LOVE AND REVENGE

LOVE AND REVENGE
Love & Revenge Eps 11



Alisya berdiri di depan meja sekertaris Bianca, Mencari cari orang yang bernama Bianca. Namun tak ada, Seperti dia belum datang. Akhirnya Alisya memutuskan untuk duduk di ruang tunggu sambil menunggu kedatangan sekertaris Bianca.


Tak berapa lama seorang wanita cantik bertubuh langsing dan tinggi melangkah melewati Alisya, Tersenyum menyapa Alisya dan duduk di belakang meja sekertaris Bianca.


Alisya berfikir jika itu adalah orangnya, Dia langsung kembali menujuh menghampir gadis cantik itu.


" Selamat pagi nona, Ada yang bisa saya bantu." Ucap bianca sekertaris pribadi Keluarga Aguilera.


" Saya Alisya kemarin perusahaan ini menelpon saya."


" Akhh nona alisya, mari ikut saya keruangan Tuan Aguilera."


Alisya hanya mengangguk kepala seraya berjalan mengikuti Bianca ke ruangan yang di maksud.


Menelusuri lorong lantai paling atas gedung mewah itu alisya tak henti hentinya berdecak kagum melihat kemegahan apa lagi aksitektur barang barang di lantai itu, Hingga mereka tiba di satu ruangan tertutup berpintu besar berwarna coklat kayu.


Bianca mengetuk pintu, Seorang pria menyuruh nya untuk masuk. Ketika Bianca membuka pintu tampak raut wajah gugup alisya, Dia benar benar berakting dengan sangat baik.


Bagaimana ini aduh kenapa wajah laki laki itu terus membayangi ku si. Aku harus tenang aku harus tenang.


Alisya terus menyakini dirinya berusaha untuk tenang. Namun wajah merah dan tangan gemetar nya tak dapat di hindari bahkan Bianca pun dapat dengan jelas melihat itu semua.


" Nona silahkan masuk. Tuan Aguilera sudah menunggu."


" Baik. Terimakasih."


Bianca membungkukkan badan seraya pergi meninggalkan Alisya, Sementara alisya berlahan membuka pintu.


Ketika masuk alisya menangkap seorang pria yang sedang berdiri dengan segelas wiski di tangannya dan depannya terdapat meja biliar yang cukup besar. Laki laki itu berdiri tegap dengan kemeja putih dan dasi biru navy.


" Selamat pagi Tuan Aguilera..." Seketika dia tertegun melihat alex berbalik mengahadap nya, Menatap laki laki itu lekat lekat hingga dirinya tak sadar melamun menujuh ke dunianya sendiri.


Alex membalikkan tubuhnya menatap alisya yang sedang berdiri di ambang pintu dengan wajah kaget dan mulut sedikit menganga melihat dirinya berdiri.


" Apa kau tidak ingin masuk."


Alisya tersentak kaget mendengar suara Alex. Kini dia benar benar berakting dengan sangat baik, Atau mungkin diri nya benar benar kaget melihat ketampanan Alex. Entahlah hanya dirinya yang tahu.


Alisya Segera menutup pintu dan melangkah kakinya sedikit mendekati alex.


" Duduklah."


" Kau tuli ... atau bisu?"


" Akhh ma.. Maaf tuan,."


Alisya duduk di sofa sementara alex menyuruh Bianca membuatkan nya minuman.


Setelah selesai memesan minuman kepada sekertaris itu, Alex duduk di sofa single membawa map biru lalu menyodorkannya kepada Alisya.


" Kau akan bekerja menjadi asisten pribadi ku."


Mata Alisya membulat. Hatinya terus menggerutuki Reza, Pasalnya laki laki itu hanya bilang jika dirinya bekerja dengan alex, dan dia tidak membayangkan jika harus bekerja menjadi asisten pribadi nya. Alisya mulai tau mengapa Reza terus mengincar nya.


" Asisten pribadi tuan."


" Iya." Mengambil kartu Kredit dari dalam dompet nya dan melemparkannya ke arah Alisya " Gunakan kartu itu untuk membeli semua keperluan mu. Jangan membuat ku malu dengan penampilan kampungan mu itu."


" Tapi tuan saya hanya lulusan SMA mana mungkin bisa bekerja dengan anda apalagi menjadi asisten pribadi anda."


" Lalu apa yang kau lakukan ketika itu, Melamar menjadi akutan di perusahaan ku."


Itukan idenya Bram bukan ideku. Aku juga tahu diri kali mana ada akutan lulusan SMA sepertiku percaya diri melamar kerja di perusahaan miliknya.


" Pergilah cari keperluan mu. Besok kau mulai bekerja denganku." Alex bangkit dari sofa dan mengambil jasnya yang tergantung.


" Tapi tuan, Apa yang saya harus lakukan. Saya benar benar tidak mengerti bekerja sebagai asisten pribadi."


" Layani aku. Turuti semua kemauan ku."


Alisya terdiam mendengar perkataan Alex. Sementara alex mulai berjalan keluar, Namun langkah nya terhenti


" Baca berkas yang ku berikan itu. Taati semua peraturan yang berlaku jika kau berani melanggar kau akan tau akibatnya." Pergi meninggalkan ruangan.


Alisya mengambil berkas di atas meja, memakai kembali tasnya dan berjalan dengan tak bertenaga keluar dari ruangan alex.


Dia berdiri termenung di dalam lift seorang diri. Mengingat semua kata kata alex melayani menuruti semua perkataan nya benar benar membuat bulu kuduknya berdiri. Terlebih lagi mengingat dirinya pernah mencoba memperkosa Nadila, Alisya benar benar seperti tidak memiliki nyali lagi.


Aku harus apa menyerah kah. jika aku menyerah aku bahkan bisa di jual oleh paman, Namun sekarang pun diriku tak jauh berbeda. Bagiamana jika laki laki itu berbuat macam macam kepadaku. Akhhhh Alisya kenapa hidupmu menyedihkan sekali sii


🌹🌹🌹🌹


Semenjak kejadian kemarin, Nadila tidak memberanikan diri masuk kerja. Dia hanya duduk diam di kamar kosnya, Termenung sambil menatap keluar jendela. Dirinya masih belum mengerti situasi ini, Apa yang terjadi dengan david kemarin dan siapa orang yang David maksud terlebih nama bima abangnya di sebut sebut. Apa mungkin yang dikatakan Alex selama ini itu benar jika Bima abangnya sebenarnya masih hidup. Tapi di mana dia kenapa dia tak kunjung pulang sampai sampai membuat ibunya menderita separah itu.


Nadila benar benar sangat frustasi, Hanya ada satu orang saat ini yang dapat menjawab semua pertanyaan di fikirannya, Tapi dirinya tak percaya jika orang itu akan mengatakan sejujurnya, terlebih dengan perubahan sikap yang seratus delapan puluh derajat berbeda.


Nadila mengambil ponsel nya, Dia membuka kontak di ponsel nya dan mencari cari nama seseorang. Dia berhenti di nomer bertuliskan Alisya menatap nya lama kemudian kembali mencari nama yang lain. Kini dia tertujuh dengan nomer yang sangat amat dia hindari, Nomer yang sudah tiga tahun dia blokir dari kontaknya. Namun dia tahu jika nomer itu lah satu satu cara dirinya dapat Mulai menyelidiki semua keanehan ini termasuk kematian abangnya.


Dia memberanikan diri membuka blokir nomer Reza, Mengirimkan pesan kepadanya.


Nadila : " Za... aku ingin bertemu apa kau punya waktu luang."


Reza : " Tentu. Aku akan menjemputmu."


Nadila Terdiam sesaat, Sangat gawat jika Reza mengetahui tempat tinggalnya. Dia bisa dengan seenaknya keluar masuk ke kosannya. Terlebih lagi kosan yang Nadila tinggali kosan bebas, Tak ada larangan laki laki maupun perempuan tinggal di sini. Cepat cepat Nadila membalas pesannya.


Nadila : " Aku sedang berada di dekat kafe XX, Kita bertemu di sana saja ya."


Reza : " Tunggu aku. Aku akan kesana setelah menyelesaikan pekerjaan ku."


Nadila :" Baik."


Nadila menaruh kembali ponselnya. Dia masih berfikir apakah bertemu dengan Reza adalah suatu keputusan yang benar. Dia bukan takut Reza akan bersikap kasar kepada nya, Dirinya malah lebih takut jika Reza mengetahui sesuatu tentang David dan kematian Bima.


🌹🌹🌹🌹🌹


Alisya sampai di salah satu mall besar di ibukota, Dia mulai membelanjakan apa yang dia butuhkan untuk pekerjaan besok dengan kartu kredit yang di berikan alex. Dia memilih beberapa setel blazer sepatu tas makeup dan segala keperluan lainnya.


Namun alisya nampak sedikit aneh sedaritadi dia keluar masuk toko, Semua kasir toko selalu menatap dirinya curiga terlebih lagi ketika Alisya menyodorkan kartu kredit milik Alex.


Tapi bukan Alisya namanya jika memperdulikan mereka. Dirinya bahkan sekarang nampak asik makan di sebuah foodhall mall. Memilih makanan yang dia suka, Bukan tapi lebih tepatnya makanan yang dulu dia ingin beli tapi tidak pernah kesampaian karena dirinya tak memiliki uang lebih.


Memakan semua makanan di hadapannya dengan lahap dan gembira.


Persetan dengan kedua laki laki itu, Jika aku sampai ketahuan pun di antara mereka, Diantara mereka juga akan membela ku yang terpenting aku bisa melunasi hutang hutang ku kepada paman dan hidup enak.


Alisya Tersenyum gembira matanya terus menatap sekeliling. Namun tiba tiba dia tersentak, Matanya membulat hingga makanan nya jatuh.


Dia berdiri melihat sesuatu, Nampak tak percaya airmukanya sampai berubah. Dia terus memandangi seseorang dengan tatapan wajah dan mata yang seperti siap mengeluarkan kristal kristal bening. Hingga akhirnya mulutnya terucap satu Nama


" Bimaaa,.."


\=\=\=\=\=\= \=\=\=\=\= \=\=\=\=\=\=