
🧡🧡🧡
Kamu,
adalah alasanku bertahan hingga sejauh ini~~
🧡🧡🧡
...Jessiva menyiapkan makanan seraya bersenandung kecil. Sedari tadi ia telah sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk makan malam nanti....
...Jessiva mendengar langkah kaki mendekatinya. Ia menengok ke sebelah kirinya. "Nindya!" Serunya melihat Nindya yang datang menghampirinya dengan senyum manis khasnya....
..."Kamu sudah baikan?" Jessiva menghampiri Nindya yang mengenakan piyama berwarna pink. Nindya mengangguk mantap. "Bukan hanya baikan. Aku bahkan sudah sembuh," Ungkap Nindya. "Kamu yakin?" Sahut Jessiva dengan raut wajah khawatir. "Iya," Balas Nindya singkat....
..."Ok kalau begitu. Mari duduk! aku sudah menyiapkan makan malam," Pinta Jessiva. "Benarkah?" Sahut Nindya takjub. "Maaf ya, aku tidak sempat membantumu memasak," Ucap Nindya dengan perasaan bersalah. Jessiva membelai rambut Nindya sebentar dan ikut duduk di hadapannya....
...'Tok...tok...tok' Suara ketukan pintu sukses membuat Nindya dan Jessiva melihat ke arah pintu secara bersamaan. "Sebentar, aku bukain dulu. Kamu duduk saja di sini," Pinta Jessiva. Nindya hanya menganggukkan kepala....
...Sambil menunggu Jessiva, Nindya menopang ke-dua tangannya. "Nindya!" Seru Jessiva. Nindya sontak menoleh ke arahnya. Ia terkejut melihat Sam yang datang dengan membawa sebuah kantong. Nindya bangkit dari kursinya. "Sam!" Serunya. Sam beralih menatap Jessiva. "Aku ke sini hanya ingin memberikan obat ini," Ia menyerahkan kantong tersebut pada Jessiva. Jessiva menerimanya. "Terimakasih," Ucapnya....
...Sam hanya mengangguk. "Aku pulang dulu ya," Pamitnya. Ia hendak membalikkan tubuhnya. "Sam!" Seru Jessiva. "Ya?" Sam memutar kembali tubuhnya menghadap Jessiva. "Kamu tidak ingin makan bersama kami dulu?" Tawar Jessiva. Nindya menatap Jessiva. Entah angin apa yang menghantamnya hingga ia berani menawarkan makan malam bersama Sam....
...Sam menatap Nindya sekejap. "Ok baiklah. Sekali ini saja ya," Setuju Sam. Jessiva memilih duduk di samping Nindya dan Sam duduk di hadapan mereka. Jessiva bingung bagaimana memulai makan malam mereka. Sam masih duduk tak bergeming. Ia belum menyentuh lauknya sama sekali. Membuat Jessiva semakin bingung....
..."Ayo makan!" Jessiva memberikan instruksi. Ia menyendok nasi ke piringnya. Ia melirim Sam yang sedari tadi menatap Nindya. Nindya menyadari tatapan Sam yang tertuju padanya. Namun, ia memilih berpura-pura tak peduli dan mulai menyendok nasi ke piringnya. Jessiva menatap keduanya bingung....
"Kenapa jika Sam ada di sini, ia dan Nindya selalu terlihat canggung satu sama lain? lalu kenapa juga hari ini Sam tiba-tiba menatap Nindya tanpa mengalihkan tatapannya sedikitpun. Ya, aku tau Nindya memang sangat cantik. Tapi apakah itu yang membuat Sam tak mengalihkan sedikitpun tatapannya dari Nindya?" Batin Jessiva sendiri.
...Ia melirik Sam yang kini beralih menatapnya. Jessiva menunduk gugup....
"Aduh, kenapa jadi beralih menatapku sih? benar-benar menjengkelkan" Keluh Jessiva dalam hati.
...Ia melirik Sam sekali lagi. Sam terlihat mulai menyendok nasi ke piringnya yang sedari tadi ia biarkan kosong. Jessiva kemudian beralih menatap Nindya yang kini tengah menikmati makanan di piringnya sambil sesekali melirik ke arah Sam....
"Mm, benar-benar aneh" Batin Jessiva lagi.
*❤❤❤*