Tiara, aku masih capek, kalau aku turuti bisa - bisa sampai malam aku pulang." Pinta Dion suaminya,sambil menyodorkan handphone pada dirinya.
Tiara bingung, terlebih kaget lagi, ternyata si penelpon adalah Alea, cewek yang akrab dan suka bermanja - manja pada suaminya. Ragu untuk menjawab, tapi kenapa Dion menyuruhnya untuk menjawab teleponnya ya, nanti bagaimana jika empunya bertanya apa hubungannya dengan Dion, kok bisa menjawab teleponnya. Diliriknya suaminya yang langsung rebahan lagi di tempat tidur, membelakangi dirinya.
" Halo Om, kok lama sekali njawabnya?" Protes suara diseberang.
" Anterin aku cari buku di Gramed Om! Ni ada tugas ekonomi makro. Om.. Om .. Om Dion!"
Tiara mengerutkan keningnya, mengapa dia panggil - panggil Om.
" Tidur?? Ni tante Tiara ya?? Maaf tante menganggu, kirain Om Dion yang angkat, tante disuruh angkatin telponnya ya? Pasti deh dia pura - pura tidur, orang dari pagi aku sudah telpon berkali -kali, chat juga nga dibalas. Awas ya kalau ketemu aku cubit orangnya."
" Iya Alea, tidurnya nyenyak sekali, udah tak bangun - bangunin juga ngak mau bangun." Tiara menjelaskan, bingung juga kenapa dia dipanggilnya tante oleh Alea.
" Oh ya tante, maaf ya, aku belum sempat bertemu tante dikampus,emm.. sebagai gantinya, tante Tiara mau ngak nemenin aku nyari buku besok?" Deg, duh Tiara jadi tambah bingung, mau jawab apa, padahal handphonenya di speaker, Suaminya pasti juga ikut mendengar dan menyimak percakapan itu, disegolnya lengan suaminya. Dion cuma angkat bahu, menyerahkan keputusannya pada Tiara.
" Besok jam sepuluh ya Tan, aku tunggu di kantin kampus, salam buat Om jelek , Alea tahu kok pasti Om Dion pura - pura tidur."
Duh ni anak belum diiyain malah dah mutusin sendiri ya. Tiara mengusap keningnya sendiri heran.
" Tapi ni Om kamu tidur lho, bener tante ngak bohong."
" Ya udah ni, sebagai hukuman buat Om Dion, tante Tiara cium bibirnya Om Dion biar bangun." Lha kok dia suruh aku cium - cium bibir ya, hmhmhm ada - ada saja ni anak, batin Tiara.
Tiara tertawa renyah. " Ogah ah Al, Om kamu masih tidur kok, masak tantemu suruh cium, kalau dah mandi baru dicium, kan ya wangi."
Balas Tiara asal, tapi ups Mas Dion kan ikut nyimak juga, ah bodo amatlah, paling dia juga cuek seperti biasanya, .Dion yang mendengar percakapan itu tersenyum - senyum. Awas ya ntar kalau habis mandi dia mau minta jatah hukuman dari Tiara. Kayak berani nagih aja, batin Dion.
" Iya juga ya te, orang tidur kan biasanya ngiler,hii bau lagi.." Alea terkekeh - kekeh.
" Emang Om Dion kalau tidur gimana si tante?" Alea masih aja nyosor nanya lagi.
" Tidurnya ya kek gitu deh Al, udah dulu ya, tante mau shalat ashar, ok... besok kita ketemu di kampus jam sepuluh."