
Alex memarkirkan mobil nya di gedung apartemen mewah di kawasan elit ibukota. Keluar dari dalam nya dan melangkah kan kakinya menujuh lift.
Alex membuka pintu apartemen milik nya, mendapatin sebuah sepatu laki laki berada di rak sepatu nya.
" mengapa kau memanggilku?" Seorang pria duduk di sofa ruang tamu apartemen alex.
" Dimana Nadila?" Tanya Alex.
Laki laki yang tak lain david itu tersenyum ketika alex menanyai keberadaan mantan tunangan temannya itu " Kenapa kau ingin berusaha memperkosa nya lagi?"
Alex menyeringai mendengar perkataan david " Aku sudah melupakan nya."
" Terus lah berbohong. Hingga sahabat mu itu mengetahui kebohongan mu sendiri."
Alex duduk dengan membawa bir di dalam kaleng dan meletak nya di atas meja.
" Aku serius. Aku sudah melupakan Nadila."
David menatap nanar alex, Seperti tidak mempercayai perkatan orang di hadapannya itu.
" Baiklah, Aku menyuruh mu datang aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu."
" Apa?"
" Kau tau gadis ini." Menunjuk kan sebuah foto kepada David.
David meraih nya menatap dan berfikir.
" Bagaimana kau kenal tidak?"
" Tidak."
Alex menghembuskan nafas "Pergilah."
" Kau menyuruhku datang jauh jauh hanya untuk menanyai foto wanita itu."
Alex bangkit dari sofa dan berjalan menuju pintu apartemen " Aku sibuk dav."
" Dia alisya bukan." Ucap David.
Alex terhenti ketika mendengar perkataan david memutar badan nya menghadap david lalu mengeraskan rahang " Kau bilang kau tak mengenal nya"
" Jangan mendekati dia lex. Dia milik bi...." mengehentikan ucapannya memutar bola matanya dan menghela nafas.
"Bi siapa? Bima?"
" Lupakan." Berdiri dan melangkah kaki nya keluar apartemen " Minggir aku juga sibuk."
Selepas kepergian David, Alex kembali ke dalam apartemen nya membaringkan tubuh yang setengah telanjang ke kasur milik nya. Dia meraih ponsel yang terletak di meja sebelah kasur mengetik sebuah nomer dan menelpon.
" Datang ke apartemen ku sekarang."
--------
Tet...tet....tet
Bel apartemen Alex berbunyi, terlihat seorang wanita cantik memakai set blazer berdiri di depan apartemen Alex. Alex membuka kan pintu, Wanita dengan rambut panjang terurai tersenyum kepada Alex.
" Kau membawa yang ku pinta bianca?" Tanya alex.
" Tentu tuan. Semua ada di sini." Menujuk tas yang dia bawa.
Alex mempersilahkan bianca masuk, Wanita cantik dengan mata hitam legam nya itu duduk di sofa panjang warna abu abu. sementara Alex sedang berada di dapur mengambil segelas air minum dan beberapa cemilan.
" Bagaimana..." Alex melangkah mendekati Bianca yang sedang sibuk mengeluarkan beberapa berkas dari dalam tas nya.
" Aku sudah mengecek semua nya tuan, Dan benar beberapa waktu lalu wanita bernama Alisya Aghata pernah melamar pekerjaan di perusahaan anda."
" Lalu..."
" Menurut HRD pendidikan alisya belum cukup memadai untuk bekerja pada tim kami, Terlebih lagi Alisya melamar sebagai seorang akuntan."
Alex menyenderkan tubuh nya dan melipat kedua tangannya " Segera siapa kan pemanggilan gadis itu. Kata kan jika aku yang akan menginterview nya. dan.... Jangan tempat kan dia di perusahaan KF..." Berfikir sejenak.
" lalu anda ingin menempatkan di mana?"
" Kau atur saja pertemuan ku dengan nya."
" Baik tuan."
\=\=\=\=\= \=\=\=\=\= \=\=\=\=\=
David mengendarai mobil jenis SUV meninggalkan Apartemen Alex. Memainkan jarinya sambil terus fokus menyetir, Hingga dia berhenti di persimpangan lampu merah. Membuka sedikit kaca mobil nya dan menatap sekitar nya. Namun David terkejut mendengar ponsel miliknya berdering, Tertulis nama Nadila memanggil nya, Dial langsung mengangkat panggilan itu.
" Kau sudah tiba?"
"...."
David mengakhiri panggilan telpon nya, Segera menancapkan gas ketika lampu lalu lintas berganti warna.
Dirinya tiba di apartemen yang tak kala mewah dari punya alex, Buru buru memarkirkan mobil nya dan turun dari mobil. Dia juga langsung berlari menuju lift. Namun diri terhenti ketika dua orang laki laki berdiri di dalam nya.
Dia adalah Reza dan bram, Menatap dan memperhatikan tingkah David sedari dirinya keluar dari mobil. Sementara david hanya diam dan acuh melihat Reza dan asisten pribadi nya itu kini berdiri sebelahan dengan nya.
" Sudah lama tak berjumpa." David memecahkan keheningan.
Reza tersenyum kecut dan melirik david sekilas, Sementara Bram terus menatap David dengan tatapan dingin.
" Padahal kita satu gedung. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan mu."
" Oh ya? Kau sangat sibuk sekali rupanya ya." Ucap Reza.
" Haha tidak juga."
" Apa kau masih sibuk juga melarikan tunangan orang seperti dulu."
David memutar tubuhnya mengarah dan memandangi Reza " Kau yang membuat nya pergi. Bukan aku."
" Jika kau tak memberi tahunya mungkin Nadila sudah melahirkan anakku."
David terkekeh mendengar perkataan Reza " Jangan terlalu berharap, terlebih lagi aku melihat Nadila kini telah berubah."
Reza dan David kini saling memandang satu sama lain dengan pandangan dingin hingga mereka tak sadar pintu lift terbuka.
David buru buru memalingkan pandangan nya dari Reza melangkah keluar meninggalkan kedua orang itu.
" Bang David.."
Seorang wanita berparas cantik dengan rambut di kuncir dan setelan blazer memeluk David yang mana membuat Reza dan bram melihat keduanya.
Nadila gadis itu, Gadis yang sedari tadi di bicarakan David dan Reza di dalam lift, Kini berdiri memeluk David tepat di depan mantan tunangan nya yang hingga sampai saat ini masih tergila gila mencintai nya.
Reza mengepalkan tangan nya seraya pintu lift tertutup sementara Bram yang berdiri di belakang Reza hanya menunduk.
" Kau tau apa yang harus kau perbuat bram?" ucap Reza.
" Apa sekarang waktunya tuan?"
" Apa kau buta? Kau melihat sendiri Nadila berdiri di depan kita."
" Baik tuan."
Nadila masih memeluk David dengan erat begitu pun david menerima pelukan nadila dengan gembira hingga beberapa saat.
Nadila melepaskan pelukannya tersenyum manis kearah David.
" Kau sudah lama menunggu ku?" Tanya david
" Sekitar 20 menitan."
" hmmmm baiklah ayo aku akan membuat kan mu sesuatu."
David dan Nadila berjalan menuju apartemen milik david yang berada di ujung lantai. David memasukan password dan membuka pintu, Mempersilahkan Nadila masuk.
" Kapan kau akan membawa wanita mu kesini bang?" tanya Nadila.
" Kau meledek ku ya."
Nadila terkekeh mendengar perkataan David. Sementara David sibuk mengambil sesuatu dari dalam kulkasnya.
" Mau ku bantu?" Nadila kini sudah berada di dekat nya.
" Duduklah kau hanya perlu memerhatikan ku. Biar nanti jika kau menikah suami mu tak akan kabur karena kau tak bisa memasak."
" Kau..." Nadila memukul tubuh David.
David terkekeh diri nya masih sibuk mempersiapkan bahan bahan masakan, Sementara Nadila duduk di kursi yang di batasi oleh meja. David memberikan sekaleng minuman dingin
" Kau tau..." Melirik nadila " Tadi aku bertemu Reza di lift."
Nadila membuka minumannya " Lalu ..."
" Aku baru sadar jika dia juga tinggal satu gedung dengan ku."
Nadila menaruh minumannya menatap David yang sedang sibuk memotong daun bawang " Apa Reza menanyai ku ?"
" Kau masih mengharapkan nya? Temuilah jika nyali mu berani."
" Bang aku serius..."
" Tidak. Bahkan kami tidak saling menyapa."
\=\=\=\=\= \=\=\=\=\= \=\=\=\=\=