LOVE AND REVENGE

LOVE AND REVENGE
Episode 18: Gugup



🧡🧡🧡


Hai,


kamu yang sudah mengisi pikiranku


siapkah kau untuk beralih mengisi hatiku?


🧡🧡🧡


...Nindya berjalan menuju ruang tamu. Di sana, terdapat Sam dan Jessiva yang tengah berbincang....


"Sam! kenapa dia masih di sini? hobi sekali dia membuatku salah tingkah dan gugup?"


Keluh Nindya dalam hati.


...Ia menatap Sam dan Jessiva yang kini tengah menatapnya juga. Nindya memaksa menyeret kakinya yang masih terasa nyeri. Ia mendekati Jessiva dan Sam dengan susah payah. Melihat hal itu, tentu Jessiva dan Sam sama-sama bangkit dari duduk dan hendak menghampiri Nindya....


...Nindya merasa tidak kuat lagi memaksa kakinya untuk terus berjalan. Ia hampir kehilangan keseimbangan. Untung saja, Sam dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak jatuh....


..."Kamu tidak apa-apa?" Tanya Sam. Nindya menggelengkan kepala seraya menunduk. Ia melepaskan tangan Sam yang sedang menahan tubuhnya. Sam memandangi lutut Nindya yang membiru. Ia segera memerintahkan Nindya untuk duduk....


...Nindya menuruti perintah Sam. "Jessiva apakah kamu punya obat dan perban untuk mengobati lebam?" Tanya Sam pada Jessiva. Tatapannya sama sekali tidak beralih dari Nindya. Ditatap seperti itu, membuat Nindya semakin menundukkan kepala. Jessiva ingat ia membeli beberapa obat untuk mengobati luka Nindya saat ia pertama kali menemui Nindya dengan keadaan yang sama seperti sekarang ini....


...Jessiva berlalu ke kamarnya dan kembali dengan membawa beberapa cairan obat yang mungkin dapat meredakan lebam dan luka di tubuh Nindya. Sam menyuruh Nindya mengoleskan obat itu ke lututnya yang membiru. Sedangkan Nindya hanya mengikuti saja apa yang Sam perintahkan. Sambil terus menatap Nindya, Sam angkat bicara. ...


...Sam mengangkat alisnya. "Kamu yakin?" Tanyanya. Nindya terpaksa mengangkat kepalanya yang sedari tadi ia benamkan. "Kemarin aku bertemu sekelompok pria jahat. Mereka menyiksaku dengan kejam," Jelas Nindya singkat. ...


..."Hah?" Sam dan Jessiva saling menatap tidak percaya....


..."Hmmm," Gumam Nindya. "Apa maksud kamu sekelompok orang jahat yang tempo hari aku temui itu?" Sam bertanya. "Mungkin," Jawaban singkat dari Nindya. "Katakan! bagaimana mereka menyiksamu?" Tanya Jessiva tidak sabar. Ia memilih duduk di samping Nindya....


...Nindya menatap Sam yang duduk di sebelah kiri, dan Jessiva yang duduk di sebelah kanannya bergantian. Sam meminta Jessiva untuk tidak membahas masalah itu lagi lewat kode matanya. Ia pikir, mungkin Nindya masih trauma akan kejadian buruk yang menimpanya itu....


...Jessiva menuruti pinta Sam, dan memilih tidak bertanya lagi. Nindya memandangi wajah ke-dua temannya itu. Ia kemudian terkekeh. Membuat Sam dan Jessiva menatapnya bingung. "Bagaimana bisa kalian bicara dan diam secara bersamaan?" Ujar Nindya. Jessiva dan Sam hanya tersenyum. Tak tahu harus menanggapi apa....


...Nindya meminta Jessiva mengantarnya ke kamar untuk beristirahat. Usai mengantarkan Nindya ke kamarnya, Sam pamit pulang pada Jessiva. Jessiva mengantarnya sampai di depan pintu. ...


...Sebelum pulang, Sam sempat meminta Jessiva mengunci pintu dan jangan membukanya bila ada orang yang mengetuk pintu selain dia. Jessiva menuruti arahan Sam. Dan melakukan semua yang diperintahkan Sam padanya....


...Setelah Sam pulang, Jessiva mengunci pintu dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Ia sengaja tidak mengunci pintu kamarnya agar mudah bagi Nindya memanggilnya bila memerlukan sesuatu....




*❤❤❤*