
" Akan ku berikan kau sebuah Rahasia tentang alex."
Alisya menatap jengah Reza.
Hah memberitahu apa? Kau bahkan tak mengetahui sahabat mu sendiri menyukai mantan tunangan mu.
" Apa..."
" Alex akan melakukan apapun demi mendapatkan seorang wanita yang dia sukai. Tapi jika wanita itu menolak dan mempermalukan dia Alex tidak akan segan segan mengurung bahkan mendominasi sang wanita."
" Lalu kau mau aku mempermalukan dia."
" Kau benar benar pintar. Bima benar benar tidak salah memilih wanita."
" Kau benar benar tidak waras. Bukan hanya tergila gila dengan Nadila bahkan otakmu isinya kegilaan yang mungkin orang lain tak terfikir kan."
Reza tak memperdulikan ucapan Alisya yang terus mengatainya. Dia mengeluarkan sebuah cek dari dalam jas nya menyodorkan kepada Alisya..
50 juta.....
" Kalau kau mau mengerjakan tugasmu kau bisa mencairkan dana itu. Tapi jika kau menerima kau tidak akan bisa berhenti bekerja dengan ku. Jika kau berani melarikan diri dariku... Kau tau akibatnya."
" Beri aku waktu untuk berfikir..."
" Baik 15 menit..."
" Kau......"
Reza mengangkat bahu nya. Kemudian berdiri membiarkan alisya mulai berfikir. Namun tanpa di sangka Alisya malah merobek cek yang di sodorkan Reza. Berdiri dan mendekati Reza, Menggenggam tangan Reza dan memberikan sobekan cek.
" Sampai mati pun aku tidak akan pernah membantu mu za. Kau sudah terlalu banyak meninggalkan luka di hati Nadila."
Alisya mengambil tas selempang nya yang tergeletak di sofa memakainya dan hendak melangkah keluar dari ruangan, Namun langkah terhenti ketika Reza mengatakan sesuatu
" Teruslah bersifat sombong seakan kau memiliki segalanya. Padahal saat ini kau orang paling menyedihkan."
Alisya memjamkan matanya sesaat tak ingin memperdulikan ucapan Reza, Dia Kembali melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan Reza.
Lagi lagi Alisya termenung di taman kota duduk sendirian menatap nanar kedepan. Entah apa yang di ambilnya itu benar, Tidak berhubungan dengan seorang penjahat seperti mereka berdua. Alisya dapat mengingat jelas bagaimana jahatnya seorang Reza dahulu, Dan terkenal nya seorang Alex sebagai penjahat wanita.
Alisya menghela nafas kasar, Menunduk kepalanya dan menyelipkan kembali rambut rambutnya yang berusaha mengalihkan pandangannya.
akhhh aku benar benar bisa gila memikirkan ini semua. Bagaimana caranya aku mendapatkan uang dengan waktu secepat itu.
Alisya mengaruk garuk kepalanya, Terus Berfikir mencari jalan keluar untuk melunasi hutang hutangnya kepada sang paman. Dan benar saja ketika dirinya sedang memikirkan cara melunasi hutang hutangnya sang paman yang bernama Guntur itu menelpon nya.
Dengan sangat malas Alisya mengangkat telpon nya.
" Dimana kau..."
" Hmmm Alisya masih di Jakarta paman."
" Datang kau kerumah ku sekarang."
" Tapi pa..."
" Apa kau mau membantah?"
" Tidak alisya kesana sekarang."
Guntur langsung mematikan telpon nya tanpa mengucapkan kata kata lagi.
🌹🌹🌹🌹
Alisya berdiri di sebuah rumah sangat besar dengan pagar besi Yang menjulang tinggi, Itu bukan sekedar rumah lagi Namun sebuah mansion besar dan mewah.
Alisya menekan tombol bel yang terletak di pintu pagar, Tak beberapa lama seorang pelayan wanita muda dan sangat cantik datang menghampiri Alisya.
" Nona alisya Tuan Guntur sudah menunggu."
Di ambang pintu besar terlihat seorang wanita parubaya yang tak lain adalah bibinya Berdiri menatap alisya dengan sinis. Alisya hanya mengangguk kepala menyapa bibinya.
" Masuklah paman mu sudah menunggu di ruang kerjanya." Pergi berlalu begitu saja meninggalkan Alisya
Alisya memasukin mansion yang di dominasi warna gold dan putih itu. Berjalan seperti sudah sering datang ke tempat itu, Menaiki lift dan menekan tombol lantai 3.
Seketika dia sampai di lantai yang sama sekali dia belum pernah menginjakkan kaki nya. Alisya benar benar gugup bertemu dengan pamannya. Pasalnya bukan hal wajar jika pamannya tiba tiba menyuruh nya datang ke mansion nya itu. Bahkan ketika Alisya bertemu dengan anggota keluarga pamannya mereka seperti tidak ingin di lihat dan di sapa Alisya.
" Kau sudah datang?" Suara parau seorang lelaki mengagetkan langkah alisya.
Alisya menoleh mencari cari sumber suara. Dia melihat pamannya tengah duduk di sofa besar dengan beberapa minuman beralkohol dan cemilan di atas meja. Alisya menganggukan kepala kikuk Berdiri di depan pintu lift
" Kemari duduklah."
Alisya Berlahan mendekati Paman nya yang sibuk dengan pekerjaannya, Entah apa yang di pekerjaan. Dia duduk tepat di sebelah Paman. Hanya menunduk kan kepala tak berani bertatap wajah dengan pria parubaya yang memiliki wajah seram ditambah dengan rambut rambut lebat menumbuhi bagian dagu dan bawah hidungnya.
" Berapa hutang mu kepada bibi mu?"
" 75 juta ...."
" Itu belum termasuk bunga bukan."
Alisya tertegun ketika Guntur mengatakan bunga kepada Alisya.
Apa bunga. Kalian benar benar manusia iblis bahkan dengan keponakan kalian, Kalian tega Ya tuhan jalan ku benar benar buntu.
" Hai aku berbicara kepada mu."
" Akhhh ... iya paman"
Guntur melempar kan secarik kertas kepada Alisya.
" Baca itu. Kau telah menunggak selama 4 bulan."
Alisya mengambil kertas yang di berikan pamannya. matanya benar benar terbelalak melihat nominal hutang hutang yang semula hanya puluhan juta sekarang malah ratusan juta.
" Paman mengapa hutang hutang ku menjadi sangat banyak sekali."
" Bunga jika kau bayar 10% Namun jika kau tak membayar nya akan ku kali kan dari jumlah hutangmu."
Nadila diam tertegun melihat angka yang tertera di kertas begitu banyak.
" Mulai lah mencicilnya atau kau bisa melunasi nya dengan tubuh mu."
🌹🌹🌹🌹
Alisya duduk termenung sendiri di halte bus. Fikiran nya benar buntu saat ini, Andai saja dia menerima tawaran Reza mungkin dia tidak akan terbebani seperti ini. Namun dia juga ingat dengan jelas bagaimana perlakuan Reza terhadap Nadila dulu memukul mencaci bahkan menjadi makan sehari hari hubungan mereka Alisya benar benar kesel mengingat itu.
alisya mengaruk garuk rambutnya frustasi nampak orang orang yang ada di dekatnya menatap aneh alisya. Namun seperti nya Alisya tidak memperdulikan nya.
Alisya meraih ponsel miliknya yang berada di kantong jaket yang dia kenakan melihat layar ponsel terdapat sebuah pesan masuk. Alisya membukanya satu pesan dengan nomer tak tersimpan masuk di ponsel.
" Bagaimana apa kau masih ingin menolak tawaran ku setelah Guntur menyuruh mu bertemu?"
Alisya tahu jika Pesan itu dikirim oleh Reza. Karena siapa lagi kalau bukan laki laki gila itu yang menawarinya pekerjaan yang benar benar tidak masuk akal.
Ponsel kembali berdering, Alisya melihat Reza Kembali mengirimkan pesan kepada nya.
" Datanglah ke kafe xx jika Fikiran mu benar benar buntu. Aku siap membantu mu."
Alisya berdecak membaca pesan dari Reza
Membantu katanya. Benar benar laki laki tidak waras.
\=\=\=\=\= \=\=\=\=\= \=\=\=\=