Love DiTi (Dion Tiara)

Love DiTi (Dion Tiara)
Bab 20



Tiara baru saja masuk ke kamar mandi, dan akan bersiap - siap tidur, karena suaminya juga sudah terlebih dulu membersihkan diri, dan Dion suaminya sekarang sudah di tempat tidur. Pesta Nenek sangat meriah, Nenek pun kelihatan bahagia.


Tiba - tiba pintu kamar ada yang mengetok - ngetok. Dion beranjak membuka pintu.


" Mana tante Om?" Ternyata Alea.


" Tantemu capek Al, tu dah siap - siap mau tidur membersihkan diri di kamar mandi. Lagian kamu apa ngak capek habis perjalanan jauh?"


" Ngak bisa tidur Om."


Tiba - tiba Tom lewat, entah habis darimana dia, mungkin dari bawah.


" He Tom, ni Alea minta ditemani ngobrol di depan teras." Ucap Dion mencegah Tom supaya tak masuk kamar.


" Om nii.." Alea jadi serba salah, deg - degan deh.


" Sana cepat!! itu Tom sudah mau, ntar berubah pikiran lho! Tegas Dion.


" Udah Tom pacarin aja keponakanku, aku dah capek jadi pacar pura - puranya dia, lagi juga dia suka ganggu quality time nya aku sama Tiara."


" Apaan si Om, kok malah buka kartu gitu.."


Dion menutup pintu kamar, meninggalkan Alea dan Tom. Alea jadi serba salah sendiri.


" Jadi ngak aku temani ngobrol Al?" Akhirnya Tom yang mengalah, memecah kesunyian. Alea memang manja, tapi entahlah Tom juga suka dengan kemanjaan Alea, Dia kadang geli melihat Alea merengek - rengek kepada Dion, seperti anak kecil. Jadi pingin seperti Dion yang selalu diganggu oleh kemanjaannya Alea. Tom sendiri tak punya pacar.


" Emang mau ngobrol dimana Tom? " Ucap Alea.


" Di balkon yuk"


Bulan dilangit bersinar terang cahayanya sampai ke bintang ( berasa lagu aja ya)


" Kamu udah punya pacar Al?" Tom tiba - tiba memberanikan diri, to the point menanyakan itu pada Alea.


" Belum Tom, eh kamu jangan - jangan terpengaruh ya sama omongan Om Dion?"


" Ya udah dicoba saja, kita pacaran yuk.."


" Brati kamu terpaksa donk, ngak enak sama Om Dion."


" Ngak juga si Al, Aku juga ada sedikit suka sama kamu. Aku perhatiin kamu diam - diam. Udah deh kita coba aja dulu. Ok??"


" Aku bingung deh jawab apa?" Alea jadi risih dipandang serius oleh Tom.


" Ih ngapain si liat aku kek gituu.. Grogi nii.."


Alea memukul - mukul badan Tom, tapi ups Tom memegang tangan Alea, membawanya ke dadanya, Alea terdiam, jantungnya berpacu keras. " Cup " Tom mencium kening Alea. " Sah lho Al, brati kita resmi.pacaran, buktinya kamu bengong aja aku cium."


" Hi curang kau Tom!" Alea protes, jadilah mereka seperti anak kecil berlari - larian di malam hari.


Sedang di kamar, Tiara gelisah belum bisa tidur, dilihatnya suaminya sudah terlelap mungkin kecapean. Tadi pagi Tiara diajak ke makam Papa, Mamanya, dan baru pertama kali Tiara melihat Dion sedih, meneteskan air mata, dan Tiara hanya bisa mengelus - ngelus pundaknya, seakan - akan menghiburnya.


Tiba - tiba sebuah tangan memeluknya.


" Ngak bisa tidur Yang? Hmm.." Tangannya menelusup masuk ke dalam baju Tiara, memainkan puncaknya.


" Trus Mas mau ngapain itu? "


" Mau minta boleh?"


" Hmm.. Kirain tadi sudah tidur, ternyata meremnya bohongan ya?"


" Alea tadi nyariin aku ngak Mas? Tadi katanya mau menceritakan sesuatu tentang Tom."


" Kesini Yang, kamu lagi di kamar mandi, untung Tom lewat, aku suruh Tom temenin Alea."


" Mas.. " Tiara mengerang, nafasnya mulai memburu.


" Hmmm...


Akhirnya mereka melakukannya, tubuh mereka sudah sama - sama polos.