
" Aku bisa gila." seru alisya.
Gadis itu terbaring diatas kasur di sebuah rumah susun di pinggiran ibukota, Bukan rumah yang mewah hanya kontrak tingkat sederhana satu petak. Iya!! hanya itu yang dapat alisya sewa untuk berteduh selama diri nya tinggal di ibukota.
Menatap langit langit kamar, sesekali memjamkan mata dan menghembuskan nafas keras. Fikiran kini benar benar kacau, dirinya harus mencari cara agar dapat terbebas dari hutang hutang, Terlebih lagi dia berhutang kepada sang paman dari pihak ayah yang terkenal sebagai bos para *******. Dirinnya benar benar takut membayangkan jika dia tidak dapat membayar hutang nya, Bukan hanya nenek nya saja yang sedang sakit di manado yang akan kena imbasnya pasti diri nya juga akan di jual oleh paman nya kepada laki laki hidung belang demi menebus hutang nya yang senilai puluhan juta itu.
Ya... bukan tanpa alasan Alisya berhutang pada paman nya diri nya harus membiayai sang nenek dari pihak ibu yang sudah merawat nya sedari dia di tinggal mati kedua orangtuanya sejak dirinya kecil. Neneknya yang mengidap penyakit alzheimer membutuhkan biaya ya tak sedikit. Melihat alisya yang hanya lulusan SMA saja sulit rasanya mencari pekerjaan dengan gaji diatas UMR saat ini.
" 3 bulan, Bagimana caranya aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu tiga bulan. Bahkan gajiku kemarin kemarin saja tidak akan cukup melunasi hutang hutang ku."
Alisya benar benar frustasi Fikiran bahkan buntu, Seharusnya di jam malam seperti ini dia sedang mengetik menyelesaikan naskah cerita online nya. Namun seperti nya berbeda dengan hari ini, Sedari tadi sehabis pulang dari kerja dirinya hanya berguling guling di kasur kecilnya, Hingga lama kelamaan tak terasa mata nya terpejam dan Alisya kini menujuh alam mimpi nya.
Meninggalkan alisya yang tertidur karena frustasi
Di sebuah Bar/Club malam....
Alex berdiri menatap seorang wanita cantik dan sexy duduk tersungkur dengan baju nya sedikit sobek. Alex mendekat dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan wanita di hadapan nya.
" Kau mau uang ku?" Ucap Alex
Wanita yang memakai baju berwarna merah menyalah itu hanya diam menunduk tak menjawab perkataan Alex.
" Akhhhhh" Pekik wanita.
Alex mencengkeram rambut si wanita dengan sangat kasar mengarahkan wajanya tepat di atas wajah alex.
" Jika kau mau uang ku, Layani aku."
" Sampai mati aku tidak akan pernah memberikan kehormatan ku kepada laki laki seperti mu."
Alex terkekeh mendengar perkataan wanita berani itu " Jadi kau memilih untuk mati?Hah?"
Alex melepaskan cengkraman nya dan menyeret wanita itu ke dalam kamar mandi.
" Tuan lepaskan aku. Ini menyakitkan" Pinta si wanita.
Alex tidak pedulikan perkataan wanita yang memohon iba di kaki nya itu. Dia terus menyeret si wanita hingga sampai di dalam kamar mandi.
Alex menyalahkan shower dan menutup lubang pembuangan air, Menyiram tubuh wanita di hadapannya dengan sangat kasar. Kemudian dia dengan sigap melepaskan gesper yang melingkari pinggang nya, Mengulung sedikit gesper itu di pergelangan tangannya.
Wanita yang sudah basah kuyup melihat apa yang hendak di lakukan alex, berusaha menyeret tubuhnya menjauh dari Alex. Namun upaya nya sia sia Alex segera mengijak telapak kaki nya yang membuat dia menjerit kesakitan.
" Tuan sakit."
Alex menatap dengan sinis ke arah wanita yang tak berdaya di hadapan " Kau sudah ku bayar mahal."
Splashhh.... Splash.... Splash
Suara cambukan mengema di dalam kamar mandi, Nampak wanita di hadapan alex terus berteriak kesakitan akibat cambukan yang di lepaskan alex.
" Sakit? maka dari itu kau harus menuruti apa yang aku minta." Ucap alex.
Tubuh wanita yang basar itu mengalir kan darah akibat cambukan. Alex melepar kan gasper nya di sembarang tempat, mendekat dan berjongkok kembali mensejajarkan tubuh dengan wanita di hadapannya.
Alex kembali mencengkeram kembali rambutnya dan menyeret wanita di hadapannya tepat berada di depan bathtub yang sudah penuh berisi kan air. Alex mencengkeram rambut belakangnya dan langsung menenggelamkan kepala wanita tak berdaya itu. Sang wanita hanya dapat merontak, tak kala kini alex sudah mengunci tubuhnya.
Setelah puas menyiksa wanita yang tak bersalah, Alex menggendong nya dan Melemparkan tubuh wanita itu ke atas ranjang berukuran besar. membuka kancing kancing kemeja yang dia pakai, Dan melepaskan lalu membuang kemejanya di sembarang tempat.
Alex menjatuhkan dirinya ke ranjang tepat diatas wanita yang sudah tak berdaya. Membelai halus rambutnya yang basah itu, Lalu berlahan mencium nya.
-----------
Alisya bangun dari tidurnya dia melihat jam Walker di meja kecil sebelah kasur nya. Dia menghela nafas panjang dan kembali membaringkan tubuh nya di kasur, Menatap Langit langit dinding rumah susun yang sudah terkena percikan cahaya matahari.
Drrrrttttt.....Drrrrttttt....Drrrrtttttt
Alisya terkejut mendengar ponselnya berdering. Dia buru buru bangkit dari tempat tidur nya dan mengambil ponsel yang terletak masih di dalam sweater nya.
" Hallo?"
"....."
" Baik ka aku segera kesana."
Wajah alisya berubah ceria sehabis menerima telpon dari seseorang. Dia langsung pergi ke kamar mandi dan bersiap siap. Setelah rapih alisya langsung memanggil ojek online, menaikin ojek yang dia pesan tadi, Alisya pergi meninggalkan kediaman nya.
Alisya tiba di sebuah kafe di pertengahan ibukota, kafe cukup besar dan ramai dari pengunjung padahal jam masih menunjukkan pukul 10 pagi.
Alisya masuk ke dalam kafe menghampiri seorang pria yang sedang duduk menghadap jendela kaca.
" Ka Chris." Sapa Alisya.
Laki laki tinggi dengan senyum manis itu kembali menyapa alisya dan menyuruh nya duduk.
" Hmmm gini lis... Aku mau tawarin kamu nyanyi lagi disini tapi cuma sehari aja... tapi tenang aku bakal bayar kamu 3 juta buat sekali tampil."
" 3 juta? Beneran kak?"
" Iya, Ada kolega aku yang mau kamu nyanyi buat acara nya gimana kamu mau kan?"
Tanpa berfikir panjang alisya langsung menerima tawaran chris untuk bernyanyi kembali di kafe milik nya walaupun hanya sehari saja.
Setelah selesai berbincang bincang dengan chris Alisya pamit untuk pulang. Namun bukannya pulang gadis itu malah termenung sendiri di taman kota.
Jam terus berputar dari jam makan siang hingga sore dirinya masih duduk termenung di kursi panjang yang terdapat di beberapa titik taman.
Sesekali dirinya menatap langit ibukota yang biru dengan tatapan kosong Memejam mata dan menghirup udara di jantung kota. Dirinya masih terus memutar otak memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang berpuluh juta dalam waktu tiga bulan.
Ketika sedang berfikir alisya terus menatap sekeliling taman, Mendapatin beberapa anak sedang asik bermain bola. Namun mata nya tertujuh kepada seorang pria dewasa yang juga ikut bermain bola bersama anak anak. Alisya terus memandangi nya diri nya merasa seperti tak asing dengan sosok pria berpakaian santai itu.
Alisya terkejut dia langsung berdiri terus menatap pria yang masih asik bermain bola. Mulut nya terbuka ketika dia mengingat nama orang yang dia liat itu.
" Hah bukan kah itu.... Tuan Reza."
\=\=\=\=\= \=\=\=\=\= \=\=\=\=\=\=