Love DiTi (Dion Tiara)

Love DiTi (Dion Tiara)
Bab 3



Dion bergegas menuju kantin kampus, tadi Nenek menelpon, Nenek mengatakan akan datang berkunjung ke rumah dan akan menginap beberapa hari, itulah alasannya mengapa Dion tidak bisa pulang dengan Tom ke tempat kost, karena mereka memang satu kost - kost an.


Kalau sudah seperti ini Dion dan Tiara tidak bisa mengelak, mereka harus pulang ke rumah. Tadi Tiara sudah di hubungi, katanya masih ada kelas, sekitar satu jam lagi baru kelar kelasnya. Sambil menikmati minuman ringan dan sedikit camilan di kampus.


Tiara menuju kantin, karena Dion suaminya ada disana. Kebetulan besok hari rabu jam kosong sampai hari Senin baru ada mata kuliah lagi. Hari ini full banget karena dipadatkan. Kantin kampus sudah sepi, karena hari juga sudah sore, hanya ada beberapa anak saja yang masih ada disitu.


" Maaf mas lama ya nunggunya?"


" Tidak mengapa, ayo kita langsung pulang." Ujar Dion berjalan terlebih dahulu, baru istrinya mengekor di belakang. Tiara mengelus dada, kenapa coba, Mas Dion tak mau berjalan beriringan denganku, apakah dia malu punya istri aku, Tiara membatin sedih.


Dan sekarang mereka sudah ada di dalam mobil, hening mereka tak saling bicara, hanya alunan musik dari mobil yang memecah kesunyian. Tiara agak sedikit mengantuk,sudah berapa kalinya dia menguap, diliriknya suaminya yang sedang menyetir, wajahnya tenang , datar dan sekaligus dingin.


Hmhm.. rasanya ingin sekali bermanja - manja bergelayut mesra dengan suaminya, tapi suaminya Dion tetaplah Dion suaminya yang terkenal cuek, meskipun mereka sudah menikah tetapi hubungannya sebatas perjodohan semata dan sebentar lagi akan berakhir.


Dion suaminya tak memperdulikan perasaan Tiara sedikitpun, entahlah perasaan Tiara kebat - kebit seperti menahan cemburu. Padahal di kampus Dion suaminya terkenal cuek, dingin ke cewek - cewek, tapi dengan anak baru ini sangat akrab. Peduli amatlah batinnya,sebentar lagi akan berakhir dalam hitungan enam bulan ke depan. Meskipun begitu Tiara sedikit sedih rasanya sudah ada sedikit benih - benih cinta yang telah tumbuh di dalam hatinya, lama - lama Tiara mengantuk, tak tau kalau dirinya sudah terlelap bersandar di jendela mobil.


Dion memarkirkan mobilnya di depan rumah, Pak Ujang membantu membukakan pintu pagarnya, pelan - pelan digendongnya istrinya masuk menuju masuk di dalam kamar. Wangi tubuh Tiara sangat khas, bau rambutnya pun Dion hafal sekali, rasanya betapa ingin sekali mengecup pipi atau pun keningnya. Hanya helaan nafas yang terdengar, Tiara kelihatan cantik dan imut bahkan ketika sedang tidur sekalipun.


Dan tanpa sengaja Dion menyentuh wajah istrinya Tiara dan , sekali lagi dia dengan keisengnya mengambil handphonenya "cekrek"


Dion berpose dengan istrinya Tiara yang sedang terlelap dalam tidurnya, dan senyumnya mengembang lebar, handphonenya di setting, dan walpapernya diganti foto yang baru saja dia ambil, lucu pikirnya, Dion senyum - senyum sendiri.


Coba kalau Tiara tidak tidur, mana mungkin Dion berani macam - macam seperti ini, yang ada Dion berpura - pura cuek pada istrinya, padahal kenyataannya Dion menahan perasaan cinta dan sayangnya.