Lifeless Wedding

Lifeless Wedding
Beny Sebenarnya



Flashback.


"Itu tidak akan berhasil, Camela." Beny berusaha untuk memberitahu Camela.


"Ben, kamu sangat tau kalau aku akan melakukan apapun agar apa yang aku inginkan terkabul. Berhati hatilah untuk menolak permintaan aku." Kata Camela dengan nada mengancam.


"Lakukan saja apapun yang kamu mau, aku tidak peduli, Camela!" Kata Beny menantang. Beny merasa jika dirinya tidak peduli apapun yang Camela lakukan kepada dirinya.


"Apapun? termasuk hidup istri kamu?" Kata Camela dengan senyum remeh.


"Ini tidak ada urusannya dengan Cesil!" Beny tidak terbayang sebelumnya jika Camela akan menjadi Cesil sebagai ancamannya. Menurut Beny hal ini tidak bisa dibiarkan, Camela adalah wanita gila yang melakukan apapun agar keinginannya terwujud.


"Aku tau Ben, di dalam hati kecil yang paling dalam, kamu menyayangi Cesil, kan?" Kata Camela sambil mengarahkan badanya mendekati Beny.


"Tapi sayang, ambisi yang kelihatan adalah ambisi rasa cinta kepada Via." Kata Camela lagi, Camela terus membuat Beny terasa terpojokan.


Beny berpikir bagaimana caranya untuk menghadapi Camela. Biasanya Ia meminta bantuan kepada Delfa, tetapi ha ini tidak memungkinkan dirinya meminta pertolongan kepada Delfa.


Camela adalah wanita yang jahat, dia akan tega membuat Cesil celaka atau lebih tepatnya membunuh Cesil secara perlahan.


"Jangan sedikit pun kamu berani menyentuh Cesil!" Beny tidak tahan memikirkan kemungkinan terburuk jika dirinya tidak mengikuti perkataan Camela yang licik.


"Kalau begitu kamu setujui kerja sama kita." Kata Camela pada Beny.


"Kerja sama ini akan menjadi sia-sia. Aku tidak ingin melakukan hal yang memalukan." Kata Beny berusaha meyakinkan Camela.


Sungguh, Beny pun sadar tidak ada harapan untuk memisahkan Via dan Delfa apa lagi menjadikan kekasih. Selain karena cinta yang kuat diantara Via dan Delfa, penjagaan untuk keluarga Delfa sangat kuat dan ketat karena Delfa akan menggunakan seluruh kekuasaannya untuk menjaga keluarga kecilnya itu


"Kenapa sih kamu selalu menolak permintaan kerjasama nya? Oh, atau karena baru sadar ya kalau kamu sayang sama Cesil, setelah kehilangan anak kalian?" Kata Camela semakin menjadi jadi.


"Ups.." Kata Camela sambil menutup mulutnya.


Beny mematung.


Benar, semua yang dikatakan Camela adalah benar. Beny sudah mulai merasakan dirinya menyangi Cesil setelah Ia merasakan kehilangan calon buah hati dirinya dan Cesil. Kalau Cesil menganggap Beny tidak peduli, itu salah besar. Memang pada awalnya Beny menolak kehadiran buah hatinya itu, tetapi setelah Ia menikah dan mengalami kekawatiran saat Cesil masuk rumah sakit di malam pertama pernikahannya, Beny menjadi tidak ingin kehilangan buah hatinya.


Beny menyimpan rasa duka akan kehilangan buah hatinya sendiri. Beny tidak berkata pada Cesil. Beny ingin terlihat kuat dengan harapan Cesil juga bisa kuat. Beny merasakan sakit hati saat Cesil menyalahkan dirinya atas kehilangan buah hati mereka. Beny meruntuki dirinya sendiri karena sudah merasa menjadi orang yang tidak berguna karena tidak bisa menjaga buah hatinya.


Beny mengakui jika Camela memang pintar menganalisis orang yang akan diajak kerjasama olehnya. Bukan hanya Beny, tetapi beberapa kolega bisnis juga merasakan hal yang sama.


Itulah sebabnya walaupun Camela dikatakan wanita yang jahat dan licik, tetapi ia masih diandalkan untuk menjadi sekretaris di perusahaan Jerman milik Delfa.


"Jadi bagaimana Ben, setelah aku membuat kamu semakin sadar akan rasa sayang kamu ke Cesil, apakah tidak ada imbalan yang sepadan?" Kata Camela yang merasa dirinya memiliki kekuatan satu tingkat lebih tinggi dibandingkan Beny.


"Baiklah aku menyetujui kerja sama itu." Jawab Beny berpasrah.


"Pilihan yang bagus Ben, sampai katemu lagi." Kata Camela berlalu di hadapan Beny.


Beny sangat bodoh karena dengan mudahnya isi hati yang Ia tidak yakini sebelumnya, bisa dengan mudah dianalisis dan diketahui oleh Camela. Walaupun hidup matinya dipertaruhkan, Beny tidak masalah. Selagi Cesil hidup dengan aman.


Beny tidak ingin Cesil tersakiti. Beny ingin segera pulang dan memberikan pelukan terdalam kepada Cesil. mulai saat ini itu yang akan dia berikan pada Cesil.


Flashback off.


***


"Mas." Panggil Cesil setelah pandangannya menyapu ruangan apartemen tersebut.


"Kamu ngapain diem aja depan pintu? ayo sini ke kamar pasti cape kan perjalanan tadi." Kata Beny sambil menuntun Cesil dengan perlahan ke arah kamar.


"Kamu yakin kita tinggal disini?" tanya Cesil tidak percaya.


"Ini rumah kedua kita. Aku pikir kayanya pilihan yang tepat untuk punya rumah di Bandung. Jadi, daripada sewa.. aku beli aja." Kata Beny dengan mudahnya.


"Kok kamu engga diskusi sama aku dulu, mas?" Tanya Cesil.


"Tapi kamu suka kan?" Kata Beny balik bertanya sambil menampilkan senyumnya.


"Suka sih, tapi.." Kata Cesil menggantung karena Beny langsung memotong perkataannya.


"Udah ya, lebih baik, sekarang kamu istirahat karena pasti cape udah siapin barang-barang tadi pagi." Kata Beny pada Cesil.


"Mas tapi aku engga ngantuk sama sekali." Kata Cesil yang merasa tidak terima disuruh tidur oleh Beny.


Beny menyalakan pendingin ruangan lalu berjalan kearah Cesil sambil menaikan selimut sampai sebatas dada. Setelah itu Beny mengambil laptopnya, lalu beranjak ke tempay tidur untuk bersadar sambil mengerjakan tugas kantornya.


"Aku udah sehat Ben, jangan di manjain terus." Kata Cesil sambil menatap Beny yang ada disampingnya.


"Jangan banyak protes Sil, aku lagi banyak kerjaan daripada nanti aku emosi sama kamu." Kata Beny memperingati.


Jika Beny sudah berkata seperti itu, jelas sekali Cesil tidak akan berani menanggapi lagi. Cesil memilih untuk diam sambil memainkan ponselnya membaca ebook yang sudah Ia beli sebelumnya.


"Aku suruhnya kamu tidur." Kata Beny dengan mata yang terfokus pada pekerjaannya.


Cesil berdecak kesal, lalu menaruh ponselnya di nakas dengan kasar. Cesil menarik selimutnya sampai ke lehar lalu memunggungi Beny karena Ia sangat kesal.


"Kamu harus istirahat cukup, biar simpan tenaga. Karena nanti malem kemungkinan kita begadang." Kaya Beny pada Cesil.


"Bagadang? emangny kita mau kemana nanti malem? kuliner ya?" Kata Cesil membalikan tubuhnya dengan semangat karena mendengar pernyataan yang Beny berikan.


"Kita kan ke Bandung sekalian Honeymoon. Jadi kamu paham lah begadang untuk apa." Kata Beny pada Cesil.


"Kamu engga bilang kita akan Honeymoon." Kata Cesil dengan nada dingin.


"Sekarang aku bilang." Kata Beny tidak mau disalahkan.


Cesil kira Beny benar-benar perhatian dengan dirinya. Tapi ternyat, Beny memikirkan Cesil yang harus bertenaga untuk memuaskannya nanti malam. Cesil tidak habis pikir, apakah Beny tidak peduli sedikitpun dengan pemulihannya sampai-sampai Ia terus menerus meminta dipuaskan?


Tanpa menjawab perkataan Beny, Cesil memilih untuk memejamkan matanya sampai akhirnya Ia tertidur pulas.


...Beny berubah sikapnya akhirnya kebongkar yaa karena kenapa..apasih harapan untuk Beny dan Cesil kedepannya?...


...Terima kasih udah bacaa cerita ini...


...Salam sayang, Anster...


...#20/11/20...