
Tiara melangkah menuju bawah, tepat di depan jalan, sebelum tangga untuk naik ke atas. Dicarinya kontak no handphone suaminya.
" Iya Tiara, aku jemput dimana?"
" Aku udah di depan kost an Mas, ni sebelum tangga, Mas turun gi keluar, aku ngak tau kamar Mas yang mana?" Kata Tiara berbohong padahal tadi Alea sudah memberitahukan kamar Dion paling ujung sebelah barat.
Sejurus kemudian Dion turun ke bawah.
" Mana Alea? Kamu pulang sama siapa Tiara?"
" Alea yang bawa aku kesini, dia langsung pulang, katanya capek lagi juga dah hampir malam dan mau hujan lagi."
" Anak itu kalau jalan - jalan selalu lupa waktu, coba dari jam sepuluh kalian pergi, ni dah jam berapa, tapi ni tumben ya, belum malam dia sudah minta pulang."
Mungkin dia ngak enak Mas sama aku, beda ceritanya kalau pergi sama Mas."
" Iya juga si.."
Tepat Tiara memasuki kamar Dion yang baru kali ini Tiara kunjungi tiba - tiba hujan turun.deras.
" Mas ngak ada baju cewek ya? Rasanya gerah pingen mandi. Celana pendek punya Mas sama kaos juga boleh ."
" Aku tidur dulu ya mas."
" Tidurlah, kamu pasti kecapean."
Tiara sudah terlelap, Dion menatapnya lekat, ah sial payudara Tiara terlihat jelas sekali, karena kaos yang diberikan Dion putih polos dan tipis menerawang. Rasanya begitu mendamba ingin menyentuhnya, tiba - tiba sesuatu di bawahnya menegang, sejurus kemudian Dion ikut merebahkan tubuhnya di samping tubuh istrinya. Lama - lama dia ikut tidur juga, apalagi cuaca mendukung.
Tepat pukul delapan, Tiara terbangun, dilihatnya suaminya juga tertidur. Tiara pura - pura tidur lagi, sengaja tubuhnya ditempelkan ke suaminya yang memang posisinya membelakanginya seperti memeluk guling. Dion yang mendapat pelukan dari Tiara terbangun, payudara Tiara menempel di tubuhnya, bagian bawahnya bereaksi mulai tegang lagi. Dion gusar sedikit tak tenang tidurnya, tiba - tiba Tiara terbangun.
" Maaf mas aku kiraian guling." Ujar Tiara melepaskan pelukannya. Dion hanya mengangguk.
" Kamu lapar ngak Tiara, tadi aku pesan makanan, ayo kita makan dulu."
Hujan masih belum reda, mereka berdua menikmati makan dalam keadaan diam tak ada suara, hanya suara hujan saja pengiring mereka makan.
Setelah makan, Dion berkutat dengan laptopnya, dilihatnya di layar ada laporan keuangan terpampang di layar, sedangkan Tiara jari jemarinya sibuk memainkan handphone, membaca - baca status, atau melihat - lihat situs berita terbaru di handphonenya.
Tiara lupa sesuatu dia belum menunaikan ibadah shalat isya,segera lekas dia masuk ke kamar mandi, membilas badannya lagi dengan air hangat, mencuci muka, gosok gigi, sebenarnya seperti mandi lagi, karena dia juga menggosok tubuhnya dengan sabun.
Diambilnya mukena di dalam tas, karena kalau bepergian tas berisi mukena selalu ada di tas, setelah shalat Tiara duduk di pinggir kasur sambil membaca handphone lagi, diliriknya suaminya masih berkutat dengan laporan keuangan, dia masih sibuk meneliti satu persatu laporan keuangann itu. Tiara jadi gemas sendiri, aku dicuekin gumannya.