
Nadila beranjak dari kafe menuju kembali ke ruang kerjanya. Ketika dirinya ingin menaiki lift seseorang memanggil nya.
Dia adalah mita gadis bertubuh mungil dan berparas manis, Satu satunya orang yang bisa di ajak berteman dengan nadila di kantor ini. Mita menghampiri Nadila dengan tergesa gesa.
" Ada apa mit..."
" Dil tau ga, Pak dav baru aja ketemuan sama Pak Reza di kafe XX barusan."
" Kamu serius..."
" Iya aku juga tadi baru anter barang milik cust ke dekat sana. Dan aku lihat pak reza pak dav dan satu wanita cantik sedang ngobrol di kafe XX."
" Wanita..."
" Iya dia sampai pegang tangan pak dav kaya gini." Menunjukan adegan ketika Alisya menggenggam lengan David.
Nadila terdiam berusaha mengingat siapa wanita yang di maksud mita.
" Dil kenapa..."
" Aku cuma lagi mikirin siapa ya wanita yang dibawa bang david."
" Pacar kali..."
Nadila Kembali berfikir, Benarkah david memiliki seorang pacar.
" Eh itu pintu lift udah kebuka." Mita membuyarkan lamunan Nadila.
" Oh ya, Yaudh aku masuk dulu ya."
Mita hanya mengangguk kepala.
Nadila berdiri di lift bersama dengan 5 karyawan lainnya. Nadila memutuskan untuk pergi ke ruangan David yang mana membuat kelima karyawan yang ada di dalam lift bersamanya langsung bergunjing.
" Lihat dia tidak ada malunya."
" Benar benar tak tau malu."
Nadila hanya diam tutup telinga tak mendengarkan perkataan mereka semua.
Nadila sampai di lantai dimana ruangan david berada, Dia melangkah kakinya dengan cepat keruangan david. Ingin sekali rasanya mengucapkan selamat kepada sahabatnya itu karena sudah memiliki kekasih, Namun tiba tiba Nadila terhenti ketika dia mendengar suara benda pecah dari dalam ruangan David. Nadila terdiam di balik pintu mendengarkan apa yang sedang terjadi di dalam sana.
" Apa kau tak bisa bekerja."
Brukkkkk
Nadila tersentak mendengar David memecahkan sesuatu.
" Bagaimana kau bisa membiarkan dia kabur. Bagaimana dia meminta pertolongan kepada Reza, Kau tau aku sudah merencanakan ini dari 5 tahun lalu."
Reza kenapa Bang david menyebut nama Reza, Lalu siapa orang yang di maksud nya.
Nadila kembali mendengarkan apa yang sedang terjadi di dalam ruangan David. Lagi lagi Nadila mendengar david memecahkan barang.
" Cari dia jika kau tak dapat menemukan nya aku pastikan kau mati di tangan ku."
" Tapi tuan ...."
" Aku tidak perduli kemana pun kalian mencari Bima."
Nadila tertegun ketika david mengucapkan satu nama yang benar benar tidak asing di telinganya. Dia memundurkan tubuhnya berlahan berjalan menjauhi ruangan David.
🌹🌹🌹🌹🌹
Alisya sedang makan bersama Reza. Reza menatap nya dengan tatapan menakjubkan melihat alisya masih terus menyuap makanan ke mulut nya yang kecil.
" Kenapa... Apa kau tidak pernah melihat Nadila makan seperti ku."
" Dia jauh lebih parah daripada mu ketika sedang kelaparan."
Alisya berdecak lalu tertawa " Kau benar benar belum bisa move on dari dia."
" Kau pun sama. Belum bisa melupakan Bima."
Alisya menaruh sendoknya menatap Reza lekat lekat " Aku beda dengan mu. Aku di tinggal mati sedangkan kau haha malah berselingkuh."
" Hai kau benar benar ya."
" Za.."
" Hmmm..."
" Apa menurutmu Bima benar benar sudah meninggal."
" Kenapa kau juga merasa bima belum mati."
" Entahlah."
" Jika kau merasa demikian, Mulai lah cari tahu dari laki laki yang baru saja memberikan mu kartu namanya."
" Siapa Bang David atau Tuan Alex..."
Reza menaikan kedua bahunya.
" Aku mau es krim boleh ku pesan." Menunjukan wajah imutnya.
" Pesan lah."
Begitu lah hubungan Reza dan Alisya sangat dekat semenjak Alisya menapaki kakinya ke ibukota 2 tahun lalu. Padahal dahulu ketika Alisya masih bersama dengan bima dia hanya mengenal Reza dari cerita Nadila dan bertemu dengannya dua kali saja. Namun dua tahun silam ketika alisya di jambret ketika dirinya keluar dari bandara, Bram lah yang menolong Alisya, bram pula yang membawa alisya untuk tinggal sementara di apartemen milik Reza hingga dirinya mendapatkan pekerjaan. Dari sana dia menemukan sosok lain dari diri Reza yang di kenal sebagai seorang laki laki kaya ambisius kejam dan tempramental terhadap perempuan, Alisya bahkan tidak menemukan sama sekali sosok Reza jika bersama diri nya. Walaupun setelah dia keluar dari apartemen milik reza satu setengah tahun lalu dia sangat menghindari laki laki itu karena sebuah rumor yang mengatakan jika reza membunuh seorang negarawan. Tapi tak bisa di pungkiri memang sosok Reza begitu hangat dan baik bagi alisya, Mungkin itulah alasan Nadila hingga kini masih belum dapat melupakan sosok Reza, Laki laki yang hanya menunjukkan sifat aslinya di belakang orang banyak.
" Satu untuk mu." Alisya memberikan semangkuk es krim coklat kepada Reza " Aku tidak ingin pelit."
Reza berdecak " Bahkan ini semua aku yang bayar."
" Mana bram... sedari tadi aku tidak melihatnya."
Reza mengambil sendok dan menyuap es krim ke mulut nya " Kenapa kau menyukai nya?"
" Dia tampan, Mantan tentara pula pasti keren jika aku bersamanya."
Reza tersenyum kecut sambil terus memakan es krim di hadapannya " Habiskan makananmu kau akan bekerja ekstra mulai besok."
Setelah selesai makan, Reza mengantarkan alisya pulang hingga sampai depan rumah susun milik nya. Reza membuka kaca mobilnya melihat sekeliling rumah susun yang ditinggali alisya.
" Kau benar benar tinggal disini."
" ehmmm." Melepaskan sabuk pengaman.
Reza menoleh ke arah Alisya menahan wanita itu yang hendak keluar dari mobil
" Dengarkan aku, Cepat atau lambat alex akan menghubungi mu untuk bekerja dengannya. Terima dan lakukan apa yang aku perintahkan."
" iyaa kau sudah berkali kali mengatakan itu Reza Fernandez Wijaya."
" Baiklah. Turun sekarang."
Alisya mengerucutkan bibirnya seraya turun dari mobil Reza. Dia melambaikan tangan ketika mobil reza berjalan menjauh dari rumah susun tempat tinggal nya.
Setelah selesai mandi alisya kembali bergelut dengan pekerjaannya sebagai penulis, Dia menyeret bangku kemudian memposisikan tubuhnya di depan layar laptop dengan nyaman, Mulai mengetik naskah Hingga jam menunjukkan pukul sembilan malam.
Alisya merenggangkan tubuhnya meminum air yang baru dia ambil dari dispenser nya dan kembali duduk di kursi semula. Alisya sedikit terkejut ketika melihat ponsel miliknya yang berada di sebelah laptop berdering. Dia mengambil nya menatap layar ponsel, Tak ada nama penerima dan itu adalah nomer kantor. Berlahan dia mengangkat telpon nya
" Halloo selamat malam...."
"....."
" Iya dengan saya sendiri."
"......."
" Hah serius mba saya keterima di perusahaan Indie Corp? "
" ....."
" Baik mba Terimakasih."
Alisya mematikan telponnya dan menaruh kembali ponselnya di tempat semula, Dia duduk kembali melamun menatap layar laptop
Wahhh aku benar benar takjub dengan Reza bahkan dirinya bisa meramalkan aku benar benar akan dihubungi oleh perusahaan milik Alex. Padahal sudah lebih dari satu tahun aku menaruh lamaranku di sana dan baru sekarang mereka memanggilku. Memang benar ada batu di balik udang.
Tak ingin terlalu larut dalam fikirannya, Alisya kembali mengambil ponsel miliknya membuka apk WhatsApp dan mengetik sesuatu
Alisya : " Kau benar aku sudah di panggil oleh tuan Alex"
Reza : " Lakukan sesuai rencana ku jangan mengacau."
Alisya : " Baik tuan 😝"
Pagi telah tiba, Matahari sudah menampakkan cahayanya hingga masuk ke dalam selimut yang di pakai Alisya. Alisya terbangun dan melihat jam di ponselnya, Jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Alisya segera bangun dari tempat tidurnya mandi bersiap siap untuk pergi menujuh perusahaan Indie Corp.
Indie Corp adalah perusahaan induk yang juga menangani perusahaan hotel serta pabrik pembuatan kapal laut milik Alex. Perusahaan Indie adalah perusahaan milik keluarga Aguilera ayah dari Alex. perusahaan Indie telah berganti seharusnya sudah Menganti Presdir Semenjak ayah alex Aguilera entah pergi kemana hingga saat ini, Kini Indie Corp di ambil alih Alex namun alex tidak menginginkan pengangkatannya Menjadi Presdir hingga ayahnya dapat di temukan.
Setelah selesai bersiap siap Alisya menghabiskan sarapan nya yang tadi dia beli. Memesan ojek online melalui ponselnya alisya kembali menyuap makanan ke mulut nya sambil menunggu ojek online pesanannya tiba.
Tak perlu waktu lama seorang pria memakai motor metik berjaket hijau telah menunggu nya di depan. Alisya buru buru mengunci pintu rumahnya menuruni tangga dan menghampiri ojek online pesananya.
Alisya tiba di sebuah gedung tinggi nan megah serta mewah, Perusahaan mewah dan nomer satu di Ibukota sebagai perusahaan termegah di Negaranya, Terpampang jelas nama Indie Corp di atas bangunan pencakar langit itu.
Alisya terdiam menatap terus dari bawah gedung hingga lantai paling atas dengan berdecak kagum
Za ternyata ada yang lebih kaya di bandingkan kau. Dan orangnya itu Sahabat mu sendiri.
Alisya mulai melangkah kakinya masuk kedalam gedung mencari cari meja informasi. Berada di tengah lantai dasar Alisya menghampiri meja informasi yang terdapat seorang wanita cantik berdiri di belakangnya.
Alisya tersenyum mengangguk kepala seraya menyapa karyawan berpakaian blazer hitam dengan di balut rok mini berwarna senada.
" Ada yang bisa saya bantu nona..."
" Hmmm saya kemarin dapat telpon dari HRD disini."
" Boleh beritahu saya siapa nama nona..."
" Alisya Aghata."
" Akhhh nona alisya.. Sudah di tunggu di lantai paling atas gedung ini. Disana nona bisa bertemu dengan sekertaris Bianca."
" Baik terimakasih."
Setelah mendapatkan informasi alisya langsung menujuh lift. menekan tombol paling atas gedung ini Alisya berdiri mematung sambil fikiran terus bermain main
Aku harus bagaimana ketika bertemu dengan nya. Berakting seolah olah aku tidak tau alex pemilik perusahaan ini. Bagiamana aku harus kaget mengangkat satu kakiku dan menutup mulut ku dengan telapak tangan ku. Atau aku malah harus menganga. akhhh seharusnya aku terlebih dahulu belajar akting bersama Reza.
Alisya tersadar dari lamunan nya, Ketika pintu lift terbuka. Dia melangkah kakinya keluar dari lift, Dia mengintip terlebih dahulu dari balik lift melihat lihat lantai yang dia akan tapaki.
Sunyi sepi tak ada apapun, Bahkan seperti kehidupan pun tak ada. Hanya ada kaca kaca besar pembatas gedung itu, Ruang ruangan yang semua nya tertutup rapat dan sebuah meja dengan tulisan Sekertaris Bianca yang terletak di ujung lantai membuat alisya langsung mempercepat langkahnya menghampiri meja tersebut.
\=\=\=\=\=\=\= \=\=\=\=\=\= \=\=\=\=\=\=