LOVE AND REVENGE

LOVE AND REVENGE
Love & Revenge Eps 4



alisya menutup mulutnya, dan cepat cepat pergi dari taman namun


Brukkk....


" Awhhh" pekik alisya.


Tanpa terduga dirinya terkena tendangan bola yang berasal dari tempat Reza dan anak anak lagi sedang bermain.


Reza menghampiri Alisya mengambil bola yang terkena alisya dan berdiri di belakang alisya.


" Kau tak apa?" Tanya Reza.


Alisya hanya menunduk kepala menggeleng berlahan dan tak ingin di lihat reza. Namun seperti Reza menyadari jika ada sesuatu yang salah dengan wanita di depannya itu. Dia menggenggam tangan alisya dan menariknya, Hingga alisya kini tepat berada di depan dada Reza hanya berjarak beberapa inci.


" Haha Alisya..." Ucap Reza.


Alisya menegakkan kepala nya memberanikan diri menatap wajah Reza. Dan berlahan memundurkan tubuh nya menjauh dari Reza.


Reza menatap lekat alisya dari ujung kaki hingga kepala, Tatapannya sangat dingin dan tak bersahabat. Alisya yang merasakan tatapan Reza yang mematikan itu buru buru berpamitan dengan Reza.


" Tuan saya permisi. saya tak apa apa."


Alisya Membalikkan badan nya berjalan cepat cepat dari taman. Namun langkah nya terhenti ketika Reza mengatakan sesuatu kepada nya.


" Kau takut aku menanyaimu keberadaan nadila?" Reza menyeringai " Aku tidak akan sebodoh itu kau tau. Pergilah aku pun sudah mengetahui wanita ku dimana sedari dulu."


Alisya tertegun mendengar perkataan Reza. Bukan nya pergi menjauh dari Reza, Alisya justru memutar kembali tubuh nya berhadapan dengan reza yang masih menatap alisya tak bersahabat.


" Kau bahkan tau hidup menyedihkan apa yang ku jalani di sini."


Reza terkekeh mendengar perkataan alisya. Berjalan menghampiri Alisya dan mencengkeram lengannya. Alisya meringis kesakitan, Menatap mata Reza yang sangat mengerikan bagi nya.


" Apa si Za. Kau gila ya."


" Apa yang kau lakukan dengan alex?"


" Alex?? tidak ada."


" Jangan berbohong."


" Kau sangat kasar Reza."


Reza melepaskan cengkraman nya tersenyum kepada Alisya " kau akan tau bagaimana laki laki kasar mencintai mu nanti."


Reza pergi meninggalkan Alisya menaiki sebuah mobil SUV mewah dan meninggalkan taman. Alisya menatapin kepergian Reza terus hingga Reza menghilang. Menghela nafas ketika diri nya yakin jika Reza telah benar benar pergi dari hadapannya.


Kenapa musti ada laki laki tampan dan kaya namun sekasar diri nya. Pake bilang aku juga akan merasakan di cintai laki laki kasar seperti dirinya lagi. Hufttt jika memang itu terjadi kepada diri ku seperti aku akan rela asalkan laki laki itu mencintai ku seperti tuan Reza mencintai....


Alisya tersadar dari lamunan nya memukul mukul kepala nya sendiri menyadari ucapannya yang salah.


apa aku gila bilang Reza mencintai Nadila, jelas jelas Nadila pergi karena dirinya di selingkuhin. Oh tuhan kirimkan aku satu laki laki yang kaya mampu membantu ku melunasi hutang hutang ku. Aku berjanji akan melakukan apa pun yang dia perintahkan demi menebus hutang budiku.


Setelah selesai melantur berbicara dengan dirinya sendiri, Alisya berjalan meninggalkan taman, Menuju ke halte bus yang berada di sebrang taman. Menunggu datangnya bus diri nya terus sibuk dengan ponsel di tangannya.


Brukkkk....


Dia tak sengaja menyenggol seorang pria dan membuat kopi yang pria itu bawa tumpah mengenai baju nya.


" Ahhhh tuan aku benar benar tidak senga...." Alisya Terdiam ketika melihat wajah pria yang dia tabrak.


" Kau lagi." Ucap Alex.


Alisya terkejut hingga menjatuhkan ponsel milik nya refleks menghidari Alex.


" Apa hobby mu menabrak orang hah?."


Alisya masih terdiam terus menatap Alex dengan lekat. Sementara alex membuka jaket nya yang terkena siraman kopi, Lalu melempar kan nya ke wajah alisya.


" Ba... Baik tuan."


Alex pun pergi meninggalkan alisya yang masih mematung di tempatnya, Namun terlihat jelas sebuah senyuman tergambar dari wajah Alex ketika dirinya meninggalkan alisya.


Sementara alisya langsung tersadar ketika alex pergi meninggalkan, Mengambil ponsel nya yang terjatuh di tanah dan menaruh nya di dalam tas. Dia juga tak lupa melipat jaket milik alex dan menaruh nya di tas punggung yang selalu dia bawa kemana mana.


Alisya duduk di dalam bus, menatap kartu nama yang di berikan Alex tadi. Terpapang jelas nama asli alex dan jabatan sebagai CEO perusahaan KF Corp. Alisya menghela nafas menyenderkan tubuhnya dan menatap jalanan ibu kota dari balik kaca jendela bus


Akhhh kenapa sial sekali hidup ku ini harus bertemu dengan dua laki laki berlalas tampan namun kejam. Terlebih lagi Alex dia bahkan melepar kan jaket nya ke wajah ku. Akhhh benar benar aku bisa gila tinggal di sini.


Alisya turun dari bus Berjalan kembali menujuh rumah nya. Langkah nya tetap Sama seperti hari sebelum nya lesu tak bertenaga.


Huffttt


Alisya menghembus nafas duduk di kursi kecil sambil mengeringkan rambut. Dia menatap laptop di depannya yang sedari kemarin malam tak dia nyalahkan. Berfikir sejenak, Alisya Langsung menyalahkan laptop dan mencari sesuatu di mesin pencarian "Kf corp" dan " Alexandre Aguilera" itulah yang dia cari.


" Laki laki ini benar benar luar biasa" Gumam nya.


Setelah selesai, Dia mematikan dan menutup layar laptopnya. Menatap jaket kulit berwarna hitam yang tergantung di dekat nya lekat lekat.


Jika aku jual kira kira berapa ya harga jaket itu.


Alisya terkekeh sendiri dengan fikiran nakal nya, Seperti dia benar benar sudah gila memikirkan hutang hutang nya kepada bibi nya itu.


\=\=\=\=\= \=\=\=\=\= \=\=\=\=\=


Kf Corp.....


Alex duduk di meja kebesaran sambil memegang segelas vodka di tangan kanan nya. Dia menatap seseorang di depan nya. Seorang laki laki memakai topi dan pakaian serba hitam.


" Katakanlah." Ucap Alex.


Laki laki yang tak terlihat wajah nya itu memberikan sebuah amplop coklat besar kepada alex. Alex menerima nya dan membuka amplop besar itu.


" Nama nya Alisya Aghata lahir di manado 25 tahun lalu. seorang anak yatim piatu yang di asuh oleh nenek dari pihak ibu. Bosss...."


Alex melirik sekilas ke arah laki laki yang menghentikan perkatan nya dan kembali melihat isi amplop coklat yang dia gengam.


" Alisya adalah sahabat Nona Nadila, mantan tunangan Tuan Reza."


Alex yang mendengar perkataan informan nya itu terkejut bangkit dari kursi nya dan meletak amplop yang dia pegang ke meja.


" Kau yakin ?"


" Yakin Boss... Bahkan tuan Reza pun mengenali Alisya dengan baik."


" Lanjutkan."


" Alisya sudah beberapa tahun merantau ke ibukota untuk mencari pekerjaan agar dapat melunasi hutang hutang nya kepada pamannya sebesar 75 juta. Dia menghutang untuk menyembuhkan neneknya yang mengidap penyakit alzheimer, Boss... Kau mengenal paman alisya dengan baik. Dia Guntur germo itu."


alex mengeraskan rahangnya " Kau boleh pergi."


Sang Informan membungkukan tubuh nya seraya berpamitan dengan Alex dan bergegas pergi dari ruangan Alex.


Sementara alex mengambil ponselnya yang terletak di meja, Mengetik sebuah nomer dan melakukan panggilan suara.


" Datanglah ke apartemen ku."


"...."


Alex mematikan telpon nya, Mengambil jas nya yang tergantung di ujung ruangan lalu memakai nya. Berjalan berlahan meninggalkan ruangan.


\=\=\=\=\=\= \=\=\=\=\= \=\=\=\=\=